Scheduled Maintenance: Some services on SNAPSHOT may not be available on 28 July 2019 from 1am to 4am. We apologise for any inconvenience caused.
Close
Tips & Tutorials >> All Tips & Tutorials

Saran Fotografi Malam: Cara Menggunakan Remote Switch untuk Mencegah Goyangan Kamera

Apabila mengambil foto pada malam hari, yang sangat penting adalah mencegah goyangan kamera, agar foto Anda memiliki kualitas yang terunggul. Meskipun menggunakan tripod bisa efektif, namun mengombinasikannya dengan remote switch (sakelar jauh), pengendalian goyangan kamera bisa jauh lebih efektif. Dalam artikel ini, kita akan mencermati cara menggunakan aksesori yang berguna ini. (Dilaporkan oleh: Teppei Kohno)

Fotografi malam

EOS 760D/ EF-S18-55mm f/3.5-5.6 IS STM/ FL: 18mm (setara 29mm)/ Shutter-priority AE (f/16, 1/30 det., EV+0,3)/ ISO 100/ WB: AWB

 

Meminimalkan goyangan kamera agar foto di malam hari tampak tajam dan stabil

Fotografi malam

Prosedur pemotretan
A: Pasang kamera pada tripod
B: Hubungkan remote switch ke kamera
C: Alihkan ke Live View
D: Tetapkan ISO speed ke rendah
E: Gunakan Shutter-priority AE untuk mengendalikan kecepatan rana
F: Tekan tombol rana pada remote switch untuk membidik

 

Remote switch direkomendasikan bagi mereka yang baru mengenal fotografi bentangan malam

RS-80N3

RS-80N3

RS-60E3

RS-60E3

Switch RS-80N3 memiliki kabel 80m, sedangkan switch RS-60E3 memiliki kabel 60cm. Dengan menggelincirkan tombol rana ke posisi mengunci, Anda tidak perlu tetap menahan tombol ke bawah dengan jari apabila memotret dengan pencahayaan lama. Selain itu, dengan menggunakan remote switch, Anda akan dapat melepaskan rana pada momen yang tepat sambil terus mengamati pemandangannya. Apabila memutuskan untuk menggunakan remote switch, ingatlah untuk mengecek, switch mana yang kompatibel dengan kamera Anda.

 

Gunakan remote switch untuk meminimalisasi goyangan kamera pada kecepatan rana lambat

Jika Anda menggunakan shutter speed (kecepatan rana) yang tinggi, Anda seyogianya dapat menangkap gambar yang tajam pada malam hari, bahkan jika Anda melakukan bidikan genggam. Namun demikian, Anda akan memerlukan tripod jika memerlukan kecepatan rana yang lebih rendah, misalnya, apabila Anda ingin menangkap gambar yang kualitasnya lebih tinggi, atau gambar yang tajam hingga ke latar belakang pada aperture sempit, (deep focus), atau menangkap jejak cahaya dari lampu mobil.

Bahkan, apabila Anda menggunakan tripod, goyangan kamera sekecil apa pun masih bisa terjadi yang disebabkan oleh dampak yang ditimbulkan saat Anda menekan tombol rana dengan tangan. Anda bisa menghindari goyangan kamera ini dengan menggunakan remote switch (sakelar jauh), yang memungkinkan Anda membidik dari kejauhan tanpa menyentuh kamera. Untuk mengurangi goyangan kamera lebih jauh lagi, beralihlah ke Live View, untuk meminimalisasi guncangan cermin yang disebabkan oleh pergerakan cermin ke atas dan ke bawah, saat rana dilepaskan dalam fotografi viewfinder.

 

Cara menggunakan remote switch

Masukkan remote switch ke dalam kamera

(1) Masukkan remote switch ke dalam kamera

Masukkan ujung kabel remote switch ke dalam terminal remote control kamera. Untuk mengakses terminal, buka tutup terminal di sisi kiri kamera. Pastikan bahwa kabel dimasukkan sepenuhnya ke dalam terminal.

 

Tetapkan Exposure mode (Mode Pencahayaan)

(2) Tetapkan Exposure mode (Mode Pencahayaan)

Untuk menggambarkan jejak cahaya lampu yang panjang, gunakan Shutter-priority AE dan tetapkan kecepatan rana ke 30 detik. Karena kita akan menggunakan tripod di sini, pilih ISO speed lambat, ISO 100 untuk menangkap gambar berkualitas tinggi.

 

Gunakan remote switch (sakelar jauh) untuk melepaskan rana

(3) Gunakan remote switch (sakelar jauh) untuk melepaskan rana

Kamera memfokuskan apabila tombol rana pada remote switch ditekan separuh. Setelah memperoleh fokus, tekan sepenuhnya ke bawah untuk membidik. Jika AF (Autofocus) tidak berfungsi baik pada bentangan malam, gunakan MF (Manual Focus) untuk menyesuaikan fokus.

 

Saran bonus: Bidik dalam Live View untuk menghindari guncangan cermin dan goyangan kamera

Foto malam hari (contoh Live View)

Bidikan foto malam hari close-up dalam Live View
 

Contoh yang bagus: Bidikan dalam Live View
EOS 760D/ EF-S55-250mm f/4-5.6 IS STM/ FL: 155mm (setara 248mm)/ Aperture-priority AE (f/11, 30 det., EV-0,3)/ ISO 100/ WB: AWB
Saya menggunakan panjang fokus 155mm (setara 248mm) pada lensa telefoto untuk membuat jembatan dan gedung pencakar langit tampak lebih dekat, dan membidik dalam Live View untuk mencegah guncangan cermin. Dengan tindakan ini, saya dapat menangkap gambar yang sangat tajam.

Bidikan foto malam hari close-up dengan viewfinder
 

Contoh negatif: Bidikan menggunakan viewfinder
EOS 760D/ EF-S55-250mm f/4-5.6 IS STM/ FL: 155mm (setara 248mm)/ Aperture-priority AE (f/11/, 30 det., EV-0,3)/ ISO 100/ WB: AWB
Saya membidik dengan viewfinder alih-alih Live View, menggunakan kondisi yang sama seperti di atas. Gambar tampak buram akibat guncangan cermin. Apabila membidik dengan lensa telefoto pada kecepatan rana lambat, seperti dalam contoh ini, goyangan kamera semakin menjadi-jadi.

 

Bacalah artikel berikut ini untuk mendapatkan saran lainnya mengenai fotografi malam:
Nightscape – Mengontrol Cahaya Untuk Bidikan Indah
Dalam Fokus: Fotografi Malam(Versi Inggris)

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

 

Teppei Kohno

Teppei Kohno

Lahir di Tokyo pada tahun 1976, Kohno lulus dengan menyandang gelar Social Work dari Fakultas Sosiologi, Meiji Gakuin University, dan magang dengan fotografer Masato Terauchi. Dia memberikan kontribusi untuk terbitan pertama majalah fotografi PHaT PHOTO, dan menjadi fotografer independen setelah itu, pada tahun 2003. Sebagai pengarang dari banyak buku, Kohno tidak hanya memotret semua jenis foto komersial, tetapi juga banyak menulis untuk majalah kamera dan lainnya.

http://fantastic-teppy.chips.jp