Scheduled Maintenance: Some services on SNAPSHOT may not be available on 28 July 2019 from 1am to 4am. We apologise for any inconvenience caused.
Close
Tips & Tutorials >> All Tips & Tutorials

Percantik Bidikan Anda dengan EF-EOS R Drop-in Filter Mount Adapter

Dengan Drop-in Filter Mount Adapter EF-EOS R, Anda dapat menggunakan filter ND atau filter CPL dengan lensa EF apa pun, bahkan lensa yang tidak menggunakan filter ulir—seperti sudut ultra lebar EF11-24mm f/4L USM. Ketahui lebih lanjut mengenai berbagai hal mengagumkan yang dapat Anda lakukan, dalam artikel ini. (Foto dan naskah oleh: Yoshiki Fujiwara)

Sejumlah adaptor dudukan EF-EOS R yang berbeda-beda, yang memungkinkan Anda menggunakan lensa EF dengan kamera EOS seri R, kamera yang dilengkapi filter drop-in, yang mungkin paling menarik. Anda dapat menggunakan filter dengan lensa apa pun, tanpa menghiraukan ulir dan diameter filter, hanya dengan memasukkan filter yang kompatibel ke dalam adaptor.

Ada dua jenis adaptor dudukan filter drop-in: Satu jenis filter yang memiliki circular polarising (CPL), dan filter lainnya memiliki neutral density (ND) variabel yang memungkinkan Anda menyesuaikan densitas dari antara kesetaraan ND3 hingga ND500 (kesetaraan efek hingga 9 stop kecepatan rana).

 

Drop-in Filter Mount Adapter EF-EOS R dengan filter CPL dan filter ND variabel

Drop-in Filter Mount Adapter EF-EOS R
Filter CPL dan filter ND variabel, yang dilengkapi dengan adaptor, juga tersedia sebagai add-on terpisah. Apabila Anda tidak ingin ada efek filter apa pun, Anda bisa menyisipkan filter bening, yang dijual secara terpisah.

 

2 fitur Drop-in Filter Mount Adapter EF-EOS R yang patut dicatat

#1: Filter ini berfungsi pada lensa EF/EF-S apa pun

EOS R dengan Drop-in Filter Mount Adapter EF-EOS R dan Lensa EF11-24mm f/4L USM

Adaptor dudukan bisa digunakan pada lensa EF/EF-S tanpa ulir filter, seperti sudut ultra lebar EF11-24mm f/4L USM. Dan, karena ukuran filter tidak berpengaruh, Anda tidak perlu membeli filter yang berbeda-beda untuk ukuran lensa yang berlainan! Hal ini khususnya praktis untuk videography, di mana filter ND memang penting untuk mengontrol pencahayaan sewaktu membidik dalam kondisi cerah.

#2: Anda bisa menyesuaikan efeknya dengan memutar dial (kenop)

Untuk menyesuaikan kekuatan efek filter, putar dial (kenop) pada adaptor dudukan. Anda bisa melakukannya, meskipun saat Anda mengecek efeknya melalui EVF.

 

Menggunakan filter polarisasi melingkar

Mengontrol pantulan untuk mengabadikan warna dan detail pemandangan aslinya

Pepohonan di musim gugur

EOS R / EF11-24mm f/4L USM/ FL: 11mm/ Manual Exposure (f/8, 1/15 det.)/ ISO 100/ WB: Auto
Efek Filter: Kuat


Filter CPL berguna untuk pemandangan semacam apa?

Cahaya yang dipantulkan tidak hanya mencegah kita untuk memotret berbagai hal di bawah permukaan air, tetapi juga bisa membuat warna tampak lebih kusam daripada yang Anda lihat. Dengan menggunakan filter circular polarising (CPL) untuk mempolarisasikan (“cut out”) cahaya pantulan, Anda bisa:

- Membuat air terlihat lebih jernih
- Memekatkan warna biru langit
- Menangkap warna musim gugur dalam segala kemegahan dan kecemerlangannya

Pada Drop-In Filter Mount Adapter EF-EOS R dengan filter CPL, Anda bisa menyesuaikan efek polarisasi dengan memutar dial (kenop).

Saran: Dengan sisa secercah pantulan, dapat meningkatkan dimensi pemandangan.

 

Memekatkan warna langit

Efek filter CPL pada dedaunan musim gugur

1. Kuat
2. Lemah
3. Tanpa filter CPL

Pantulan dari cahaya matahari menyebabkan langit tampak putih. Anda nyaris tidak melihat pohon di sisi kiri. Menggunakan efek terkuat pada filter CPL, memupus cahaya pantulan, memulihkan detail dan warna.

 

Memupus pantulan permukaan

Dedaunan di bawah permukaan kolam

EOS R/ EF11-24mm f/4L USM/ FL: 24mm/ Manual Exposure (f/8, 1/15 det.)/ ISO 200/ WB: Auto
Efek Filter: Strong

 

Efek CPL pada pantulan air

1. Kuat
2. Lemah
3. Tanpa filter CPL

Cahaya matahari yang memantul dari permukaan kolam begitu kuat, sehingga tanpa filter CPL, hanya pantulan di sekitar pepohonan yang akan tertangkap. Itu akan membuat bidikannya bagus dengan sendirinya, tetapi saya ingin menunjukkan juga dedaunan yang berjatuhan di dalam kolam, dan di sinilah filter CPL bisa membantu.


Berikut ini ada lagi pemandangan yang membuktikan kalau filter PL memang berguna:
2 Gagasan untuk Memotret Bunga Pada Larut Senja
Saran Kilat untuk Memotret Pelangi

 

Menggunakan filter neutral density variabel

Mencapai pencahayaan lebih lama untuk memburamkan air dan awan yang bergerak

Batu karang di aliran sungai

EOS R/ EF11-24mm f/4L USM/ FL: 24mm/ Manual exposure (f/8, 8 det.)/ ISO 200/ WB: Auto
Efek Filter: Strong


Filter ND berguna untuk pemandangan semacam apa?

Filter neutral density (ND) mengurangi cahaya yang masuk, sehingga Anda dapat membidik dengan kecepatan rana yang lebih lambat, bahkan dalam kondisi cerah, seperti cahaya surya tengah hari. Dengan filter ini, Anda bisa:

- Membuat aliran air terlihat selembut sutera
- Memburamkan awan
- Menggunakan rana lambat untuk membidik kembang api
- Menggunakan aperture maksimum, bahkan dalam cahaya matahari yang terang benderang


Drop-in Filter EF-EOS R Mount Adapter: Membuat perlengkapan Anda jadi ringkas

Filter ND normal, memiliki densitas tetap, dan Anda harus menggunakan filter dengan densitas berbeda kalau ingin memperlambat kecepatan rana dengan jumlah yang berbeda.

Namun demikian, filter ND variabel yang dilengkapi adaptor dudukan EF-EOS-R, memungkinkan Anda untuk menggunakan densitas di mana pun, antara ND3 hingga ND500, yang memperlambat kecepatan rana dari sekitar 1,5 hingga 9 stop kecepatan rana. Hal ini memberi Anda kedayagunaan untuk beranjak dari membuat keburaman secuil, hingga melakukan pencahayaan lama, hingga selama 30 detik.

 

Membuat air terlihat selembut sutera

Efek filter ND variabel pada aliran sungai

1. Kuat
2. Lemah: 1 det.
3. Tanpa filter ND: 1/6 det.

Menggunakan rana lambat akan memuluskan aliran air, membuatnya terlihat tenang dan senyap. Hal ini dicapai dengan menyesuaikan filter ND untuk menghasilkan efek kuat yang memperlambat kecepatan rana hingga ke 8 detik. Pada f/8, tanpa filter, kecepatan rana optimal jauh lebih singkat 1/5 detik.

 

Membuat permukaan air terlihat seperti kaca

Tonggak bambu terpancang di danau yang tenang dengan awan yang berarak

EOS R/ EF11-24mm f/4L USM/ FL: 11mm/ Manual exposure (f/8, 15 det.)/ ISO 100/ WB: Auto
Efek Filter: Strong

 

Efek filter ND variabel pada danau

1. Lebih kuat: 15 det.
2. Lemah: 1,5 det.
3. Tanpa filter ND: 1/20 det.

Dalam pencahayaan lama ini, pergerakan ombak dan arus air sudah diratakan sehingga permukaan danau tampak sebening cermin, yang membantu menarik perhatian pemirsa ke tonggak kayu. Hal ini dihasilkan dengan menggunakan densitas filter ND yang lebih tinggi, yang melambatkan kecepatan rana hingga ke 15 detik.

 

 

Saran akhir: Memadukan dua filter jika lensa Anda memungkinkannya

Kalau lensa Anda juga dapat menggunakan filter berulir, Anda bisa menggunakannya bersama dengan filter di adaptor dudukan. Menggunakan filter ND dan filter CPL secara bersama-sama akan memungkinkan Anda membuat air tampak mulus dan bening dalam bidikan Anda.

Untuk pemandangan lainnya yang ditangkap dengan bantuan filter ND, baca:
3 Saran agar Kisah Pernikahan Anda Lebih Agung (dengan Bantuan EOS R)
Menggunakan Filter Lensa: 2 Teknik dari Fotografer Profesional

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

Digital Camera Magazine

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

Yoshiki Fujiwara

Yoshiki Fujiwara

Semula, ia adalah seorang snowboarder profesional. Fujiwara mengambil kesempatan untuk memulai karier kedua sebagai fotografer setelah pensiun akibat mengalami cedera. Ia berupaya menemukan cara memanfaatkan cahaya alami untuk mendapatkan kesan kebeningannya. Ia memperoleh pengalamannya melalui otodidak yang pada akhirnya menuntunnya untuk menghasilkan foto yang terpilih sebagai salah satu dari “10 Viral Photographs of Tokyo Camera Club” 2014.

http://www.yoshiki-fujiwara.com/