Scheduled Maintenance: Some services on SNAPSHOT may not be available on 28 July 2019 from 1am to 4am. We apologise for any inconvenience caused.
Close
Produk >> All Products

3 Fitur Penting pada EOS M100 yang Membantu Anda Menghasilkan Foto Serba Mengagumkan

Dengan kamera mirrorless EOS M100 Canon, Anda bisa menangkap foto yang serba indah dengan mudah, hanya dengan mengoperasikan layar sentuh LCD, membuat kamera ini sebagai pilihan yang sungguh bagus jika Anda sedang mencari dan akan membeli kamera lensa dapat dipertukarkan sebagai kamera pertama milik Anda. Ringkas dan ringan, kamera ini juga memiliki banyak fitur yang berperforma tinggi. Berikut ini, kami perkenalkan 3 fitur paling dahsyat dan berbagi sebagian saran mengenai cara memanfaatkannya secara maksimal. (Dilaporkan oleh Reina Kanamori)

Foto malam EOS M100

EOS M100/ EF-M22mm f/2 STM/ FL: 22mm (setara 35mm)/ Aperture-priority AE (f/2,0, 1/60 det., EV ±0)/ ISO 1000/ WB: White fluorescent light (Cahaya neon putih)

Ringan dan ringkas, EOS M100 pas di telapak tangan Anda dan sangat bagus untuk menangkap gambar berbagai momen kenangan. Kamera ini berperforma baik, bahkan pada kecepatan ISO tinggi, membuatnya dapat melakukan bidikan genggam untuk menangkap kemeriahan cahaya lampu yang berkilauan dengan indah.

 

#1: Dual Pixel CMOS AF—Fokus otomatis nyaris seketika untuk menangkap momen yang hanya berlangsung sekejap

EOS M100 menggunakan sistem Dual Pixel CMOS AF, yang mengombinasikan AF perbedaan fase dengan AF kontras untuk mengaktifkan pemfokusan berkecepatan tinggi di bawah kondisi apa pun. Kamera ini juga dilengkapi dengan beragam mode AF dan metode yang bisa dikustomisasi lebih jauh untuk disesuaikan dengan pemandangan yang berbeda-beda. Anda hanya tinggal memilih metode atau mode AF terbaik untuk pemandangan.

Layar pengaturan metode AF

Untuk mengubah metode AF, tekan tombol [Q SET] dan ikon metode AF yang diindikasikan dalam bidikan layar di atas.

 

Contohnya, Face + Tracking AF mendeteksi wajah subjek manusia, dan bingkai AF “dikunci” pada wajah-wajah ini dan melacaknya secara terus-menerus. Hal ini memastikan bahwa Anda tidak akan meluputkan ekspresi wajah yang tak terlupakan yang Anda harap dapat melestarikannya dalam gambar untuk selamanya!

Untuk pemandangan dan subjek yang tidak bergerak, mode AF yang paling sesuai untuk digunakan adalah mode One Shot, yang terus mengunci pada tempat yang sama setelah fokus ditetapkan.

Sementara itu, metode Smooth Zone AF adalah pilihan yang bagus untuk menetapkan fokus pada subjek yang bergerak, karena bingkai AF akan bergerak secara lancar bersama dengan subjeknya. Untuk hasil terbaik sewaktu menangkap objek yang bergerak cepat, gunakan ini dalam kombinasi dengan mode Servo AF, yang akan menjaga fokus tetap pada subjek setelah Anda menekan separuh tombol rana.

Untuk mengetahui mengenai kombinasi metode dan mode AF yang berbeda-beda, bacalah:
EOS 6D Mark II: Apa yang Harus Anda Ketahui Tentang Dual Pixel CMOS AF dan Live View AF

 

Penguin—Dual Pixel CMOS AF

EOS M100/ EF-M22mm f/2 STM/ FL: 22mm (setara 35mm)/ Aperture-priority AE (f/5,6, 1/400 det., EV ±0)/ ISO 100/ WB: White fluorescent light (Cahaya neon putih)

Burung penguin di sini mungkin terlihat seakan sedang mengayuh dengan santai, tetapi sesungguhnya burung ini lebih lincah dari yang Anda perkirakan! Saya berhasil menetapkan fokus yang tepat pada burung penguin dan menangkap gambar kedua burung yang sedang berenang secara tajam, berkat Dual Pixel CMOS AF dengan memperoleh fokus yang amat sangat cepat. Gambar ini dibidik dari bawah akuarium, tetapi burung penguin terlihat seakan-akan sedang terbang di langit, bukan?

 

#2: Pemotretan beruntun—Kemewahan memilih bidikan terbaik dari kesempatan menekan rana

Apabila memotret subjek yang bergerak, mode hebat lainnya untuk digunakan yaitu mode Continuous Shooting (Pemotretan Beruntun). Hal ini memungkinkan Anda membidik hingga 6,1 bingkai per detik apabila dikombinasikan dengan One Shot AF, dan hingga 4 bingkai per detik apabila dikombinasikan dengan Servo AF, memastikan bahwa Anda tidak akan meluputkan peluang menekan rana, apa pun yang Anda bidik, entah itu seorang anak yang sedang gelisah, atau hewan yang tidak bisa diprediksi.

Apabila menggunakan Servo AF dengan mode ini, satu saran saya, yaitu melakukan zoom ke kisaran sudut lebar lensa Anda untuk mendapatkan bidang pandang yang sedikit lebih lebar. Melacak subjek mungkin bisa diatur ulang jika subjek Anda keluar dari bingkai dalam mode Servo AF, tetapi Anda bisa mencegah itu dengan menggunakan komposisi yang lebih lebar.

Jika subjek Anda bergerak sangat cepat, Anda juga perlu memilih kecepatan rana yang pesat untuk memastikan bahwa Anda mendapatkan bidikan yang bagus dari subjek tersebut. Cobalah menggunakan mode Shutter-priority AE (Tv), yang memungkinkan Anda menentukan kecepatan rana.

Drive mode

Untuk beralih ke mode Continuous Shooting (Pemotretan Beruntun), tekan tombol [Q SET] dan pilih ikon Drive Mode yang diindikasikan dalam bidikan layar di atas.

 

Bidikan beruntun dengan EOS M100

EOS M100/ EF-M15-45mm f/3.5-6.3 IS STM/ FL: 20mm (setara 32mm)/Shutter Priority AE (f/4.0, 1/500 det., EV+1,7)/ ISO 1250/ WB: Auto

Kucingku bermain dengan mainannya. Kucingku berputar-putar dengan gerakan cepat saat saya memotretnya, dan gambar ditangkap secara tajam dengan kombinasi Face + Tracking AF dan mode Continuous Shooting. EOS M100 cukup ringan untuk membidik secara mudah dengan menggunakan satu tangan—dan tangan saya yang satunya memegang mainan kucing.

 

#3: Kecepatan ISO tinggi dengan noise minimal—Untuk melakukan bidikan genggam yang serba cantik pada lampu hias

Goyangan kamera memang merupakan kekhawatiran yang nyata apabila memotret di tempat gelap atau yang berpenerangan redup. Satu cara untuk menghindarinya adalah dengan meningkatkan kecepatan ISO, tetapi hal itu turut menghadirkan masalah noise. Namun demikian, EOS M100, yang dilengkapi dengan sensor CMOS 24,2 megapiksel dan prosesor gambar DIGIC 7 Canon yang termutakhir, mampu memberikan gambar yang jelas, bahkan pada kecepatan ISO tinggi. Sekarang, Anda bisa membidik dengan kecepatan ISO yang lebih tinggi untuk bidikan di dalam ruangan dan foto bentangan malam yang lebih stabil.

Menu pengaturan kecepatan ISO EOS M100

Untuk mengubah kecepatan ISO, masuk ke layar menu dan pilih "ISO speed" di halaman 5 menu Shoot.

 

Jika Anda menggunakan lensa yang memungkinkan Anda membidik dengan panjang fokus yang panjang, seperti EF-M55-200mm f/4.5-6.3 IS STM, Anda bisa menangkap lampu hias sebagai lingkaran cahaya yang didefokus, juga dikenal sebagai lingkaran bokeh. Ada 2 hal penting yang perlu diingat apabila menciptakan lingkaran bokeh: 1. Tetapkan kamera ke aperture maksimum (f-number terendah), dan 2. Pastikan bahwa sumber cahaya yang ingin Anda ubah menjadi lingkaran bokeh, berjarak jauh dari subjek utama gambar Anda. Silakan, coba saja sendiri!

Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut tentang menciptakan bokeh

 

lingkaran bokeh pada kecepatan ISO tinggi

EOS M100/ EF-M55-200mm f/4.5-6.3 IS STM/ FL: 200mm (setara 320mm)/ Aperture-priority AE (1/250 det., f/6.3, EV-0,3)/ ISO 6400/ WB: White fluorescent light (Cahaya neon putih)

Saya mengubah lampu peri yang membalut batang pohon menjadi bokeh latar belakang untuk menambahkan kilauan ekstra ke bidikan. Bokeh latar depan juga membantu menambah kesan kedalaman ke seluruh gambar. Gambar terlihat jelas dan memiliki noise minimal, bahkan pada ISO 6400.

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

 

Reina Kanamori

Reina Kanamori

Lahir di Tokyo pada tahun 1979, Kanamori memotret dan menulis untuk sekian banyak majalah dan buku foto, serta mengajar kelas fotografi. Ia berkomitmen kepada dirinya sendiri mengenai fotografi lanskap di tempat tujuan, baik di dalam maupun di luar Jepang, juga pada kehidupannya sehari-hari bersama dua ekor kucing dengan kebutuhan khusus yang diadopsinya.

http://kanamorireina.com/