Temukan yang Anda cari

atau cari melalui

topik

Article
Article

Article

e-Book
e-Book

e-Book

Video
Video

Video

Campaigns
Campaigns

Campaigns

Architecture
Kamera Saku

Kamera Saku

Architecture
DSLRs

DSLRs

Architecture
Videografi

Videografi

Architecture
Astrofotografi

Astrofotografi

Architecture
Tanpa Cermin

Tanpa Cermin

Architecture
Fotografi arsitektur

Fotografi arsitektur

Architecture
Teknologi Canon

Teknologi Canon

Architecture
Fotografi cahaya minimal

Fotografi cahaya minimal

Architecture
Wawancara fotografer

Wawancara fotografer

Architecture
Fotografi lanskap

Fotografi lanskap

Architecture
Fotografi makro

Fotografi makro

Architecture
Fotografi olahraga

Fotografi olahraga

Architecture
Fotografi Wisata

Fotografi Wisata

Architecture
Fotografi bawah air

Fotografi bawah air

Architecture
Konsep & Aplikasi Fotografi

Konsep & Aplikasi Fotografi

Architecture
Fotografi Jalanan

Fotografi Jalanan

Architecture
Kamera Mirrorless Full-frame

Kamera Mirrorless Full-frame

Architecture
Lensa & Aksesori

Lensa & Aksesori

Architecture
Nature & Wildlife Photography

Nature & Wildlife Photography

Architecture
Fotografi Potret Wajah

Fotografi Potret Wajah

Architecture
Fotografi Malam

Fotografi Malam

Architecture
Fotografi Hewan Piaraan

Fotografi Hewan Piaraan

Architecture
Solusi Pencetakan

Solusi Pencetakan

Architecture
Ulasan produk

Ulasan produk

Architecture
Fotografi Pernikahan

Fotografi Pernikahan

Saran & Tutorial >> Semua Saran & Tutorial

Seni di Balik Bidikan: Lingkaran Bokeh Embun Pagi

2021-04-07
1
321
Dalam artikel ini:

Pada tengah hari di keesokan harinya, atau setelah turun hujan pada malam sebelumnya. Tetesan embun yang ada pada tumbuhan dan bebungaan merupakan pemandangan yang sangat puitis, dan apabila diabadikan sebagai lingkaran bokeh, akan mengubahnya menjadi suatu dunia alam dongeng yang penuh keajaiban. Beginilah cara menghasilkan efeknya. (Dilaporkan oleh: Haruhi, Digital Camera Magazine)

EOS 5D Mark IV/ EF100mm f/2.8L Macro IS USM/ Aperture-priority AE (f/3.5, 1/1000 det., EV +1,0)/ ISO 200/ WB: Auto

 

Rekap: Bagaimana lingkaran bokeh diciptakan

Lingkaran bokeh terbentuk apabila Anda menggunakan aperture (f-number kecil) yang lebih besar untuk menangkap setitik cahaya (sumber cahaya) sehingga gambarnya di luar fokus. Apabila cahaya matahari secara langsung menimpa pada tetesan embun dan air, hal ini akan membuatnya bersinar dan mengubahnya menjadi sumber cahaya juga.

Sumber setitik cahaya lainnya yang bersinar:
- Cahaya bersinar dari antara dedaunan dan cabang pohon
- Cahaya matahari memantul dari permukaan air
- Bola lampu dan cahaya dekoratif

Saran: Akan lebih mudah mengontrol intensitas bokeh (besar lingkaran bokeh) apabila Anda menggunakan lensa telephoto. Untuk gambar utama, saya menggunakan lensa makro 100mm: EF100mm f/2.8L Macro IS USM.

Baca juga:
4 Langkah Mudah untuk Menangkap Lingkaran Bokeh Elusif!
Di Mana Saya Harus Fokuskan untuk Menangkap Lingkaran Bokeh yang Indah?

 

Langkah 1: Dibidik pada dini hari sebelum matahari terbit

Biasanya pada saat ini akan lebih banyak terdapat embun pagi setelah siang hari yang lembap. Kalau tidak ada embun, cobalah cari tetesan air yang ada pada rerumputan dan bunga di pagi hari setelah semalam turun hujan. Tetesan air ini akan mulai menguap setelah sang surya muncul, jadi bidiklah sedini mungkin. Saya mengambil bidikan utama pada sekitar pukul 6 pagi, sebelum matahari terbit.

Kalau terlambat, maka tidak akan ada lagi embun untuk menciptakan lingkaran bokeh!

 

Langkah 2: Gunakan fokus panjang dan f-number yang dekat ke aperture maksimum

Cari sudut tempat embun berkilauan. Semakin besar aperture, semakin besar lingkaran bokehnya. Namun demikian, aperture maksimum tidak perlu yang terbaik: Anda biasanya mendapatkan bentuk yang lebih jernih dan melingkar apabila Anda menurunkan sedikit aperture maksimumnya. Di sini, saya gunakan lensa makro 100mm pada f/3.5, lalu sedikit mempersempit aperture maksimum dari f/2.8.  Dengan menggunakan panjang fokus telephoto hasil lingkaran bokehnya pun lebih besar dibandingkan jika Anda menggunakan sudut lebar atau panjang fokus standar.

f/5.6

Menggunakan pengaturan aperture sempit menghasilkan lingkaran bokeh kecil.

 

Langkah 3: Buatlah agar bidikan terlihat lebih bersinar—gunakan kompensasi pencahayaan positif

Semula, saya mengambil bidikan tanpa exposure compensation (lihat bidikan pertama, di bawah). Lingkaran bokeh tampak cerah, karena saya membidiknya pada cahaya latar, tetapi saya merasa bahwa dedaunan terlihat agak membosankan. Saya ingin agar bidikan saya mengekspresikan keceriaan pagi yang menyegarkan--awal hari yang baru—jadi, saya membuat seluruh gambar terlihat lebih cerah dengan menyesuaikan exposure compensation (kompensasi pencahayaan) hingga satu stop ke EV +1,0.

EV ±0

EV +1,0


Cara apa lagi yang bisa Anda gunakan untuk memotret tetesan embun dan air? Bacalah artikel berikut ini untuk mendapatkan sejumlah ide dan panduan langkah demi langkah:
Fotografi Makro: Menciptakan Latar Belakang Ombre yang Elegan dengan Lensa f/2.8
Cara Memotret Tetesan Air yang Berkilauan!
Teknik Lampu Kilat Built-in #6: Lingkaran Bokeh Ajaib di Hari Hujan
Fotografi Makro
Teknik Lensa Makro: Menangkap Kilauan dalam Tetesan Air Secara Cemerlang

Bokeh apa pun, entah itu bokeh yang halus, mulus atau gelembung yang unik, RF100mm f/2.8L Macro IS USM memiliki Spherical Aberration control ring (cincin control Aberasi Sferis) sehingga Anda dapat menyesuaikan penampilan bokeh! Ketahui lebih lanjut di sini:
RF100mm f/2.8L Macro IS USM: 1.4x Macro dengan Adjustable Bokeh Flavour
 

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi.

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

Mengenai Penulis

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

Haruhi

Benang merah yang menautkan deretan gambar fotografer lanskap Haruhi bertema "penyembuhan". Baginya, masing-masing pemandangan megah yang ia jumpai adalah sesuatu yang unik dan tak dapat diulang, oleh karenanya, ia mengabadikan semua itu dengan penghayatan mendalam, penuh rasa syukur dan “tidak merasa terbebani maupun berbentuk bagaikan angin lalu”. Sejumlah karyanya yang belum lama ini dipublikasikan, termasuk koleksi foto, Iyashi no Shizuku [Drops of Healing] (Fukei Shashin Shuppan)

Twitter:@mu_haruhi

Berbagi foto Anda di My Canon Story & berpeluang ditampilkan pada platform media sosial kami