Temukan yang Anda cari

atau cari melalui

topik

Article
Article

Article

e-Book
e-Book

e-Book

Video
Video

Video

Campaigns
Campaigns

Campaigns

Architecture
Kamera Saku

Kamera Saku

Architecture
DSLRs

DSLRs

Architecture
Videografi

Videografi

Architecture
Astrofotografi

Astrofotografi

Architecture
Tanpa Cermin

Tanpa Cermin

Architecture
Fotografi arsitektur

Fotografi arsitektur

Architecture
Teknologi Canon

Teknologi Canon

Architecture
Fotografi cahaya minimal

Fotografi cahaya minimal

Architecture
Wawancara fotografer

Wawancara fotografer

Architecture
Fotografi lanskap

Fotografi lanskap

Architecture
Fotografi makro

Fotografi makro

Architecture
Fotografi olahraga

Fotografi olahraga

Architecture
Fotografi Wisata

Fotografi Wisata

Architecture
Fotografi bawah air

Fotografi bawah air

Architecture
Konsep & Aplikasi Fotografi

Konsep & Aplikasi Fotografi

Architecture
Fotografi Jalanan

Fotografi Jalanan

Architecture
Kamera Mirrorless Full-frame

Kamera Mirrorless Full-frame

Architecture
Lensa & Aksesori

Lensa & Aksesori

Architecture
Nature & Wildlife Photography

Nature & Wildlife Photography

Architecture
Fotografi Potret Wajah

Fotografi Potret Wajah

Architecture
Fotografi Malam

Fotografi Malam

Architecture
Fotografi Hewan Piaraan

Fotografi Hewan Piaraan

Architecture
Solusi Pencetakan

Solusi Pencetakan

Architecture
Ulasan produk

Ulasan produk

Architecture
Fotografi Pernikahan

Fotografi Pernikahan

Saran & Tutorial >> Semua Saran & Tutorial

Saran Komposisi untuk Memunculkan Kabut

2018-06-21
8
1.3 k
Dalam artikel ini:

Apabila terdapat kabut dalam pemandangan lanskap, Anda bisa menarik perhatian ke pemandangan itu sehingga bidikan Anda terlihat misterius dan surealis. Seorang fotografer profesional memberi tahu kami mengenai teknik komposisi yang dia gunakan untuk menciptakan gambar ini. (Dilaporkan oleh: Yoshio Shinkai)

Lanskap dengan bidikan utama lensa telefoto

EOS 5DS R/ EF100-400mm f/4.5-5.6L IS II USM/ FL: 117mm/ Aperture-priority AE (f/16, 1/45 det., EV±0)/ ISO 100/ WB: Daylight

Lokasi pemotretan: Fukushima Lagoon, Prefektur Niigata, Jepang
Hamparan padang bunga rapeseed yang bermekaran terselimuti kabut, dibidik saat subuh setelah turun hujan semalaman. 

 

Saran 1: Gunakan lensa telefoto untuk menarik elemen yang memikat

Kita sering mengaitkan lanskap alam dengan lensa sudut lebar. Ini semua memang bagus untuk membesar-besarkan jarak dan membuat pemandangan terlihat sangat luas dan lapang. Namun demikian, ketika saya mencoba memotret pemandangan di atas dengan lensa sudut lebar, area berkabut tidak terlalu menarik perhatian.

Gambar di atas dibidik dengan lensa zoom telefoto, EF100-400mm f/4.5-5.6L IS II USM.  Kabut lebih banyak "menyembul" karena lensa telefoto memiliki efek kompresi jarak inheren, yang membuat elemen jauh tampak lebih dekat ke pemirsanya.

 

EF100-400mm f/4.5-5.6L IS II USM

EF100-400mm f/4.5-5.6L IS II USM

Saran tingkat lanjut: Susun gambar secara hati-hati untuk menghindari kesan datar

Efek kompresi menciptakan kedalaman, hanya dalam situasi tertentu. Jika kondisinya tidak sesuai, ini bisa membuat seluruh bidikan Anda terkesan datar. Di sini, saya memastikan bahwa semua elemen yang menyampaikan perspektif udara, misalnya pegunungan dan kabut di kejauhan, mengambil bagian bingkai yang lebih besar. Efek kompresi sesungguhnya membantu meningkatkan ini dengan cara membuat detail latar belakang bisa terlihat.

*Perspektif udara: Juga dikenal sebagai perspektif atmosfer. Merujuk ke berbagai benda yang warnanya kurang jenuh dan kurang kontras dengan latar belakang yang tampak lebih jauh dari kita. Ini bisa digunakan untuk menciptakan ilusi kedalaman.

 

Saran 2: Jangan menggunakan telefoto secara berlebihan. Pilih sudut pandang yang memberikan keseimbangan terbaik

Untuk bidikan ini, sangatlah menentukan untuk memilih sudut pandang yang menjamin bahwa terdapat keseimbangan antara sejumlah elemen berikut ini:

- Area bingkai yang diambil untuk memuatkan padang bunga rapeseed
- Kesan kelapangan pada bebungaan di latar depan
- Bobot visual lapisan kabut

Apabila panjang fokus terlalu panjang, pepohonan akan terlalu banyak mengambil ruang bingkai. Apabila panjang fokus terlalu pendek, lapisan kabut tidak terlalu menarik perhatian.

 

Dibidik pada 182mm: Panjang fokus terlalu panjang

panjang fokus bidikan lanskap terlalu panjang

Apabila panjang fokus terlalu panjang, barisan pepohonan terlihat lebih besar dan mengambil bobot visual lebih banyak. Ini juga menarik kita begitu dekat sehingga detail yang tidak kentara, seperti tumbuhan liar dan rumput kering tampak lebih jelas.

 

Dibidik pada 55mm: Panjang fokus terlalu pendek

sudut lebar bidikan lanskap

Meskipun menggunakan sudut lebar akan menangkap keluasan pemandangan, namun bidikan terlihat agak biasa dan tidak menyampaikan kesan surealis yang sama. Saya juga tidak ingin bidikan saya menyertakan sejumlah elemen buatan manusia, misalnya gubuk kecil di antara pepohonan.

 

Hal-hal yang lebih halus: Memastikan bobot visual yang ideal

1. Membuat kabut terlihat lebih memikat: Karena kontras pada kabut rendah, jadi saya menempatkannya di bagian tengah bingkai untuk lebih meningkatkan bobot visualnya.

2. Menangkap latar depan secara detail: Agar lebih menarik, saya menggunakan aperture sempit (f/16) untuk menangkap bunga rapeseed yang bermekaran dalam warna yang jelas di latar depan padang bunga yang begitu detail sehingga Anda bisa melihat embun pada bunganya.

 

Bacalah artikel berikut ini untuk mendapatkan saran lainnya mengenai fotografi lanskap:
Fotografi Lanskap Dini Hari: Memotret Sebelum atau Sesudah Matahari Terbit?
Membuat Keputusan dalam Fotografi Lanskap: Pagi atau Larut Senja?
Pengaturan Kamera untuk Memotret Anak Sungai dan Sungai Berkabut

Untuk tutorial lensa telefoto lainnya, bacalah artikel berikut ini:
Teknik Lensa Telefoto: Menciptakan Beberapa Lapisan "Bokeh"
Teknik Lensa Super Telefoto - Siluet Alam Liar di Terik Sang Surya
Memotret Bunga Sakura: Haruskah Saya Bidik Pada Sudut Lebar atau Telefoto?

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

 

Mengenai Penulis

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

Yoshio Shinkai

Lahir di Nagano tahun 1953, Shinkai mulai melakukan perjalanan menelusuri Jepang dengan kamera format-besar untuk memotret fotografi pemandangan pada tahun 1979. Saat ini, ia memotret untuk kisaran media yang luas, mulai dari poster dan kalender sampai brosur perjalanan dan majalah fotografi.

Berbagi foto Anda di My Canon Story & berpeluang ditampilkan pada platform media sosial kami