Scheduled Maintenance: Some services on SNAPSHOT may not be available on 28 July 2019 from 1am to 4am. We apologise for any inconvenience caused.
Close
Tips & Tutorials >> All Tips & Tutorials Dalam Fokus: Teknik Lampu Kilat Built-in- Part 6

Teknik Lampu Kilat Built-in #6: Lingkaran Bokeh Ajaib di Hari Hujan

Hari hujan yang gelap mungkin tampak kurang ideal untuk memotret, tetapi sesungguhnya banyak kesempatan untuk mengubah pemandangan biasa menjadi foto ajaib yang mencengangkan! Dalam artikel ini, kami akan menunjukkan kepada Anda satu cara untuk melakukannya dengan bantuan lampu kilat built-in yang Anda miliki. P.S: Ini adalah teknik yang bagus untuk menyemarakkan bentangan kota. (Dilaporkan oleh: Teppei Kohno)

Bentangan kota saat hujan dengan lingkaran bokeh

Aperture-priority AE (f/2.8, 1/30det.)/ ISO 1600

 

Menciptakan keajaiban dari tetesan hujan

Kalau Anda pernah mencoba membidik secara normal (yaitu, tanpa lampu kilat) pada hari hujan, kemungkinan Anda akan menghasilkan bidikan seperti yang di bawah ini:

Bangunan di malam hari

Manual exposure (f/2.8, 1/30 det.)/ ISO 1600
Lampu kilat built-in: Off (Mati)

Ini tidak terlihat seperti dibidik pada hari hujan, bukan? Ini karena hujannya begitu halus, sehingga nyaris tidak kentara dalam bidikan. Ini tidak membantu, bahwa dalam kegelapan pada hari hujan, Anda biasanya akan menggunakan aperture lebar dan kecepatan rana yang lebih lambat untuk menghasilkan pencahayaan yang layak, yang dapat memburamkan lebih jauh tetes hujan dan membuatnya tidak kentara.

Tetapi, jika Anda menembakkan lampu kilat built-in, ini akan “membekukan” tetesan air hujan dan membuatnya merefleksikan cahaya, mengubahnya menjadi sumber cahaya titik yang sempurna untuk menciptakan lingkaran bokeh. Inilah bidikan yang diambil pada pengaturan yang sama seperti yang di atas, tetapi kali ini lampu kilatnya hidup:

Bangunan di malam hari dengan lingkaran bokeh titik hujan

Manual exposure (f/2.8, 1/30 det.)/ ISO 1600
Lampu kilat built-in: On (Hidup)

Tetesan hujan yang disinari oleh lampu kilat built-in sebagian besar terdefokus, sehingga menghasilkan foto yang terlihat sangat ajaib.

 

Langkah demi langkah: Cara menggunakan lampu kilat untuk mengubah titik hujan menjadi lingkaran bokeh

Diagram pemotretan

Prosedur pemotretan
A: Fokus pada pemandangan di balik hujan (dalam hal ini, bangunan gedung) dan susun bidikan Anda.
B: Tetapkan kamera ke Aperture-priority AE (Av) mode.
C: Gunakan pengaturan aperture terlebar.
D: Hidupkan lampu kilat built-in dan bidik.
E: Kalau lingkaran bokeh berupa runutan jejak, tingkatkan kecepatan rana dengan menggunakan kecepatan ISO yang lebih tinggi.
(Inilah yang kami maksudkan dengan mengikuti jejak lingkaran bokeh)

Detail yang lebih halus adalah sebagai berikut:


1. Gunakan aperture lebar dan fokus pada pemandangan latar belakang

Ini meningkatkan efek bokeh latar depan pada tetes air hujan yang lebih dekat ke Anda, menyebabkan lingkaran bokeh yang lebih cerah dan lebih besar apabila Anda menembakkan lampu kilat.

Ketahui selengkapnya mengenai dasar-dasar menciptakan bokeh di artikel berikut:
Dasar-Dasar Lensa #3: Menciptakan Bokeh

 

2. Kalau lingkaran bokeh Anda berupa runutan jejak, tingkatkan kecepatan rana

Apabila kecepatan rana terlalu lambat, buram gerakan akan menyebabkan tetes air hujan meninggalkan jejak dan terlihat seperti bintang jatuh (Lihat contoh di bawah). Untuk menghindari ini, naikkan ISO speed untuk menghasilkan kecepatan rana yang lebih pesat.

 

Apa yang terjadi apabila Anda membidik terlalu sempit/lambat

f/8, 1/13 det.: Lingkaran jejak yang kecil

Pemandangan malam saat hujan turun dengan runutan jejak lingkaran bokeh
Manual exposure (f/8, 1/13 det.)/ ISO 1600

Pada aperture sempit (f/8) dan kecepatan rana yang lambat, tetes air hujan membentuk lingkaran jejak yang lebih kecil, yang terlihat lebih seperti guratan. Ini terlihat cukup artistik, tetapi ini bukan efek yang ingin kita ciptakan.

 

f/2.8, 1/200 det.: Lingkaran bokeh yang lebih besar

Pemandangan malam saat hujan turun dengan lingkaran bokeh besar
Manual exposure (f/2,8, 1/200 det.)/ ISO 1600

Pada aperture yang lebih besar dan kecepatan rana yang lebih pesat, lingkaran bokeh besar ditangkap dan menyampaikan kesan salju yang sedang turun.

Saran: Teknik ini tidak hanya berlaku untuk hujan, tetapi juga untuk salju. Ini merupakan kiat yang bagus untuk dikuasai sewaktu bepergian ke luar negeri!

 

Pahami hal ini: Ingat untuk melindungi perlengkapan Anda

Kamera Anda tidak kedap air atau waterproof, meskipun seandainya dilengkapi dengan weather-sealed. Selalu ambil langkah tindakan untuk melindungi kamera agar tidak terkena basah, seperti memotret dari tempat terlindung, atau menggunakan selubung hujan atau housing yang kedap air.

 

Rekomendasi: Lensa prima sudut lebar yang cepat

Apabila memotret di malam hari atau pada hari hujan, kekurangan cahaya menyebabkan kecepatan rana melambat untuk menghasilkan pencahayaan yang memadai. Untuk menjaga agar kecepatan rana tidak terlalu lambat, sebaiknya gunakan lensa prima cepat (aperture besar) sehingga Anda dapat menetapkan aperture selebar f/2.8 atau di bawahnya. Versi sudut lebar khususnya berguna untuk fotografi lanskap serta jalanan, dan sebagai bonus, lensa tersebut biasanya juga ringan dan mudah dibawa-bawa.

Berikut ini tiga lensa untuk dipertimbangkan:

 

EF24mm f/2.8 IS USM​

EF24mm f/2.8 IS USM​

 

 

Punya unit lampu kilat eksternal? Berikut ini tutorial tentang menggunakannya untuk menciptakan potret wajah yang terlihat surealis di saat hujan

Untuk saran lainnya mengenai cara menangkap lingkaran bokeh, bacalah artikel ini:
Lensa FAQ #8: Di Mana Saya Harus Fokuskan untuk Menangkap Lingkaran Bokeh yang Indah?

Untuk saran dan gagasan lebih lanjut mengenai fotografi di hari hujan, bacalah:
Fotografi Lanskap: Memotret Hujan
Saran untuk Fotografi Pantulan Air: Asyiknya Bermain di Genangan Air!

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

Teppei Kohno

Teppei Kohno

Lahir di Tokyo pada tahun 1976, Kohno lulus dengan menyandang gelar Social Work dari Fakultas Sosiologi, Meiji Gakuin University, dan magang dengan fotografer Masato Terauchi. Dia memberikan kontribusi untuk terbitan pertama majalah fotografi PHaT PHOTO, dan menjadi fotografer independen setelah itu, pada tahun 2003. Sebagai pengarang dari banyak buku, Kohno tidak hanya memotret semua jenis foto komersial, tetapi juga banyak menulis untuk majalah kamera dan lainnya.

http://fantastic-teppy.chips.jp