Tips & Tutorials >> All Tips & Tutorials

Cara Menangkap Gambar Memesona dari Benda Biasa

Foto jalanan yang paling memukau memberikan cara berbeda untuk melihat berbagai benda yang tampak sehari-hari. Dalam artikel ini, kami berbagi sebagian gagasan untuk menciptakan gambar serba unik dari subjek yang tampak membosankan. (Dilaporkan oleh: Ikuko Tsurumaki, Kazuo Nakahara)

Pantulan ikan pari

EOS 5D Mark III/ EF16-35mm f/2.8L II USM/ FL: 24mm/ Aperture-priority AE (f/2.8, 1/125 det., EV±0)/ ISO 10000/ WB: 5.700K
Foto oleh Kazuo Nakahara

Ada kalanya Anda bisa menemukan sudut yang menarik di tempat yang paling tidak terduga. Suatu hari ketika saya sedang santai di sebuah kafe, saya melirik ponsel saya di atas meja dan, ternyata ponsel saya telah menjadi semacam jendela ke dunia yang serba baru—atau lebih tepatnya, dunia bawah air dari tangki akuarium yang terpantul pada layar ponsel. 

 

Gagasan 1: Cari pantulan pada objek yang tidak terduga

Perpaduan yang tidak lazim, membangkitkan rasa penasaran

Memang, tampak agak aneh melihat dunia lain yang terpantulkan pada benda biasa yang tampak sehari-hari. Secangkir kopi di samping ponsel, juga terpantulkan, menciptakan perpaduan yang ganjil, yang wajib saya abadikan. Jadi, saya potret, menggunakan sudut lebar sehingga sebagian besar akuarium dapat ditangkap kamera.

 

Menyempurnakan bidikan

Untuk mendapatkan bidikan jitu ini, yang penting adalah:

1. Menetapkan fokus pada gambar yang dipantulkan. Gunakan MF jika Anda tidak bisa mendapatkan fokus dengan menggunakan AF. Jika Anda menetapkan fokus pada ponsel, pantulannya tidak akan tertangkap dengan tepat.
2. Bekukan gerakan.  Saya memilih kecepatan rana yang membekukan gerakan ikan untuk menuntaskan efek surealis.

 

Bidikan yang gagal: Pantulan "menghilang" apabila Anda fokus pada benda yang salah

Ponsel dan cangkir kopi (tidak ada pantulan, bidikan gagal)

EOS 5D Mark III/ EF16-35mm f/2.8L II USM/ FL: 35mm/ Aperture-priority AE (f/2.8, 1/125 det., EV±0)/ ISO 12800/ WB: 5.700K
Foto oleh Kazuo Nakahara

Ketika saya menetapkan fokus pada seluruh ponsel alih-alih pada layarnya, saya gagal menangkap pantulan akuarium dan hanya menghasilkan bidikan biasa dari objek yang ada di atas meja.

Bacalah artikel lainnya tentang memotret pantulan:
Saran untuk Fotografi Pantulan Air: Asyiknya Bermain di Genangan Air!
Dunia Sejuk, Tenteram dengan Pantulan Air dan White Balance

 

Gagasan 2: Sertakan sub-frame untuk titik pandang subjektif

Mobil antik (dengan sub-framing)

EOS 5D Mark III/ EF50mm f/1.2L USM/ FL: 50mm/ Aperture-priority AE (f/2, 1/250 det., EV+0,7)/ ISO 100/ WB: Auto
Foto oleh Ikuko Tsurumaki

Saya memotret mobil antik ini dari kursi penumpang depan dari mobil di belakangnya. Dengan membingkai komposisi yang menyertakan bagian kap mesin dan bingkai jendela mobil saya, saya menciptakan titik pandang subjektif.  

Apakah Anda merasa seakan-akan berada di kursi depan? Inilah yang ditimbulkan oleh titik pandang subjektif: Memberikan ilusi kepada pemirsa, seakan-akan ia terlibat dalam pemandangan tersebut, bukan hanya mengamatinya. Membingkai bidikan dengan cara ini, menciptakan hal yang menarik secara visual, dan mengemukakan suatu cerita, yang meninggalkan banyak hal bagi imajinasi pemirsanya.

Anda mungkin juga tertarik untuk membaca:
Teknik Lensa Standar: Menggunakan Titik Pandang untuk Menarik Pemirsa
EF50mm f/1.8 STM: Ulasan dengan Saran Komposisi yang Berguna
Mengapa Fotografer Profesional Sangat Menyukai EF50mm f/1.4 USM: Fitur Unik & Saran Penggunaan

 

Mengapa saya memilih f/2

Untuk pemandangan ini, saya memilih untuk menggunakan aperture yang agak lebar f/2, yang hanya sedikit di atas 'one shutter speed stop' dari aperture maksimum. Ini karena:

- Saya memotret dari kendaraan yang sedang bergerak dan memerlukan kecepatan rana pesat;
- Saya ingin menghasilkan bokeh latar depan yang bagus, menggunakan lensa 50mm; dan
- Dengan membuat area di sekeliling mobil antik (yang berada dalam fokus) terlihat lebih lembut, saya bisa mengisolasi mobil dan membuatnya "menonjol".

 

Menyempurnakan bidikan

Memotret saat bergerak merupakan hal yang menantang, karena kondisinya selalu berubah-ubah. Untuk pemandangan ini, tujuan saya yaitu:

1. Menemukan sudut kamera yang membuat mobil antik terlihat menarik;
2. Memastikan, bahwa jarak antara mobil saya dan mobil antik tidak terlalu jauh; dan
3. Menangkap bidikan pada waktu yang tepat, di mana pemandangan di sekitarnya melengkapi penampilan mobil antik warna biru dan membuatnya menonjol.

Saya juga memastikan, bahwa tidak ada elemen apa pun yang mengganggu di latar belakang.

 

Bidikan yang gagal: Tidak ada sub-framing yang menciptakan foto membosankan

Bidikan mobil antik yang gagal (tanpa sub-framing)

EOS 5D Mark III/ EF50mm f/1.2L USM/ FL: 50mm/ Aperture-priority AE (f/1.4, 1/1000 det., EV+0,7)/ ISO 100/ WB: Auto
Foto oleh Ikuko Tsurumaki

Bidikan ini diambil tanpa efek sub-framing yang dihadirkan oleh jendela mobil. Bidikan ini tidak memberikan suatu konteks—Anda tidak dapat membedakan, bahwa pemandangan ini dibidik dari dalam kendaraan lain. Tidak ada kesan suatu cerita, dan gambar menjadi agak biasa dan tidak menarik.

Cari tahu cara lainnya untuk membingkai foto Anda, dalam artikel berikut ini:
Cara Membingkai Foto Anda

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

 

Digital Camera Magazine

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

Kazuo Nakahara

Kazuo Nakahara

Lahir di Hokkaido pada tahun 1982, Nakahara berpaling ke fotografi setelah bekerja di perusahaan manufaktur bahan kimia. Ia mengambil jurusan fotografi di Vantan Design Institute dan ia juga berprofesi sebagai penceramah untuk lokakarya serta seminar fotografi, selain bekerja dalam bidang fotografi komersial. Ia juga merupakan perwakilan dari situs web informasi fotografi, studio9.

http://photo-studio9.com/

Ikuko Tsurumaki

Ikuko Tsurumaki

Lahir di Tokyo pada tahun 1972, Tsurumaki mulai belajar fotografi saat bekerja di biro iklan, dan meniti karier fotografer yang diawalinya sebagai asisten. Pada saat ini, ia sibuk dalam berbagai kegiatan, termasuk melakukan pemotretan untuk majalah, menulis artikel, dan mengadakan ceramah serta seminar fotografi.

http://www.ikukotsurumaki.com/