Scheduled Maintenance: Some services on SNAPSHOT may not be available on 28 July 2019 from 1am to 4am. We apologise for any inconvenience caused.
Close
Tips & Tutorials >> All Tips & Tutorials

Menangani Penerangan Alami: Telephoto Macro Bebungaan dalam Cahaya Larut Senja

Mengetahui cara membaca cahaya merupakan keterampilan fotografi yang penting! Dalam rangkaian artikel ini tentang “Menangani Penerangan Alami”, kita akan mencermati cara fotografer menganalisis cahaya sekitar untuk menghasilkan gambar dengan penerangan yang indah. Yukie Wago, terkenal karena kesengajaannya dalam penggunaan cahaya dan bokeh dalam bidikan telephoto macro bebungaan. Dia akan memberi tahu caranya, sehingga mampu menghasilkan nada warna yang seragam dalam penerangan ini, gambar nan sejuk bebungaan kosmos. Hal ini dapat dihasilkan walaupun sang surya menghadang dari depan, suatu kondisi yang biasanya menyebabkan kontras yang buruk. Anda juga bisa mencobanya kalau lain kali mengunjungi taman bunga, mau bukan? (Dilaporkan oleh: Yukie Wago, Digital Camera Magazine)

Close-up bunga kosmos merah mudah pada bokeh lembut yang tercipta dari bebungaan lainnya dan cahaya matahari.

EOS 6D/ EF300mm f/2.8L IS USM/ FL: 300mm/ Aperture-priority AE (f/2.8, 1/320 det., EV -0,3)/ ISO 250/ WB: Mendung

 

Kisah di balik bidikan

Kondisi pemotretan yang biasanya mudah menghasilkan kontras yang buruk

Gambar bebungaan kosmos di atas dibidik dalam rentang waktu cemerlang (golden hour) pada hari yang jernih saat larut senja, dan sang surya bersinar di hadapan saya. Kondisi pemotretan semacam itu biasanya menyebabkan kontras yang kuat, tetapi saya ingin menciptakan gambar yang terkesan lebih lembut. Kuncinya yaitu mengurangi kontras dalam bidikan sehingga nada warnanya rata.

Saya akan menjelaskan lebih lanjut tentang keputusan saya atas penerangan, pencahayaan dan penyuntingan, di bawah ini.

Catatan:  Saya juga menetapkan white balance ke ‘Cloudy’, yang menghasilkan nada warna yang agak hangat yang membuat suasana terkesan lebih akrab tetapi warna jingga terlalu dahsyat.

 

Menganalisis cahaya dan pemaparan

Menandai arah cahaya dan area bayangan pada diagram.

Arah cahaya: Penerangan samping dari sisi kiri depan bingkai

Yang ingin saya lakukan:

- Memastikan bahwa cahaya matahari yang menerangi bunga kosmos pada (A) tidak terlalu benderang, yang akan menghasilkan bayangan yang kasar.
- Angkat area bayangan pada (B), yang tercipta oleh pepohonan di belakangnya. Hal ini akan menjadi lebih gelap apabila cahaya yang menimpa (A) berkurang.


Membaca histogram

Histogram gambar

Puncak histogram ini berada di tengah, yang mengindikasikan bahwa ada sekian banyak piksel dalam gambar memiliki nada warna menengah. Bebungaan kosmos berada pada (A) sewaktu bayangan diciptakan oleh pepohonan pada (B). Keduanya sangat dekat ke bagian tengah.

Dengan menerpakan pencahayaan bidikan untuk (A) akan meningkatkan jumlah piksel cerah, yang akan membuat gambar terlalu cerah dan kehilangan dimensi. Untuk menjaga agar keseimbangannya tetap baik, saya harus mengurangi pencahayaan sedikit dan memastikan bahwa ISO tidak terlalu tinggi, kemudian angkat bayangan di B ketika melakukan pasca-pemrosesan gambar RAW.

Saran: Sewaktu memutuskan mengenai pencahayaan, Anda juga harus mempertimbangkan, bagaimana Anda akan menyunting bidikan itu. Ini akan membantu penampilan gambar Anda menjadi lebih mengesankan!

 

Membuat keputusan dan bertindak


Untuk (A): Mencegah kontras yang kuat pada subjek utama

Langkah 1: Bergerak sedikit ke samping agar tidak berhadapan secara frontal dengan sang surya

Ladang bunga kosmos dengan cahaya latar yang benderang

Pemandangan pemotretan
Lingkaran: Sinar cahaya menembus pepohonan

Pertama-tama, saya menyusun bidikan supaya pemandangan tidak secara langsung disinari oleh cahaya matahari. Cahaya latar semacam itu akan menghasilkan kontras yang kasar, dan juga bisa menyebabkan flaring (efek seperti kabut atau asap). Alih-alih, saya bergeser supaya matahari berada di samping—dalam hal ini, di sisi kiri.


Langkah 2: Cari tempat yang cahaya mataharinya lebih lemah

Meskipun cahaya matahari menyinari dari samping bukan secara frontal, tetapi cahaya matahari masih terlalu benderang. Saya menemukan suatu sudut di mana bebungaan kosmos disinari oleh cahaya yang tersaring di antara dedaunan. Cahaya ini lebih lembut, halus dan membuat penerangan pada bebungaan lebih merata.

 

Untuk (B): Mengangkat area bayangan

Close-up area bayangan dan bokeh sebelum pasca-pemrosesan

Close-up area bayangan dan bokeh setelah pasca-pemrosesan

Ketika saya mengerjakan pasca-proses file gambar RAW, saya melakukan yang berikut ini:

1. Mengangkat bayangan. (Untuk gambar ini: Semuanya hingga maksimal)
2. Mengurangi cahaya terang untuk menetralkan cahaya matahari yang benderang. (Untuk gambar ini: Sekitar -50%). Hal ini juga mencegah ledakan cahaya dalam lingkaran bokeh yang terbentuk dari cahaya.

Langkah-langkah ini sepenuhnya menghilangkan kontras yang kasar, sehingga suasananya terkesan ringan dan segar.

 

Apa lagi cara lain untuk memotret tumbuhan dengan lensa telephoto? Cari tahu dalam artikel ini:
Teknik Lensa Telefoto: Menciptakan Beberapa Lapisan "Bokeh"
Memotret Bunga: Cara Menciptakan Lampu Sorot Lingkaran Bokeh yang Cemerlang dengan Lensa Makro
Lensa Apakah untuk Memotret Bunga Dengan Bokeh Latar Depan yang Besar?

Saran dan gagasan lainnya untuk memotret di sini:
Fotografi Bunga: Teknik yang Berguna dan Berbagai Fitur Kamera
Bagaimana Memotret Bunga yang Lebih Dramatis?


Baca juga:
Menangani Penerangan Alami: Peron Kereta Api di Pagi Hari

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi.

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

Digital Camera Magazine

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

Yukie Wago

Yukie Wago

Bermukim di Fukuoka City, Prefektur Fukuoka, Yukie Wago mulai memotret dan melakukan syuting dengan kamera film dan kamera mainan. Perjalanan kariernya dalam memotret aneka bunga dan berbagai benda hidup diawali ketika ia mendapatkan kamera DSLR pertamanya. Semenjak itu, dia terkenal karena gayanya yang khas, yang melibatkan pemotretan dengan lensa telefoto sekaligus menyertakan cahaya dan bokeh secara sengaja, yang pada akhirnya menciptakan beragam gambar yang mengingatkan sejumlah adegan film tentang dongeng dan fantasi.