Tips & Tutorials

[Bagian 1] Pengetahuan Dasar dan Teknik yang Berguna untuk Menyusun Komposisi Bidikan!

Bagi mereka yang belum pernah mencurahkan perhatian pada komposisi ketika mengambil foto, artikel berikut ini memberikan panduan yang mudah dipahami mengenai pengetahuan dasar menyusun komposisi bidikan dengan menggunakan ilustrasi dan contoh. Di sini, di Bagian 1, mari kita belajar tentang "Framing" secara "Vertikal dan Horizontal" (Dilaporkan oleh: Tatsuya Tanaka)

Halaman: 1 2

 

Meningkatkan Keterampilan dari Foto Biasa dengan Mempelajari Dasar-dasar Komposisi

Komposisi adalah proses pengaturan elemen yang berbeda dalam satu gambar. Jika menurut Anda ada sesuatu yang kurang dalam suatu foto, atau jika hasil foto tidak seperti yang Anda maksudkan, masalahnya mungkin terletak pada komposisinya. Tidak ada definisi mutlak untuk komposisi yang benar; foto dari subjek yang sama mungkin akan menghasilkan kesan yang sangat berbeda, tergantung sejumlah faktor, seperti ruang yang terpakai, apakah subjek dipotret secara vertikal, horizontal, atau dari satu sudut. Tanpa maksud yang jelas, gambar yang ditangkap oleh fotografer akan tampak biasa-biasa saja. Secara kontras, kualitas yang dihasilkan akan ditingkatkan secara dramatis jika fotografer memilih suatu komposisi yang merefleksikan maksudnya. Untuk melakukannya, penting untuk mempelajari pengetahuan dasar mengenai komposisi bidikan dan menggunakan komposisi yang berbeda-beda, sesuai dengan maksud atau subjeknya. Oleh karena itu, Anda didorong untuk menguasai dasar-dasar komposisi, dan menerapkannya ke bidikan yang Anda ambil.

"Framing" Menentukan Area yang akan Ditangkap

Tergantung pada area yang ditangkap, foto dari subjek yang sama akan menghasilkan perbedaan secara dramatis

Telefoto

 

Ditangkap pada focal length telefoto, gambar yang dihasilkan menjadi foto bentangan alam (landscape) dengan rumah beratap merah serta padang rumput sebagai tema utama.

 
 
 
Standar

 

Ditangkap pada focal length standar, terlihat langit memenuhi sebagian besar komposisi dengan kehadiran atap merah yang menonjol.

 
 
 
Sudut lebar

 

Ditangkap pada focal length wide-angle (panjang fokal sudut lebar), padang rumput dan langit menjadi tema utama, sementara rumah beratap merah nyaris tidak terlihat.

 
 
 

Framing: Memutuskan bagian pemandangan apa yang akan ditangkap

Proses yang pertama-tama dalam menentukan komposisi adalah "framing": mengidentifikasi tema utama melalui viewfinder atau monitor LCD belakang, lalu tentukan area yang ingin Anda tangkap. Untuk menangkap area yang dituju dalam frame (bingkai) segi empat, Anda harus menyesuaikan area dengan mengubah focal length jika Anda menggunakan lensa zoom. Jika menggunakan lensa prime (prima), Anda harus pindah secara fisik untuk menyesuaikan jarak dari kamera ke subjek, atau beralih menggunakan lensa prime dengan focal length yang berbeda. Di atas adalah tiga contoh framing – pembingkaian subjek yang sama. Perhatikan, kesan yang dihasilkan berubah pada area yang ditangkap dalam gambar.

 

Saran: Melihat Dunia dalam Bingkai Bujur Sangkar

Meskipun penting untuk mempertimbangkan secara cermat, bagaimana membingkai pemandangan, namun kadang-kadang inspirasi pun penting. Cara yang bagus untuk mempraktikkan framing, misalnya, yaitu membawa secarik kertas yang dipotong bentuk bujur sangkar dari bagian tengah, lalu lihat melaluinya untuk mensimulasikan pemandangan yang ingin Anda tangkap.

 
 

Menciptakan Naluri Stabilitas Secara "Vertikal dan Horizontal"

Pastikan memeriksa vertikalitas dan horizontalitas dalam foto-foto bangunan

 

 

Komposisi tidak stabil apabila vertikalitas dan horizontalitas tidak disesuaikan dengan benar.

 

Gambar miring menciptakan kesan tidak stabil. Hal ini kemungkinan terjadi khususnya pada bidikan genggam.

 

 

Komposisi akan stabil apabila vertikalitas dan horizontalitas dipertahankan dengan benar.

 

Dengan memastikan horizontalitas, vertikalitas pun secara alami dipertahankan, jadi Anda dapat berkonsentrasi untuk menghasilkan karya fotografis berkualitas.

 
 

"Vertikalitas dan Horizontalitas": Hindari foto yang menimbulkan kesan janggal

Salah satu pertimbangan paling penting ketika mengambil foto adalah memastikan bahwa komposisinya tidak terlihat janggal bagi mereka yang melihatnya. Faktanya, adalah gagasan yang jelas. Cukup perbaiki kemiringan apa pun di kamera untuk memastikan vertikalitas dan horizontalitas gambar yang ingin Anda tangkap, baik dalam komposisi vertikal atau horizontal. Dalam bidikan landscape yang menyertakan cakrawala, stabilitas komposisinya akan dipertaruhkan jika gambar yang dihasilkan miring. Selain itu, Anda harus cermat untuk gambar yang memuat cityscapes (bentangan kota) atau bangunan, di mana garis vertikal dan horizontal cenderung menangkap perhatian orang yang melihatnya. Pada dua contoh di atas, horizontalitas pada foto sebelah kanan dipertahankan sehingga membuatnya tampak lebih menyenangkan di mata. Bahkan untuk snapshot, seperti contoh di bawah dengan pemandangan kafe, menonjolkan horizontalitas membantu menambah stabilitas komposisi.
Jika Anda menggunakan lensa wide-angle (sudut lebar), area periferal gambar mungkin tampak terdistorsi. Dalam kasus seperti ini, sesuaikan tilt (kemiringan) kamera untuk memperbaiki distorsi apa pun dengan mencurahkan perhatian ke bagian tengah gambar.

 

Dua teknik untuk memanfaatkan horizontalitas dan vertikalitas secara efektif.

 

Meninggikan posisi cakrawala akan menambahkan stabilitas.

 

Bidikan awan pada musim panas di atas laut. Dengan cakrawala diposisikan agak tinggi dalam komposisi, tampak laut memenuhi sebagian besar gambar, yang menekankan naluri stabilitas.

 
 
 

 

Mencari cakrawala di antara berbagai benda yang bentuk serta ukurannya berbeda-beda.

 

Tampilan rak di dalam toko minuman anggur. Walaupun tinggi dan bentuk objek tidak sama, horizontalitas diciptakan dengan menggunakan kotak di bagian tengah, sehingga gambar yang dihasilkan tidak tampak berat sebelah bagi yang melihatnya.

 
 
 

Saran: Secara sengaja memiringkan komposisi agar komposisinya stabil

Tidak perlu untuk selalu memastikan vertikalitas dan horizontalitas. Dalam bidikan landscape dan close-up yang alami, memiringkan kamera yang disengaja dapat digunakan sebagai teknik untuk mendapatkan komposisi stabil, jadi sebaiknya Anda belajar cara membuat keputusan yang paling tepat, sesuai kondisinya.

 
Tatsuya Tanaka

 

Lahir tahun 1956, Tanaka adalah salah satu fotografer langka yang menghasilkan karya yang melintasi beragam genre secara luas, dari perspektif aslinya. Semua genre ini berkisar dari benda-benda dalam kehidupan kita sehari-hari, seperti serangga dan bunga, lanskap (landscape), bentangan langit (skyscape), dan benda-benda langit. Di samping fotografi, Tanaka juga mengembangkan pendekatannya sendiri dalam pasca proses, termasuk retouch dan pencetakan.

 

Tanggapan

Tulis Komentar

 

Login untuk memberi tanggapan

Win an EOS M100

ANDA TELAH LOG OFF DARI AKUN

Email dengan link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email SNAPSHOT anda yang terdaftar.

Setelah anda mengklik link, anda dapat login dengan detil login yang telah ada.

Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan sebagai anggota Komunitas CANON and SNAPSHOT. Kami akan berusaha memberikan konten yang bermanfaat dan seru untuk membantu anda mengembangkan bakat menjadi seorang fotografer handal!

IZIN UNTUK LANGKAH SELANJUTNYA

ID CANON anda akan disatukan dengan ID SNAPSHOT.

Link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email.

Silahkan mengetik kembali password anda agar kami dapat mengambil langkah selanjutnya.

Ketik password

Dengan mengklik disini, anda setuju untuk menyatukan CANON ID dan SNAPSHOT ID. Persetujuan tersebut tunduk pada SYARAT & KETENTUAN CANON AND SNAPSHOT. TERMS & CONDITIONS.