Temukan yang Anda cari

atau cari melalui

topik

Article
Article

Article

e-Book
e-Book

e-Book

Video
Video

Video

Campaigns
Campaigns

Campaigns

Architecture
Kamera Saku

Kamera Saku

Architecture
DSLRs

DSLRs

Architecture
Videografi

Videografi

Architecture
Astrofotografi

Astrofotografi

Architecture
Tanpa Cermin

Tanpa Cermin

Architecture
Fotografi arsitektur

Fotografi arsitektur

Architecture
Teknologi Canon

Teknologi Canon

Architecture
Fotografi cahaya minimal

Fotografi cahaya minimal

Architecture
Wawancara fotografer

Wawancara fotografer

Architecture
Fotografi lanskap

Fotografi lanskap

Architecture
Fotografi makro

Fotografi makro

Architecture
Fotografi olahraga

Fotografi olahraga

Architecture
Fotografi Wisata

Fotografi Wisata

Architecture
Fotografi bawah air

Fotografi bawah air

Architecture
Konsep & Aplikasi Fotografi

Konsep & Aplikasi Fotografi

Architecture
Fotografi Jalanan

Fotografi Jalanan

Architecture
Kamera Mirrorless Full-frame

Kamera Mirrorless Full-frame

Architecture
Lensa & Aksesori

Lensa & Aksesori

Architecture
Nature & Wildlife Photography

Nature & Wildlife Photography

Architecture
Fotografi Potret Wajah

Fotografi Potret Wajah

Architecture
Fotografi Malam

Fotografi Malam

Architecture
Fotografi Hewan Piaraan

Fotografi Hewan Piaraan

Architecture
Solusi Pencetakan

Solusi Pencetakan

Architecture
Ulasan produk

Ulasan produk

Architecture
Fotografi Pernikahan

Fotografi Pernikahan

Saran & Tutorial >> Semua Saran & Tutorial

Kamera FAQ #15: Bagaimanakah Memotret Hewan Kecil dengan Latar Belakang yang Ramai Tapi Indah?

2016-08-04
3
2.59 k
Dalam artikel ini:

Apabila memotret hewan kecil, seperti tupai kecil, sebaiknya ambil bidikan yang menegaskan ukurannya yang kecil dan kemungilannya yang menggemaskan. Artikel ini memperkenalkan sejumlah saran tentang bagaimana menangkap subjek semacam itu dengan latar belakang yang ramai tapi indah, misalnya, berlatarkan bunga cherry yang bermekaran. Anda bisa mencoba menggunakan ini sebagai teknik untuk memanfaatkan semaksimal mungkin, latar belakang berwarna pucat. (Dilaporkan oleh: Yukihiro Fukuda)

EOS 60D/ EF70-200mm f/2.8L IS II USM + Extender EF 1.4xIII/ FL: 192mm (setara 312mm )/ (f/6.3, 1/250 det)/ ISO: 1250/ WB: Daylight
Saya fokuskan pada anak tupai yang baru saja meninggalkan sarangnya. Dengan menggunakan lensa telefoto, saya menempatkan bunga cherry mekar warna merah muda di latar belakang untuk mendapatkan keseimbangan yang baik dengan hijaunya pepohonan, dan mereproduksi suasana musim semi yang lembut.

 

LANGKAH 1: Ubah sudutnya untuk memeriksa berbagai objek yang akan dimasukkan ke latar belakang

Pemandangan pohon yang tumbuh di lereng, tempat anak tupai memanjat ke bagian pohon yang lebih rendah dan bermain di cabang pohon. Saat itu cuaca berawan di angkasa, dengan langit putih memasuki latar belakang apabila memotret pada sudut normal. Bunga cherry yang bermekaran tidak ada di latar belakang ketika posisi saya sedang berjongkok. Namun demikian, saya berhasil memasukkan bunga cherry yang bermekaran di latar belakang apabila saya berdiri pada ujung jari kaki. Jadi, sebaiknya selalu memeriksa dulu situasinya.

 

LANGKAH 2: Pilih posisi pemotretan yang memungkinkan Anda memasukkan latar belakang pilihan Anda ke dalam komposisi

Anak tupai bergerak cepat, jadi saya harus menentukan posisi pemotretan dalam seketika. Apabila saya membidik pada level mata, latar belakang tampak putih. Namun demikian, ternyata saya bisa memasukkan bunga cherry yang bermekaran di latar belakang apabila saya meningkatkan sudutnya. Apabila menggunakan lensa telefoto, bahkan perubahan sekecil apa pun pada sudut, akan membuat perubahan besar pada penampakan latar belakang, seperti pada kasus ini.

Bacalah Kamera FAQ #7 untuk mengetahui selengkapnya mengenai posisi kamera dan sudut kamera.

 

LANGKAH 3: Gunakan lensa telefoto untuk menyertakan lebih banyak keadaan di sekeliling hewan kecil

Saya berdiri cukup jauh dari tupai sehingga bisa mempertimbangkan menggunakan lensa telefoto 500mm. Namun demikian, saya ingin menyertakan keadaan di sekeliling tupai dan elemen lanskap untuk bidikan saya. Oleh karena itu, saya menggunakan panjang fokus yang sedikit lebih pendek—312mm (Untuk informasi selengkapnya tentang efek ujung telefoto yang berbeda-beda, bacalah Lensa FAQ #7). Saya menggunakan efek kompresi perspektif untuk mendefokus warna merah muda bunga cherry yang bermekaran di latar belakang, dan menempatkan dedaunan yang menggantung dalam frame untuk menambahkan warna ke produk.

 

LANGKAH 4: Pilih f-number yang mencapai keburaman moderat di latar belakang

Sementara anak tupai adalah fokus utama bidikan ini, saya berpikir menambahkan subjek lain untuk membuat gambar lebih menarik. Apabila mengarahkan untuk efek kompresi perspektif dengan lensa telefoto, yang penting adalah untuk tidak melakukan stop down aperture terlalu jauh, sebab cabang dan dedaunan di latar belakang akan mulai tampak lebih jelas, yang menyebabkan keseluruhan gambar menjadi terlalu rumit. Di sini, saya menggunakan f/6.3.

 

SARAN: Cara pengambilan latar belakang, menentukan baik-tidaknya bidikan Anda

Hal yang harus Anda paling perhatikan yaitu, bagaimana cara menangkap latar belakang. Perhatian yang Anda curahkan ke titik ini akan secara signifikan menunjukkan, sebagus apa hasil jadi bidikan Anda. Di bawah ini ada contoh bidikan yang tidak berhasil, akibat sudut yang terlalu rendah. Tupai-tupai datang ke lokasi yang saya antisipasi, tetapi saya terlambat untuk mengambil bidikan. Pada bidikan utama di atas, saya meningkatkan sudut untuk bidikan, sehingga bunga cherry yang bermekaran sekaligus memenuhi latar belakang. Cobalah menggunakan manual exposure (pencahayaan manual) apabila pemotretan ingin menghindari perubahan dalam pencahayaan yang diakibatkan oleh latar belakang.

EOS 60D/ FL: 192mm (setara 312mm)/ f/6.3/ 1/250 det/ ISO 1250
Tanpa bunga cherry yang bermekaran, latar belakang menjadi lebih ringan dan putih, yang secara signifikan mengubah suasana gambar akhir. Sekarang, setelah Anda mengetahui, bagaimana latar belakang bisa memengaruhi gambar, maukah Anda mencoba memikirkan tentang latar belakang untuk bidikan Anda berikutnya, dan melihat sendiri hasilnya?

 

EF70-200mm f/2.8L IS II USM

Klik di sini untuk rincian selengkapnya

 

 

Yukihiro Fukuda

 

Lahir pada tahun 1965 di Tokyo. Kunjungan Fukuda ke Hokkaido untuk mencari burung bangau Jepang yang ia sangat sukai, telah menuntunnya menjadi fotografer hewan. Setelah menghabiskan 10 tahun meliput kehidupan liar di Hokkaido, Fukuda meluaskan cakupannya ke negara lain dan fotografi bawah air. Fotografi kehidupan liar, bawah air, dan lanskap, sekarang membentuk tiga pilar aktivitasnya yang terbaru.

 

Digital Camera Magazine

 

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

 

Berbagi foto Anda di My Canon Story & berpeluang ditampilkan pada platform media sosial kami