Temukan yang Anda cari

atau cari melalui

topik

Article
Article

Article

e-Book
e-Book

e-Book

Video
Video

Video

Campaigns
Campaigns

Campaigns

Architecture
Kamera Saku

Kamera Saku

Architecture
DSLRs

DSLRs

Architecture
Videografi

Videografi

Architecture
Astrofotografi

Astrofotografi

Architecture
Tanpa Cermin

Tanpa Cermin

Architecture
Fotografi arsitektur

Fotografi arsitektur

Architecture
Teknologi Canon

Teknologi Canon

Architecture
Fotografi cahaya minimal

Fotografi cahaya minimal

Architecture
Wawancara fotografer

Wawancara fotografer

Architecture
Fotografi lanskap

Fotografi lanskap

Architecture
Fotografi makro

Fotografi makro

Architecture
Fotografi olahraga

Fotografi olahraga

Architecture
Fotografi Wisata

Fotografi Wisata

Architecture
Fotografi bawah air

Fotografi bawah air

Architecture
Konsep & Aplikasi Fotografi

Konsep & Aplikasi Fotografi

Architecture
Fotografi Jalanan

Fotografi Jalanan

Architecture
Kamera Mirrorless Full-frame

Kamera Mirrorless Full-frame

Architecture
Lensa & Aksesori

Lensa & Aksesori

Architecture
Nature & Wildlife Photography

Nature & Wildlife Photography

Architecture
Fotografi Potret Wajah

Fotografi Potret Wajah

Architecture
Fotografi Malam

Fotografi Malam

Architecture
Fotografi Hewan Piaraan

Fotografi Hewan Piaraan

Architecture
Solusi Pencetakan

Solusi Pencetakan

Architecture
Ulasan produk

Ulasan produk

Architecture
Fotografi Pernikahan

Fotografi Pernikahan

Produk >> Semua Produk

Mengenal Laras Lensa Anda (1): Marks, Rings, and Switches (Tanda, Cincin, dan Sakelar)

2021-05-28
0
556
Dalam artikel ini:

Sebaik apa Anda benar-benar mengenali laras lensa Anda? Di Bagian 1 seri ini, kita akan menelusuri berbagai fitur berguna yang terdapat pada sebagian besar lensa, atau mungkin pada semua lensa. Bacalah terus, dan mungkin ada sejumlah fungsi yang tidak Anda ketahui!

1) Filter diameter
2) Closest focusing distance
3) Lens mount index
4) Lens hood attachment position mark
5) Zoom ring
6) Focusing ring
7) Control ring
8) Focus mode switch
9) Image stabiliser switch
10) Zoom ring lock lever
11) Focusing/control selector switch
12) Lens mount contacts

 

Apakah arti angka dan simbol pada lensa?


1) Filter diameter (Diameter filter)

Juga dikenal sebagai ukuran filter, dan ini mengacu ke diameter ulir dudukan filter yang memungkinkan Anda memasangkan filter yang disekrup (misalnya, pelindung UV, filter polarising (PL), dan filter neutral density (ND) ke lensa Anda. Contohnya, filter 77mm akan pas dengan lensa ini.

Pahami hal ini: Sebagian lensa tidak dapat menerima filter sekrup karena ukuran atau bentuk elemen lensa depan yang dimiliki lensa tersebut. Anda harus menggunakannya dengan filter drop-in atau sistem pegangan filter.

 

2) Closest focusing distance (Jarak fokus terdekat)

Jarak fokus terdekat, memberi Anda gambaran, seberapa dekat subjek Anda ke sensor gambar sampai lensa tidak lagi dapat fokus ke subjek tersebut. Khususnya, hal ini penting untuk fotografi makro!

Jarak ini berbeda untuk setiap lensa. Tapi, jangan cemas; Anda tidak perlu menghafalkannya. Pada lensa terbaru, fitur ini secara praktis tertera pada sisi laras lensa. EF-M28mm f/3.5 Macro IS STM yang kita lihat di sini, memiliki jarak fokus terdekat 0,093m (9,3cm).

 

3) Lens mount index (Indeks dudukan lensa)

Indeks dudukan lensa adalah suatu tanda pada dudukan lensa yang membantu Anda memasangkan lensa secara aman ke bodi kamera. Sejajarkan tanda ini dengan tanda yang identik pada dudukan kamera, kemudian putar lensa sampai Anda mendengar bunyi klik.


Pahami hal ini: Lensa yang berbeda memiliki indikator indeks dudukan lensa yang berlainan

Jika Anda menggunakan DSLR format APS-C, Anda akan melihat dua tanda berbeda pada dudukan kamera. Hal ini karena kamera DSLR EOS format APS-C dapat menerima lensa EF (dirancang untuk kamera DSLR full-frame) selain lensa native EF-S, tetapi posisi dudukannya berbeda. Sejajarkan tanda pada lensa dengan tanda yang sesuai pada dudukan kamera.

Lensa EF: Titik merah
Lensa RF: Garis merah
Lensa EF-S: Persegi putih
Lensa EF-M: Titik putih


Hal yang sama juga berlaku apabila Anda menggunakan mount adapter (adaptor dudukan).

Pelajari selengkapnya mengenai dudukan yang berbeda-beda di: https://global.canon/en/c-museum/history/lens-mount.html (Versi Inggris)

Pahami hal ini:
- Apabila memasangkan lensa EF-S ke sistem EOS R melalui adaptor dudukan, kamera akan secara otomatis beralih ke mode 1,6x crop.
- Apabila memasangkan lensa (full-frame) EF ke DSLR format APS-C, atau ke kamera seri-M EOS melalui adaptor dudukan, sudut pandang akan dikrop hingga 1,6x panjang fokus setara full-frame.

 

4) Tanda posisi pemasangan Lens hood (Tudung lensa)

Titik merah di ujung laras lensa Anda menunjukkan tempat untuk mendudukkan tudung lensa Anda.


Apabila memasangkan tudung lensa ke lensa, pastikan bahwa titik merah pada tudung lensa sejajar dengan titik merah pada lensa. Kemudian, putar tudung lensa searah jarum jam sampai Anda mendengar bunyi klik. Tudung lensa sekarang sudah terpasang secara aman pada lensa Anda.

Baca juga:
3 Alasan Anda Harus Mulai Menggunakan Tudung Lensa

 

Apa yang dilakukan oleh cincin dan sakelar pada lensa saya?


Ring (Cincin)

Inilah ring (cincin) yang akan Anda temukan pada hampir semua lensa:
(1) Zoom ring (lensa zoom)
(2) Focusing ring
(3) Control ring (lensa RF)

Catatan: Angka cincin dan posisinya pada laras lensa bervariasi, tergantung pada model lensanya. Jika tidak yakin, sebaiknya baca buku panduan lensa Anda.

 

(1) Zoom ring (Cincin zoom)

Terdapat pada lensa zoom, dan dengan memutar cincin zoom akan mengubah panjang fokusnya. Angka pada indeks posisi zoom pada umumnya digunakan panjang fokus dan membantu Anda mengukur sudut pandang saat ini.

Putar cincin zoom berlawanan arah jarum jam untuk zoom in.

Baca juga: Zoom ring lock lever (Tuas kunci cincin zoom)

Pahami hal ini: Apabila Anda memutar cincin zoom selama pencahayaan lama, Anda bisa mendapatkan efek yang lumayan keren. Pelajari lebih lanjut mengenai teknik zoom burst di sini.

 

(2) Focusing ring (Cincin fokus)

Untuk sejumlah pemandangan tertentu, menggunakan mode MF membantu Anda mengatur fokus lebih jitu untuk mendapatkan bidikan yang Anda inginkan. Bagaimana pun desainnya, semua lensa akan memiliki cincin fokus, yang memungkinkan Anda melakukan fokus manual (MF). Memutar cincin fokus akan menggerakkan kelompok lensa fokus di dalam lensa (secara mekanis atau elektronik, tergantung pada desain lensanya), yang mengubah fokus.

Baca juga: Sakelar Focus mode


Lensa prima seperti EF-M32mm f/1.4 STM tidak memerlukan cincin zoom, tetapi lensa ini pasti memiliki cincin fokus!

Saran:
- Jika Anda menggunakan kamera mirrorless yang kompatibel, Anda bisa menggunakan MF peaking dan Focus Guide untuk membantu Anda melakukan fokus manual.
- Pada sistem EOS R, Anda bisa menyesuaikan sensitivitas cincin fokus lensa RF Anda.


Pahami hal ini: Pemfokusan manual penuh

Jika lensa Anda mendukung fokus manual elektronik (baca buku panduan lensa Anda), Anda dapat menimpa AF untuk membuat penyesuaian halus dengan fokus manual meskipun Anda masih dalam mode AF. Ini disebut ‘Full-time manual focusing’ (Fokus manual penuh).

Untuk mengaktifkan fokus manual penuh, Anda harus mengubah pengaturan kamera dan mengaktifkan salah satu dari dua opsi yang diindikasikan oleh panah. Bacalah buku petunjuk kamera untuk keterangan selengkapnya. Pada kebanyakan lensa, fokus manual penuh hanya didukung dalam mode One-Shot AF. Namun demikian, sebagian lensa seperti RF400mm f/2.8L IS USM dan RF600mm f/4L IS USM juga mendukungnya dalam mode Servo AF.

Pelajari tentang bagaimana fokus manual dapat menghasilkan berbagai efek keren pada sejumlah lensa tertentu, dalam artikel:
RF24-105mm f/4-7.1 IS STM: Dunia Surealis dari Centre Focus Macro

 

(3) Control ring (Cincin kontrol)

Cincin kontrol khas untuk lensa RF. Control ring dapat ditugaskan untuk mengontrol aperture, kecepatan rana, kecepatan ISO, atau kompensasi pencahayaan selama mode Manual.

Sebagian lensa, seperti RF50mm f/1.8 STM memadukan fungsi cincin fokus dan cincin kontrol ke dalam satu cincin untuk menyederhanakan desain lensa. Anda menggunakan sakelar pemilih Focusing/control untuk beralih di antara berbagai fungsi.

Semua cincin kontrol memiliki pola bertekstur intan yang khas, yang membuat fitur ini terasa berbeda dari cincin lainnya pada lensa.

 

Switches (Sakelar)

1) Focus mode switch (Sakelar mode Fokus)

Untuk menggunakan autofocusing (AF), tetapkan sakelar ini ke ‘AF’. Untuk membidik sepenuhnya dalam mode manual focus (MF), tetapkan ke ‘MF’. Jika lensa Anda mendukung fokus manual, dengan mengatur kamera untuk memfungsikan full-time manual focusing (fokus manual penuh), Anda dapat melakukan fokus manual, meskipun sakelar ditetapkan ke ‘AF’.

Jika lensa Anda tidak memiliki sakelar ini, Anda harus menggunakan kamera dengan sakelar yang silih-berganti antara AF dan MF.

2) Image stabiliser switch (Sakelar penstabil gambar)

Ini memungkinkan Anda mengaktifkan dan menonaktifkan Optical IS. Dengan memutar IS lensa ke off (mati) apabila Anda tidak memerlukannya, akan membantu menghemat daya, dan juga dapat memberi Anda hasil yang lebih baik selagi menggunakan tripod.

Lensa zoom telephoto dan zoom super telephoto memiliki sakelar image stabilizer (penstabil gambar) yang sudah dimodifikasi, yang akan kita jelajahi dalam artikel yang lain.

3) Zoom ring lock lever (Tuas kunci cincin zoom)

Apabila menggunakan lensa zoom yang panjang, pernahkah Anda mengalami zoom creep, di mana laras lensa memanjang dengan sendirinya sewaktu kamera dimiringkan ke bawah? Sakelar membantu ‘mengunci’ laras lensa di tempatnya ketika cincin zoom ditetapkan ke wide-angle end (ujung sudut lebar).

4) Focusing/control selector switch (Sakelar pemilih Fokus/Kontrol)

Ini terdapat pada lensa RF yang telah memadukan cincin focusing/control (fokus/kontrol). Untuk menggunakan cincin sebagai focusing ring (cincin fokus), tetapkan sakelar ke “Focus”. Untuk menggunakan cincin sebagai control ring (cincin kontrol), tetapkan sakelar ke “Control”.

 

Paling tidak, camkan hal berikut ini: Lens mount contacts (Kontak dudukan lensa)

Dari kontrol pencahayaan dan AF hingga stabilisasi gambar, koreksi aberasi lensa waktu nyata dan lainnya, terdapat banyak komunikasi antara lensa dan bodi kamera ketika Anda membidik, dan semua komunikasi itu terjadi melalui kontak dudukan lensa. Semua kontak ini sensitif, dan fungsi lensa mungkin terpengaruh kalau tergores atau kotor—bahkan dengan sidik jari! Bersihkan dengan kain yang halus kalau lensa menjadi kotor, dan lindungi dengan dust cap (sungkup debu) apabila lensa tidak dipasangkan ke kamera.


Pahami hal ini: Lensa RF memiliki 12 pin koneksi; lensa EF memiliki 8

Pin koneksi yang lebih banyak, bersama dengan protokol transmisi yang sudah lebih baik, memungkinkan komunikasi yang lebih cepat dan berkapasitas lebih tinggi antara lensa RF dan bodi kamera sistem EOS R. Hal ini meningkatkan kemungkinan pada kinerja lensa.

 

---

Berbagai fitur yang kami perkenalkan di atas adalah yang paling umum—sebagian kelas lensa khusus memiliki sejumlah fitur khas yang mencerminkan karakteristiknya atau skenario yang kerap digunakannya. Dalam artikel berikutnya, kita akan menjelajahi sejumlah fitur dan fungsi yang bisa Anda dapatkan pada lensa telephoto dan makro.


Terpesona oleh detail kecil pada lensa? Bacalah:
Lensa FAQ: Apa Arti Nama Lensa dan Mengapa Sebagian Lensa Berwarna Putih?
In Focus: Lenses FAQs

Ketahui selengkapnya mengenai jenis lensa yang berbeda-beda dan teknik lensa dalam:
Dalam Fokus: Dasar-Dasar Lensa

Anda juga dapat belajar lebih lanjut mengenai berbagai komponen kamera Anda di sini

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi.

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

Berbagi foto Anda di My Canon Story & berpeluang ditampilkan pada platform media sosial kami