Scheduled Maintenance: Some services on SNAPSHOT may not be available on 28 July 2019 from 1am to 4am. We apologise for any inconvenience caused.
Close
Produk >> All Products In Focus: RF Lenses- Part 3

6 Fitur Signifikan Lensa RF

Lensa dudukan RF dan lensa RF tidak hanya dibuat pada kekuatan sistem EF, namun satu langkah lebih jauh untuk menyusun ulang strukturnya untuk masa mendatang. Apa keunggulan yang dihadirkan oleh sistem EOS R dan penggambarannya? Baca terus untuk mengetahuinya.

Gambar unggulan lensa RF

 

Dari EF ke RF: Kehebatan lensa RF

Lensa EF pertama dirilis 31 tahun yang lalu, 1987. Memiliki karakteristik dudukan besar yang sepenuhnya elektronik, lensa EF secara praktis identik dengan Canon, dan kualitasnya bisa dibilang menjadi tolok ukur para fotografer di seluruh dunia, dari era kamera film analog sampai hari ini.

Melaju cepat 30 tahun ke tahun 2018. Di era ini, kamera mirrorless, pernah dianggap mustahil, namun sekarang sudah menjadi kenyataan. Dibarengi dengan sistem dudukan RF baru, semuanya ditampilkan dan siap menghadapi tantangan selama 30 tahun ke depan.

Meskipun lensa ini merangkul sistem lensa EF, seperti diameter dudukan besar dan dudukan yang sepenuhnya elektronik, namun sistem dudukan RF menghadirkan sejumlah keuntungannya sendiri. Dalam hal ini, lensa RF tidak hanya melanjutkan kualitas unggulan Canon, tetapi juga merancang ulang untuk mempersembahkan fungsionalitas baru yang jauh lebih baik.

 

#1: Komunikasi lensa-kamera yang lebih baik

12 pin koneksi dudukan, tetapi bukan hanya soal angka-angka

Perbandingan dudukan RF dan dudukan EF secara berdampingan

Dudukan RF: Koneksi 12-pin
Dudukan EF: Koneksi 8-pin

Dudukan RF memiliki 12 pin koneksi, lebih banyak dari lensa EF yang hanya memiliki 8 pin. Dudukan RF pun dilengkapi dengan protokol transmisi yang lebih baik. Semua ini membantu meningkatkan kecepatan dan volume transmisi data antara bodi dan lensa kamera. Memiliki kemampuan komunikasi yang lebih dari cukup, yang mengemukakan, bahwa Canon telah membangun dudukan yang menembus masa depan.

Digital Lens Optimizer (DLO) merupakan satu fitur yang menarik manfaat dari dudukan baru, minimal dalam 2 cara:

1. Data koreksi lensa DLO sekarang dapat disimpan dalam lensa. Data ini dapat langsung ditransfer ke kamera setelah lensa RF dipasang, sehingga tidak perlu mengunduh secara manual dan mendaftarkan data koreksi lensa apabila menggunakan lensa yang baru dirilis ini.

2. Komunikasi lensa-kamera yang lebih cepat, memaksimalkan performa DLO. Sebagai contoh, DLO dapat digunakan selama pemotretan beruntun tanpa memengaruhi kecepatan pemotretan beruntun atau jumlah bidikan. 

 

#2: Diameter dudukan besar

3 dari 4 lensa RF perintis, f/2.0 lebih cepat. Bagaimana mungkin?

Diameter internal dudukan RF yaitu 54mm, yang secara kebetulan ukurannya sama seperti dudukan EF. Pengembang Canon ingin menciptakan sistem dudukan yang tidak hanya memberikan kualitas gambar yang istimewa, namun juga meningkatkan kegunaannya, dan ternyata, ukuran 54mm itu bisa mencapai hasil terbaik.

Secara umum, diameter dudukan yang lebih besar memungkinkan diameter aperture yang juga lebih besar. Meskipun ukuran dudukan RF sama seperti dudukan EF, namun desainnya yang baru memungkinkan lebih banyak keleluasaan dalam desain optik, merintis jalan untuk lensa dengan aperture maksimum yang lebih besar pada jajaran lensa RF.

 

Lensa RF aperture besar

RF28-70mm f/2L USM, RF50mm f/1.2L USM dan RF35mm f/1.8 Macro IS STM

 

#3: Jarak fokus flensa pendek

Hal ini juga menyiratkan jarak fokus latar yang pendek. Apa saja manfaatnya?

Apabila jarak yang tadinya dipenuhi oleh cermin, sekarang dihilangkan, sehingga jarak dari dudukan ke sensor gambar (yaitu, jarak fokus flensa) bisa dibuat lebih pendek.

Ilustrasi jarak fokus latar

Jarak fokus latar: Jarak antara elemen lensa paling belakang dan sensor gambar.
Jarak fokus flensa (Jarak latar flensa): Jarak antara dudukan dan sensor gambar.

Pada EOS R dan EOS RP, jarak fokus flensa adalah 20mm, kurang dari separuh jarak pada kamera DSLR. Bahkan, hal ini terwujudkan setelah mempertimbangkan keperluan untuk mempertahankan desain yang kokoh dan solid. 

Jarak fokus flensa yang lebih pendek, berarti bahwa elemen lensa paling belakang dapat ditempatkan lebih dekat ke sensor. Dengan kata lain, jarak fokus latar (jarak antara elemen lensa paling belakang dan sensor gambar) bisa dibuat lebih pendek. Hal ini tidak hanya memungkinkan bodi kamera untuk dibuat lebih ringkas, tetapi juga memungkinkannya untuk lebih fleksibel pada desain lensa. Apa yang tadinya sulit dilakukan dengan lensa EF, sekarang bisa dicapai.

 

Perbedaan pada fokus latar antara kamera dudukan RF dan EF

Jarak fokus latar pada EOS R dan lensa RF

EOS R + RF24-105mm f/4L IS USM

Jarak fokus latar pada EOS 5D Mark IV dan lensa EF

EOS 5D Mark IV + EF24-105mm f/4L IS II USM

 

#4: Dual Sensing IS dan Hybrid IS

Memberikan kesan keamanan dengan kemampuan stabilisasi gambarnya yang dahsyat

Sistem Image Stabilization (IS) dalam lensa yang konvensional, dilengkapi sensor gyro dalam lensa yang mendeteksi dan mengoreksi goyangan kamera. Dual Sensing IS menyatukan kedua hal ini, dan sebagai tambahan, menggunakan informasi dari sensor gambar untuk mendeteksi goyangan kamera yang sulit dilakukan oleh IS konvensional. Hal ini menghasilkan stabilisasi gambar yang lebih baik dan lebih tepat.

Selain Dual Sensing IS, RF35mm f/1.8 Macro IS STM juga dilengkapi dengan Hybrid IS, yang sudah lama terkenal. Hybrid IS tidak hanya mengoreksi goyangan kamera bersudut konvensional yang disebabkan oleh rotasi kamera dan perubahan sudut kamera, tetapi juga goyangan geseran kamera, yang terjadi sewaktu pergerakan kamera secara paralel, misalnya melakukan ‘panning’.

Persilangan sistem Dual Sensing IS

Dual Sensing IS
Semakin cepat transmisi data pada dudukan RF, memungkinkan Dual Sensing IS yang semakin tepat daripada kamera EOS seri-M.

Persilangan sistem Hybrid IS

A) Goyangan kamera bersudut
B) Goyangan geseran kamera
C) Unit IS
D) Mikroprosesor dalam lensa
E) Sensor akselerasi
F) Vibration gyro

Hybrid IS
Vibration gyro dan sensor akselerasi mendeteksi dan mengoreksi goyangan geseran kamera.

 

#5: Control ring

Pengaturan pengontrolan kamera dengan lensa

Selain ring fokus dan ring zoom, lensa RF juga dilengkapi dengan control ring. Ring ini bekerja seperti ring apertue pada lensa fokus manual, memungkinkan Anda mengontrol pengaturan pencahayaan yang ditentukan, hanya dengan memutarkannya. Untuk melakukan ini, masuk ke tab Camera Functions dalam menu, dan pilih “Customize dials”. 

Memutar dengan tangan control ring lensa RF

Control ring dapat disesuaikan untuk mengontrol pengaturan pencahayaan, seperti aperture, kecepatan rana, kecepatan ISO dan kompensasi pencahayaan. 

 

Baca lebih lanjut mengenai control ring dan bagaimana fitur ini lebih memudahkan pemotretan dalam artikel:
3 Fitur pada EOS R yang Akan Mengubah Cara Anda Membidik

Control ring pada lensa RF dan Mount Adapter EF-EOS R merupakan satu fitur yang telah meraih pujian dari banyak fotografer. Sejumlah contoh mengenai cara fotografer menggunakannya, baca artikel berikut ini:
EOS R: Meluncur di Antara Kabut, Keringat, Senyuman dan Air Mata
24 jam di Seoul: 10 Bidikan Foto EOS R nan Memukau (Versi Inggris)
Ulasan Praktis: Mengapa EOS R adalah Peralatan Tambahan yang Bagus untuk Kit Fotografi Perjalanan Saya

 

#6: Perhatian secara menyeluruh pada kualitas gambar

Memaksimalkan keunggulan lensa RF

Diameter dudukan yang lebih besar (disebutkan di #2) dan fokus latar yang pendek (di #3), memungkinkan lensa RF didesain untuk kualitas gambar yang jauh lebih baik. Sebagai contoh, hal ini memungkinkan elemen lensa besar ditempatkan sangat dekat ke sensor gambar, dan ini membantu mencapai kualitas gambar yang lebih baik dari sudut ke sudut.

Lensa ini juga menyatukan lapisan khusus, seperti Subwavelength Structure Coating (SWC) (Versi Inggris) dan Air Sphere Coating (ASC) (Versi Inggris) untuk mengurangi flaring dan ghosting.

Untuk pairing yang optimal dengan lensa RF dengan resolusi yang lebih tinggi, nilai Ketajaman default dalam pengaturan Picture Style secara detail, telah pula diperbarui: “4” pada EOS 5D Mark IV, tetapi “2” pada EOS R dan EOS RP.

Bidikan lanskap alam bercahaya latar dengan EOS R

EOS R/ RF28-70mm f/2L USM/ FL: 70mm/ Aperture-priority AE (f/14, 1/320 det., EV+0,3)/ ISO 200/ WB: Auto

Berkat lapisan lensa khusus, tidak terlihat ghosting dalam bidikan cahaya latar ini.

 

Ketika merilis EOS RP, Canon juga mengungkapkan bahwa akan merilis 6 lagi lensa RF pada paruh kedua tahun 2019. Anda bisa mengintipnya di sini:
EOS RP Baru Canon: Awali Perjalanan Full-Frame Mirrorless Anda Pada Hari ini

Ketahui selengkapnya mengenai karakteristik dari 4 lensa RF perintis dalam artikel:
Perluas Kemungkinan Fotografi Anda dengan Lensa RF Baru

Ingin tahu, mengapa lensa RF cocok bagi Anda? Baca infografik di sini:
Lensa EF: Lensa Manakah yang Cocok untuk Saya? (Versi Inggris)

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

Digital Camera Magazine

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

Kazuo Nakahara

Kazuo Nakahara

Lahir di Hokkaido pada tahun 1982, Nakahara berpaling ke fotografi setelah bekerja di perusahaan manufaktur bahan kimia. Ia mengambil jurusan fotografi di Vantan Design Institute dan ia juga berprofesi sebagai penceramah untuk lokakarya serta seminar fotografi, selain bekerja dalam bidang fotografi komersial. Ia juga merupakan perwakilan dari situs web informasi fotografi, studio9.

http://photo-studio9.com/