Scheduled Maintenance: Some services on SNAPSHOT may not be available on 28 July 2019 from 1am to 4am. We apologise for any inconvenience caused.
Close
Tips & Tutorials >> All Tips & Tutorials

4 Saran Sang Pakar untuk Menangkap Bidikan Cemerlang Kembang Api Tunggal

Kembang api bisa dinyalakan dan diluncurkan secara tunggal atau sebagai suatu rentetan. Berikut ini beberapa saran sang pakar mengenai cara menangkap bidikan tunggal kembang api sedemikian rupa sehingga menonjolkan bentuknya yang indah. (Dilaporkan oleh Gensaku Izumiya)

Sejumlah hal yang perlu diperhatikan untuk fotografi kembang api

 

Tekan rana apabila Anda mendengar bunyi letupan, dan hanya melepaskan rana setelah efek kembang api memudar

Hal yang perlu diperhatikan apabila memotret kembang api bidikan tunggal
- Amati dulu kembang api untuk mengetahui setinggi apa kembang api itu akan diluncurkan, dan berapa besarnya.
- Siapkan kamera pada tripod, dan gunakan remote switch (sakelar jarak jauh) untuk melepaskan rana.
- Segera buka rana setelah Anda mendengar bunyi letupan, kemudian tutup kembali setelah efek kembang api memudar.
- Bidik pada posisi vertikal untuk menangkap seluruh kembang api dengan segala keindahannya.
× Hindari membidik apabila terdapat banyak asap di sekelilingnya.
× Debu dari peluncuran kembang api dapat berserakan di sekitar tempatnya, jadi, sering-seringlah menyeka lensa Anda.

Fotografi kembang api

EOS 5DS/ EF11-24mm f/4L USM/ 14mm/ Manual exposure (f/11, 9 det.)/ ISO 100/ WB: 3.064K
Lokasi: Festival Kembang Api Nagano Ebisu-ko (2016)

 

Kapan melepaskan rana?
Sebagai panduan, tetapkan aperture ke f/11-16, dan kecepatan rana ke 10 detik pada awalnya, sebelum melepaskan rana.

Kapan melepaskan rana sewaktu memotret kembang api

1: Tekan tombol pelepasan rana apabila Anda mendengar bunyi kembang api yang melesat ke udara
2: Lepaskan tombol setelah efek kembang api memudar

 

Amati terlebih dulu kembang apinya
Jika yang diluncurkan secara berturutan adalah jenis kembang api yang sama, jangan memotret yang pertama kali diluncurkan. Sebaiknya, amati kembang api supaya Anda punya gambaran seberapa tinggi kembang api melesat ke angkasa, dan berapa lama selang waktu dari saat kembang api meledak sampai memudar sepenuhnya. Setelah Anda memastikan posisinya, sesuaikan pembingkaian dan coba untuk benar-benar memotret kembang api yang diluncurkan kedua dan selanjutnya.

Di sini saya akan memperkenalkan 4 teknik untuk mengambil bidikan kembang api yang serba indah, secara berturut-turut.

 

Saran 1: Kecepatan rana akan memengaruhi bentuk kembang api

Dalam fotografi standar, pencahayaan ditentukan oleh aperture, kecepatan rana, dan kecepatan ISO. Namun demikian, untuk kembang api, Anda harus mempertimbangkan kecepatan rana sewaktu menangkap bentuk kembang api. Tetapkan mode pencahayaan ke "Bulb", dan biarkan rana terbuka sampai kembang api mengembang sepenuhnya.

Kedua foto di bawah ini diambil dengan menggunakan f/11 dan ISO 100. Namun demikian, bentuknya tampak berbeda, karena kembang api dibidik dengan kecepatan rana yang berlainan.

○ Efek kembang api dengan bentuk yang indah

Kembang api (bentuknya indah)

 

× Efek kembang api (bentuknya kurang bagus)

Bentuk kembang api yang tidak bagus (1 detik)



Bentuk kembang api yang tidak bagus (5 detik)

 

Saran 2: Kecerahan kembang api ditentukan oleh aperture dan kecepatan ISO

Gunakan aperture dan kecepatan ISO untuk menyesuaikan kecerahan kembang api. Untuk meminimalkan noise, cobalah menetapkan kecepatan ISO rendah, ISO 100 dan aperture f/11-16. Jika gambarnya terlalu cerah, persempit aperture ke sekitar f/22. Dengan mencermati inti kembang api dalam foto, Anda bisa melihat, bahwa apabila f/11 digunakan, gambarnya terlihat tepat dan bagus. Namun demikian, pada f/8, gambar akan kelebihan cahaya dengan semburat putih (white blown out), sedangkan gambarnya tampak terlalu gelap pada f/22.

○ Kecerahannya pas

Gambar kembang api dengan kecerahan yang pas (f/11)

 

×Terlalu cerah (Perhatikan blowout di bagian tengah)

Kembang api terlalu cerah

×Terlalu gelap

Kembang api terlalu gelap

 

Saran 3: Cobalah membidik pada sudut yang sedikit lebih lebar, lalu dikrop

Apabila menyusun kembang api bidikan tunggal, aturan pokoknya adalah menyelaraskan seluruh efek kembang api, dari saat diluncurkan sampai memudar, di dalam bingkai. Cobalah membidik pada sudut yang lebih lebar, karena kembang api bisa jadi lebih besar dari yang Anda perkirakan, atau mungkin jarak lintasannya lebih panjang. Sebagai panduan, bidik pada sekitar 24mm, kemudian krop bidikannya.

Gunakan sudut pandang 24mm, kemudian krop gambarnya

 

Saran 4: Sejajarkan fokus kembang api dengan lokasi peluncurannya

Jika Anda bisa, sejajarkan fokus dengan "laras" pada lokasi peluncuran kembang api. Apabila keadaannya menjadi gelap, Anda tidak akan dapat melihat lokasinya, jadi fokuskan kamera sewaktu masih terang di luar. Setelah menetapkan MF ke infinity (∞), sesuaikan folus dalam Live View. Setelah fokus disesuaikan, tetapkan ring (cincin) penyesuaian pada posisinya dengan menggunakan pita perekat.

Sejajarkan fokus kembang api dengan lokasi peluncurannya

 

Untuk informasi selengkapnya mengenai teknik pemotretan untuk kembang api, baca artikel berikut.
2 Benda Sehari-hari yang Bisa Mengubah Foto Anda
Menyambut Tahun Baru dengan Kembang Api Warna-Warni di Ancol, Indonesia
Memotret Kembang Api: Tutorial
Cara Menangkap Bidikan Genggam Pertunjukan Kembang Api yang Artistik

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

 

Digital Camera Magazine

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

Gensaku Izumiya

Gensaku Izumiya

Lahir di Akita pada tahun 1959, sepanjang hidupnya Izumiya sangat menghayati pemotretan kembang api. Ia terutama memotret lanskap, komersial, orang, barang dan masakan, serta menciptakan foto tentang api dan air. Gensaku Izumiya adalah anggota Japan Professional Photographers Society (JPS).