Scheduled Maintenance: Some services on SNAPSHOT may not be available on 28 July 2019 from 1am to 4am. We apologise for any inconvenience caused.
Close
Tips & Tutorials >> All Tips & Tutorials

Pantulan: Bentangan Laut yang Tak Bertepi di Senja Hari

Fotografer bentangan laut, Minefuyu Yamashita mendapatkan peluang sempurna untuk mengambil bidikan pantulan saat senja (golden hour) pada suatu hari ketika ombak surut dan terdapat gumpalan awan nan tebal menghiasi langit. Dia berbagi kisah dan keputusan yang diambil di balik bidikan itu. (Dilaporkan oleh: Minefuyu Yamashita, Digital Camera Magazine)

Bentangan laut dengan pantulan sepanjang senja hari (golden hour)

EOS 5D Mark IV/ EF16-35mm f/2.8L III USM/ FL: 16mm/ Aperture-priority AE (f/11, 1/250 det., EV-0,3)/ ISO 250/ WB: Shade 
Musim: Panas/Waktu: Larut Senja
Lokasi: Nagura Bay, Ishigaki Islands, Okinawa

 

Keputusan penting pemotretan 

- Sudut Ultra Lebar pada 16mm: Untuk menambah perspektif
- Komposisi simetris: Untuk menegaskan kesan keluasan
- Larut senja, perhatikan ombaknya: Untuk air yang tenang dan pantulan yang lebih jernih

(Klik pada tautan untuk detail selengkapnya pada tiap keputusan. Gulir sampai ujung untuk mendapatkan saran bonus!)

Pengaturan lain: 

- White balance: ‘Shade’ untuk menyempurnakan warna suasana senja

 

Sudut ultra lebar pada 16mm: Untuk menambah perspektif

27mm: Gumpalan awan terlihat lebih besar, tetapi tidak terbentang secara luas

Pantulan bentangan laut pada 27mm

Memotret dengan sedikit mempersempit rana pada 27mm membuat awan di langit maupun pantulannya terlihat lebih besar dan detail awan lebih kentara. Menarik perhatian ke satu elemen dengan cara ini akan berhasil, kalau awan terlihat biasa, namun gumpalan awan dalam pemandangan ini memang unik. Semakin kuat efek berlebihan perspektif sudut lebar pada 16mm membantu “merentangkan” gumpalan awan dan membuat seluruh bentangan terlihat lebih mengesankan.

 

Komposisi: Simetris secara horizontal dan vertikal

Saya perhatikan, bahwa gumpalan awan besar di kiri dan kanan teluk, bentuknya mirip, yang menciptakan simetris di sepanjang sumbu vertikal. Saya menempatkan cakrawala di tengah untuk menciptakan simetris horizontal antara langit di bagian atas dan pantulan di bawah. Komposisi ini tampak bagus dengan efek perspektif sudut ultra lebar untuk menciptakan suatu ilusi tentang laut dan langit yang tak bertepi.

Saran:
- Pantulan air akan sedikit lebih gelap daripada bentangan aslinya yang sedang dipantulkan. Kalau Anda menerpakan cahaya untuk pantulan, langit yang sesungguhnya mungkin menjadi kelebihan cahaya.

Baca juga:
Membuat Keputusan dalam Fotografi Lanskap: Memutuskan, Apakah Menyertakan atau Tidak Menyertakan Matahari dalam Bingkai

 

Waktu: Larut Senja + Perhatikan ombak

Waktu: Memengaruhi posisi pemotretan Anda

Posisi matahari di langit memengaruhi kejernihan pantulan, dan Anda harus menyesuaikan sudut atau ketinggian kamera.

Khusus untuk lokasi ini, saat matahari sedang berada tinggi di langit, saya mendapatkan tantangan untuk mendapatkan posisi pemotretan yang sempurna untuk mengabadikan pantulan yang jernih. Lebih mudah untuk mendapatkan pantulan yang lebih jernih apabila memotret di larut senja. Anda tidak perlu mencemaskan kualitas pantulan sehingga dapat berfokus pada hal lainnya, seperti menyusun bidikan dan memeriksa pergerakan pada permukaan air.

Pantulan bentangan dengan langit yang biru

Lokasi yang sama, dibidik pada siang hari.

Ingat: Keluarkan filter CPL Anda! Ini satu contoh yang mana Anda tidak ingin perairan terlihat bening.


Pergerakan ombak berarti, air bergerak.

Apabila memotret bentangan laut, selalu periksa ombaknya. Warna langit selalu berubah saat senja, sehingga Anda dapat mengabadikan wajah tempat yang sama namun tampak berbeda. Ombak bisa meninggi sewaktu-waktu saat Anda memotret, yang akan menghasilkan permukaan air yang lebih bergejolak.

Bentangan laut dengan suasana senja merah

Ini dibidik 30 menit kemudian di tempat yang sama seperti gambar paling atas (agak sedikit ke kanan).  Ombak sudah mulai meninggi, menyebabkan pergerakan pada permukaan air. 

 

Saran bonus: Menilai lokasi

Fitur geografis memengaruhi dampak angin dan gelombang

Fitur geografis hamparan air dapat memberikan petunjuk seberapa tenang air yang dapat Anda perkirakan. Teluk seperti Nagura Bay melekuk ke daratan sehingga tidak terlalu terpengaruh oleh angin dan gelombang. Karenanya, teluk semacam itu memiliki perairan yang lebih tenang dibandingkan dengan laut yang terbuka.

Perhatikan juga di mana mulut teluk itu berada. Untuk Nagura Bay, ini terletak di bagian barat, yang berarti bahwa pemotretan pantulan akan sungguh menantang apabila angin berembus dari barat.

 

Untuk saran lainnya mengenai memotret pantulan, bacalah:
Pantulan: Kereta Api Uap Melaju Dalam Suasana Senja nan Dramatis
Saran untuk Fotografi Pantulan Air: Asyiknya Bermain di Genangan Air!

Untuk saran lainnya mengenai cara memotret bentangan laut dan gelombang, baca artikel berikut ini:
Fotografi Lanskap: Pemotretan Pemandangan Laut
Fotografi Ombak: Menangkap Bidikan Bagaikan Sutera, Rana Lambat dengan Warna Serba Indah
Panduan Langkah-demi-Langkah untuk Menangkap Percikan Ombak pada Pengaturan Fast Shutter Speed
Fotografi Ombak: Kecepatan Rana Manakah yang Digunakan untuk Menggambarkan Kedahsyatan dan Kekuatan?

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi.

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

Digital Camera Magazine

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

Minefuyu Yamashita

Minefuyu Yamashita

Lahir pada tahun 1979 di Aichi. Setelah mendapatkan pengalaman kerja sebagai perancang interior dan grafis, Yamashita menjadi fotografer independen pada tahun 2011. Karyanya sudah digunakan di banyak kalender.

http://www.minefuyu-yamashita.com