Temukan yang Anda cari

atau cari melalui

topik

Article
Article

Article

e-Book
e-Book

e-Book

Video
Video

Video

Campaigns
Campaigns

Campaigns

Architecture
Kamera Saku

Kamera Saku

Architecture
DSLRs

DSLRs

Architecture
Videografi

Videografi

Architecture
Astrofotografi

Astrofotografi

Architecture
Tanpa Cermin

Tanpa Cermin

Architecture
Fotografi arsitektur

Fotografi arsitektur

Architecture
Teknologi Canon

Teknologi Canon

Architecture
Fotografi cahaya minimal

Fotografi cahaya minimal

Architecture
Wawancara fotografer

Wawancara fotografer

Architecture
Fotografi lanskap

Fotografi lanskap

Architecture
Fotografi makro

Fotografi makro

Architecture
Fotografi olahraga

Fotografi olahraga

Architecture
Fotografi Wisata

Fotografi Wisata

Architecture
Fotografi bawah air

Fotografi bawah air

Architecture
Konsep & Aplikasi Fotografi

Konsep & Aplikasi Fotografi

Architecture
Fotografi Jalanan

Fotografi Jalanan

Architecture
Kamera Mirrorless Full-frame

Kamera Mirrorless Full-frame

Architecture
Lensa & Aksesori

Lensa & Aksesori

Architecture
Nature & Wildlife Photography

Nature & Wildlife Photography

Architecture
Fotografi Potret Wajah

Fotografi Potret Wajah

Architecture
Fotografi Malam

Fotografi Malam

Architecture
Fotografi Hewan Piaraan

Fotografi Hewan Piaraan

Architecture
Solusi Pencetakan

Solusi Pencetakan

Architecture
Ulasan produk

Ulasan produk

Architecture
Fotografi Pernikahan

Fotografi Pernikahan

Saran & Tutorial >> Semua Saran & Tutorial In Focus: Basic Composition Techniques- Part5

Dasar-dasar komposisi (2): Subjek Utama dan Kedua; Segitiga

2019-03-27
12
5.89 k
Dalam artikel ini:

Sekarang, setelah Anda memutuskan tentang apa yang akan disertakan dalam bingkai dan memastikan bahwa gambar Anda lurus secara horizontal maupun vertikal, hal berikutnya yang perlu Anda putuskan yaitu subjek Anda: Ke arah mana Anda ingin pemirsa menujukan perhatiannya? Dalam artikel ini, kita akan mencermati subjek primer dan sekunder. Pada bagian akhir, Anda juga akan belajar teknik lain untuk menciptakan gambar yang stabil. (Dilaporkan oleh: Tatsuya Tanaka)

 

Subjek utama dan kedua: Tokoh utama dan tokoh pendukung

Ikon subjek utama dan kedua

Subjek utama (primer) dan kedua dalam foto, masing-masing seperti tokoh utama dan pendukung dalam film. Jika Anda tidak menyeimbangkannya dengan baik, Anda tidak akan dapat menyampaikan maksud fotografis kepada pemirsanya.

 

Subjek utama

Sebagai tokoh utama Anda, subjek utama selayaknya menangkap sebagian besar perhatian pemirsanya. Anda harus menonjolkannya dengan mempertimbangkan sejumlah faktor secara saksama, seperti:

- Di mana menempatkannya
- Sudut manakah untuk menangkapnya
- Seberapa banyak ruang yang harus ditempati dalam komposisi

 

Subjek kedua

Sebagai tokoh pendukung, subjek kedua memberikan dukungan visual kepada subjek utama. Sering kali demikian, dengan menyeimbangkan komposisi, menambahkan visual yang menarik atau menarik lebih banyak perhatian ke subjek utama. Keseimbangan tidak harus bersaing dengan subjek utama untuk mendapatkan perhatian.

Untuk contoh bidikan lainnya dengan subjek utama dan kedua, berikut deskripsi tentang cara bidikan itu dibuat, silakan baca:
Menangkap Bidikan Hidangan di atas Meja yang Lebih Menarik
Menggunakan Subjek Sekunder untuk Menonjolkan Subjek Utama
Kamera FAQ #20: Bagaimana Memotret Bunga yang Lebih Dramatis?

 

Kesalahan umum

1. Subjek kedua lebih menarik perhatian daripada subjek utama

Traktor dan subjek kedua memiliki ukuran yang sama
Traktor dan subjek kedua memiliki ukuran yang sama (garis bentuk)

Merah: Subjek utama
Biru: Subjek kedua

Apabila subjek utama dan kedua, tampak memiliki ukuran yang sama, keduanya akan mendapatkan perhatian yang sama, dan semua benda lainnya tetap konstan. Sejumlah faktor seperti warna, dapat mengalihkan perhatian pemirsa. Bagi sebagian pemirsa, warna hijau muda dari subjek kedua akan membuatnya lebih menonjol daripada subjek utama.

 

2. Sulit mengetahui, mana subjek utama dan subjek kedua

Traktor dan sekop yang berdampingan
Traktor dan sekop yang berdampingan

Merah: Subjek utama
Biru: Subjek kedua

Berbagai benda, sekarang ditempatkan berdampingan, tetapi traktor tetap kurang mengundang perhatian daripada yang selayaknya, karena warnanya yang lebih gelap, sehingga membuatnya terlihat lebih kecil.

 

Solusi: Tempatkan subjek utama di bagian tengah dan pastikan subjek terlihat besar dalam perbandingan

Contoh bagus dari subjek utama dan kedua

Contoh bagus dari subjek utama dan kedua (diagram)

Merah: Subjek utama
Biru: Subjek kedua

Di sini, saya bergerak lebih mendekati traktor supaya traktor itu dapat memenuhi lebih banyak ruang bingkai. Hal ini membuatnya terlihat lebih besar dan lebih mudah dikenali sebagai subjek utama. (Gif di bawah membandingkan bidikan gagal yang pertama dengan bidikan terbaru).

Traktor lebih kecil, traktor lebih besar

 

Yang Anda fokuskan, memiliki arti

Ini juga sangat penting, bahwa subjek utama berada dalam fokus. Berapa pun besarnya subjek yang muncul dalam gambar, ini tidak akan mendapatkan perhatian sebanyak yang diperoleh kalau subjek ini tidak dalam fokus.

Pepohonan dalam fokus

Ini dibidik pada hari hujan. Tatkala fokus ditempatkan pada pepohonan, kita nyaris tidak bisa melihat hujan. Pohon menjadi subjek utama

 

Hujan dalam fokus

Pemandangan yang sama, dengan fokus yang ditetapkan pada hujan. Pepohonan berbaur dengan latar belakang dan hujan menjadi subjek utama.

 

Saran: Menempatkan subjek utama dalam bidikan terfokus secara dalam
Apabila Anda membutuhkan semua elemen dalam gambar difokuskan, seperti bidikan terfokus secara dalam, tempatkan subjek utama di lokasi yang paling menonjol. Subjek kedua harus berada di sekitarnya.

 

Komposisi Segitiga: Metode untuk menciptakan stabilitas visual

Komposisi segitiga

Komposisi segitiga melibatkan pembentukan atau memanfaatkan segitiga di dalam gambar. Segitiga tegak lurus bagus untuk menciptakan stabilitas, karena bagian alasnya lebar.

 

Contoh komposisi segitiga

1. Kelompok bunga bentuk segitiga

Bebungaan kecil

Bebungaan kecil (Diagram)

Segitiga sama sisi yang dibentuk oleh sekelompok bunga mungil membantu menciptakan komposisi yang seimbang.

 

2. Struktur arsitektural dengan atap runcing

Atap gereja

Atap gereja (garis bentuk)

Bentuk struktur arsitektural luas pada dasarnya, dan meruncing ke arah atap di bagian tengah. Anda dapat menggunakan kontur ini untuk menciptakan segitiga besar dalam komposisi.

 

3. Komposisi segitiga yang disiratkan

Pohon dengan bayangan di salju

Pohon dalam bayangan di salju (menunjukkan segitiga)

Pohon yang berdiri di hamparan salju bersama dengan bayangannya, membentuk dua sisi segitiga sudut kanan. Pohon membentuk segitiga dengan sendirinya, tetapi lebih besar, menyiratkan segitiga yang penting untuk komposisi.

 

4. Segitiga terbalik

Danau di kawah gunung

EOS RP/ RF24-105mm f/4L IS USM/ FL: 63mm/ Aperture-priority AE(f/5.6, 1/1.034 det, EV-1)/ ISO 100/ WB: Manual

Danau di kawah gunung menunjukkan segitiga

Segitiga terbalik atau segitiga pada sudut yang menarik, dapat menambah elemen yang memikat secara grafis pada bidikan yang tadinya biasa saja, seperti bidikan danau di kawah gunung ini yang diambil dengan kamera EOS RP.

 

Saran: Segitiga dapat menarik perhatian ke berbagai elemen pada puncaknya
Masing-masing tepi segitiga berfungsi seperti garis pemandu yang menarik perhatian pemirsa terhadap apa pun yang ada di puncaknya, atau bahkan pada tiap pojoknya. Anda dapat menggunakan kualitas ini untuk menegaskan subjek utama Anda. Namun demikian, hati-hati terhadap elemen tidak penting lainnya yang Anda tempatkan di dekatnya.

~~~

Sekarang, setelah mempelajari sejumlah konsep ini, maka, terserah Anda untuk bereksperimen! Cari segitiga yang jelas dan tersirat dalam berbagai benda yang Anda lihat. Lakukan eksperimen dengan cara yang berbeda-beda untuk menempatkan subjek utama dan kedua, atau bagaimana Anda dapat menggunakan segitiga untuk menarik perhatian ke berbagai benda dalam gambar. Anda bahkan dapat memadukan berbagai teknik, dan menggunakan komposisi segitiga untuk menyeimbangkan subjek utama dan kedua.

Berikutnya: Teknik Komposisi Profesional (2): “Pola & Irama” & “Kurva-S”

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

Mengenai Penulis

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

Tatsuya Tanaka

Lahir tahun 1956, Tanaka adalah salah satu fotografer langka yang menghasilkan karya yang melintasi beragam genre secara luas, dari perspektif aslinya. Semua genre ini berkisar dari benda-benda dalam kehidupan kita sehari-hari, seperti serangga dan bunga, lanskap (landscape), bentangan langit (skyscape), dan benda-benda langit. Di samping fotografi, Tanaka juga sudah mengembangkan pendekatannya dalam pasca proses, termasuk retouch dan pencetakan.

http://tatsuya-t.com/

Berbagi foto Anda di My Canon Story & berpeluang ditampilkan pada platform media sosial kami