Temukan yang Anda cari

atau cari melalui

topik

Article
Article

Article

e-Book
e-Book

e-Book

Video
Video

Video

Campaigns
Campaigns

Campaigns

Architecture
Kamera Saku

Kamera Saku

Architecture
DSLRs

DSLRs

Architecture
Videografi

Videografi

Architecture
Astrofotografi

Astrofotografi

Architecture
Tanpa Cermin

Tanpa Cermin

Architecture
Fotografi arsitektur

Fotografi arsitektur

Architecture
Teknologi Canon

Teknologi Canon

Architecture
Fotografi cahaya minimal

Fotografi cahaya minimal

Architecture
Wawancara fotografer

Wawancara fotografer

Architecture
Fotografi lanskap

Fotografi lanskap

Architecture
Fotografi makro

Fotografi makro

Architecture
Fotografi olahraga

Fotografi olahraga

Architecture
Fotografi Wisata

Fotografi Wisata

Architecture
Fotografi bawah air

Fotografi bawah air

Architecture
Konsep & Aplikasi Fotografi

Konsep & Aplikasi Fotografi

Architecture
Fotografi Jalanan

Fotografi Jalanan

Architecture
Kamera Mirrorless Full-frame

Kamera Mirrorless Full-frame

Architecture
Lensa & Aksesori

Lensa & Aksesori

Architecture
Nature & Wildlife Photography

Nature & Wildlife Photography

Architecture
Fotografi Potret Wajah

Fotografi Potret Wajah

Architecture
Fotografi Malam

Fotografi Malam

Architecture
Fotografi Hewan Piaraan

Fotografi Hewan Piaraan

Architecture
Solusi Pencetakan

Solusi Pencetakan

Architecture
Ulasan produk

Ulasan produk

Architecture
Fotografi Pernikahan

Fotografi Pernikahan

Saran & Tutorial >> Semua Saran & Tutorial Dalam Fokus: Dasar-Dasar Kamera- Part17

Dasar-Dasar Kamera #17: Shutter-priority AE (TV mode)

2017-07-06
15
5.87 k
Dalam artikel ini:

Mode Shutter-priority AE adalah mode pemotretan yang berguna apabila Anda ingin 'membekukan' subjek dalam aksinya, atau sebaliknya, memotret subjek bergerak dengan buram gerakan. Lanjutkan membaca untuk mengetahui, bagaimana Anda bisa menggunakannya! (Dilaporkan oleh Tomoko Suzuki)

Visual Shutter-priority AE

 

Mode Shutter-priority AE: Di mana Anda bisa mengontrol, bagaimana gerakan subjek ditangkap

Hal yang perlu dicatat

- Anda memutuskan kecepatan rana, dan kamera menetapkan pengaturan aperture (f-number) yang sesuai.
- Kisaran kecepatan rana yang bisa Anda pilih, bervariasi di antara kamera.
 

Mode Shutter-priority AE adalah mode pemotretan yang memungkinkan Anda mengontrol bagaimana pergerakan subjek Anda ditangkap. Dengan memilih kecepatan rana yang Anda sukai, Anda bisa dengan mudah 'membekukan' subjek yang bergerak dengan kecepatan rana pesat, misalnya, atau menciptakan buram gerakan dengan kecepatan rana lambat.

Apabila menetapkan kecepatan rana pilihan Anda dalam mode Shutter-priority AF, kamera secara otomatis menetapkan pengaturan aperture yang akan menghasilkan pencahayaan optimal. Kisaran kecepatan rana yang tersedia bagi Anda, tergantung pada model kamera Anda.

Jadi, bagaimana Anda memilih kecepatan rana yang akan digunakan? Pertama, amati secara dekat pergerakan subjek Anda, kemudian memutuskan, apakah Anda ingin 'membekukan' subjek yang bergerak dalam foto Anda, atau menegaskan pergerakan dengan buram gerakan. (Ini adalah keputusan yang selalu harus dibuat para fotografer, yang akan kita jajaki dalam artikel ini tentang cara memotret air terjun.)

Jika Anda berencana menggunakan kecepatan rana lambat, ini berarti, bahwa banyak cahaya yang akan memasuki sensor, yang juga membuatnya bagus untuk pemotretan dalam suasana redup sebagai foto malam. Kecepatan rana lambat juga bagus untuk menangkap pergerakan cahaya, jadi Anda bisa menggunakannya untuk menciptakan jejak cahaya dari kendaraan atau pesawat udara yang bergerak.

 

Dial mode kamera

Dial mode pada kamera Anda
Untuk menggunakan mode Shutter-priority AE, putar dial mode kamera ke [Tv].

 

Layar Quick Control (Kontrol Cepat)

Layar Quick Control (Kontrol Cepat)
A: Shutter Speed (Kecepatan Rana)
B: Pengaturan Aperture (f-number)

Fotografer menetapkan kecepatan rana. Kamera menetapkan aperture. 
Setelah Anda menetapkan kecepatan rana, kamera akan secara otomatis menetapkan pengaturan aperture yang sesuai. Jika Anda menetapkan kecepatan rana yang pesat, Anda akan dapat "menghentikan" subjek dalam gerakannya. Jika Anda menetapkan kecepatan rana lambat, Anda akan dapat menciptakan buram gerakan dalam foto Anda.

 

Layar ISO AUTO

Jika pencahayaannya tidak tepat seperti yang Anda harapkan...
Dalam mode Shutter-priority AE, apabila Anda sudah menetapkan kecepatan rana, kisaran f-number yang kemungkinan bisa ditetapkan kamera untuk Anda, tergantung pada lensa yang terpasang. Jika Anda melihat bahwa pencahayaan tidak begitu sesuai dalam bidikan yang sudah Anda ambil, Anda bisa mencoba menyesuaikan kecepatan ISO untuk memperbaikinya.
- Jika foto terlalu gelap: Tingkatkan kecepatan ISO
- Jika foto terlalu cerah: Turunkan kecepatan ISO

 

Contoh penggunaan #1: Untuk 'membekukan' dan menangkap momen yang menentukan

Foto percikan air, dibidik dengan kecepatan rana yang pesat pada EOS 6D

EOS 6D / EF70-200mm f/4L IS USM/ FL: 169mm/ Shutter-priority AE (f/4, 1/2000 det., EV+0,3)/ ISO 125/ WB: Daylight

Untuk membekukan dan menangkap subjek yang dinamis,seperti pancaran air dari air mancur, pada momen yang tepat, Anda memerlukan kecepatan rana yang pesat. Cobalah menggunakan, minimal 1/500 detik.

Untuk gagasan lainnya mengenai pengambilan foto semacam itu, bacalah:
Panduan Langkah-demi-Langkah untuk Menangkap Percikan Ombak pada Pengaturan Fast Shutter Speed

 

Contoh penggunaan #2: Untuk menciptakan buram gerakan yang mengesankan kecepatan

Gambar dengan buram gerakan, dibidik dengan kecepatan rana lambat pada EOS 6D

EOS 6D/ EF24-105mm f/4L IS USM/ FL: 95mm/ Shutter-priority AE (f/9, 1/8 det., EV+0,7)/ ISO 100/ WB: Daylight

Menciptakan buram gerakan dari subjek yang bergerak, memberikan kesan kecepatan pada gambar. Untuk bidikan ini, saya menggunakan kecepatan rana lambat 1/8 detik untuk menangkap derasnya aliran air. Semakin kuat buram gerakannya, semakin pesat kesan kecepatan dan kegairahanbya.

Saran dan gagasan lainnya mengenai fotografi rana lambat, ada di sini:
Pengaturan Kamera yang Digunakan untuk Bidikan Rana Lambat yang Mencengangkan!

 

Contoh penggunaan #3: Untuk menangkap pemandangan yang tidak terlihat secara kasat mata

Foto dengan pencahayaan lama 30 detik, dibidik dengan EOS 6D

EOS 6D/ EF24-105mm f/4L IS USM/ FL: 24mm/ Aperture-priority AE (f/22, 30 det., EV-2,0)/ ISO 100/ WB: Daylight

Untuk mendapatkan gambar , saya membidik komedi putar yang sedang bergerak dengan pencahayaan 30 detik. Dengan menggunakan pencahayaan yang lama seperti ini, memungkinkan Anda menangkap cahaya yang bergerak sebagai jejak cahaya berkesinambungan, menghasilkan foto yang menunjukkan kepada Anda, suatu dunia baru yang tidak nyata, yang tidak bisa dilihat secara kasat mata.

Berikut ini, saran lainnya mengenai cara memotret jejak cahaya:
Teknik Standar Menggunakan Jejak Cahaya

 

Saran bonus: Gunakan tripod untuk mencegah goyangan kamera

Untuk contoh #2 dan #3 di atas, kuncinya adalah, menggunakan kecepatan rana lambat untuk hanya memburamkan subjek yang bergerak. Namun demikian, kecepatan rana lambat membuat gambar lebih mudah mengalami goyangan kamera, khususnya apabila Anda memotret sambil menggenggam kamera (Baca 'Konsep 1' dalam Dasar-Dasar Kamera #2: Kecepatan Rana). Untuk menghindari bidikan yang rusak, gunakan tripod bilamana memungkinkan. 

 

Inginkah Anda meningkatkan keterampilan mengenai kecepatan rana? Bacalah sejumlah artikel ini:
Seni Shutter Lambat: Menggunakan Zoom Burst untuk Mengubah Bintang Gemintang di Langit menjadi Hujan Meteor
Seni Shutter Lambat: 3 Saran Cemerlang untuk Memotret Lukisan Cahaya
Seni Shutter Lambat: Menciptakan Lingkaran Buram Surealis
Bagaimana Membuat Foto Olahraga Terlihat Lebih Dinamis?

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai berbagai fungsi kamera dan konsep terkait, masuk ke:
Dalam Fokus: Dasar-Dasar Kamera


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

 

Mengenai Penulis

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

Tomoko Suzuki

Setelah lulus dari Tokyo Polytechnic University Junior College, Suzuki bergabung dengan perusahaan periklanan. Dia juga bekerja sebagai asisten fotografer, termasuk Kirito Yanase, dan mengkhususkan diri dalam bidikan komersial untuk produk perlengkapan busana dan kosmetik. Sekarang, dia bekerja sebagai fotografer studio untuk produsen perlengkapan busana.

Berbagi foto Anda di My Canon Story & berpeluang ditampilkan pada platform media sosial kami