Scheduled Maintenance: Some services on SNAPSHOT may not be available on 28 July 2019 from 1am to 4am. We apologise for any inconvenience caused.
Close
Tips & Tutorials >> All Tips & Tutorials Dalam Fokus: Dasar-Dasar Lensa- Part 2

Serba-serbi Lensa

Pernahkah Anda melihat mahakarya fotografis dan bertanya-tanya, bagaimana cara sang fotografer menangkapnya? Rahasianya yang tidak terlalu rahasia, yaitu: Lensanya. Bagaimana Anda memilih dan menggunakannya, bisa membuat perbedaan antara bidikan biasa dan karya yang memikat. Langkah pertama yaitu mengetahui opsi Anda. Berikut ini adalah pendahuluan tentang berbagai jenis lensa dan apa kebolehannya.

 

Lensa yang berlainan memungkinkan Anda melihat pemandangan yang sama dengan cara yang berbeda

Berbagai fitur dan spesifikasi yang Anda temukan pada bodi kamera DSLR dan mirrorless, bisa membantu Anda mengambil bidikan yang mengagumkan, tetapi apabila menyangkut soal ekspresi kreatif, kuncinya ada pada lensa.

Masing-masing jenis lensa memiliki seperangkat karakteristik uniknya sendiri, yang bisa Anda gunakan untuk pemandangan dan tujuan pemotretan yang berbeda-beda. Dari bidikan bentangan luas lanskap yang mencengangkan, close-up bunga mawar yang misterius, aksi laga dan dinamisme olahraga motor, dan banyak lagi, lensa yang dapat dipertukarkan ini memberi Anda beragam luas ekspresi visual yang tidak mungkin bisa dihasilkan pada kamera smartphone.

Untuk sebagian contoh, coba lihat yang berikut ini.

 

Lensa sudut lebar

Lanskap sudut lebar

EOS 5D Mark III/ EF11-24mm f/4L USM/ FL: 11mm/ Aperture-priority AE (f/8,0, 1/500det., EV±0)/ ISO 100/ WB: Auto
Dibidik dengan: Lensa Sudut Ultra Lebar

Lensa sudut lebar menangkap bidang pandang yang lebih lebar daripada yang bisa dilihat secara kasat mata.  Karena alasan inilah lensa tersebut sering digunakan untuk memotret bentangan luas lanskap.

Sebuah lensa dianggap sebagai sudut lebar jika panjang fokusnya 35mm ke bawah. Jika panjang fokusnya 24mm atau lebih pendek, lensa ini dianggap sebagai lensa sudut ultra lebar

Lensa sudut lebar, juga membesar-besarkan perspektif, yaitu, lensa tersebut bisa membuat objek di sekitar terlihat lebih besar dan lebih dekat, serta objek yang jauh terlihat lebih kecil dan bahkan semakin jauh. Karakteristik ini kerap digunakan dalam fotografi arsitektur untuk membuat bangunan terlihat lebih berdampak.

Karena kebolehannya yang disebutkan di atas, yaitu menangkap pemandangan dan struktur bangunan, lensa sudut lebar (termasuk sudut ultra lebar) sebaiknya tersedia apabila Anda melakukan perjalanan.

 

Lensa makro

Foto makro bunga mawar

EOS 800D/EF-S35mm f/2.8 Macro IS STM/ FL: 35mm/ Aperture-priority AE(f/9, 0,5det., EV-1,7)/ ISO 400/ WB: Manual
Jenis lensa: Makro

Lensa makro ideal untuk memotret tumbuhan, serangga, makanan, pernak-pernik dan aksesori, serta subjek kecil lainnya.

Hal ini karena lensa tersebut memiliki:

- Jarak pemfokusan sangat dekat, yang berarti bahwa Anda bisa memotret subjek Anda dengan menaruh lensa Anda sangat dekat ke subjek
- Suatu rasio pembesaran minimal 1:1, yang berarti bahwa Anda masih bisa menghasilkan close-up ukuran aslinya di tempat subjek tersebut memenuhi bingkai. 

Lensa makro memiliki depth-of-field yang sangat dangkal: Hanya subjek yang sangat dekat ke kamera yang akan tampak tajam dan dalam fokus. Area di sekitarnya akan terlihat di luar fokus dan buram dengan kualitas estetika yang disebut ‘bokeh’, yang menonjolkan subjeknya.

Malahan, karena kemampuan lensa ini untuk menciptakan bokeh latar belakang yang indah, lensa makro ini juga kerap digunakan untuk fotografi potret wajah. 

 

Lensa telefoto

Balapan sepeda dengan lensa telefoto

EOS-1D X/ EF100-400mm f/4.5-5.6L IS II USM/ FL: 200mm/ Manual exposure (f/14, 1/60 det., EV±0)/ ISO 50/ WB: Auto
Jenis lensa: Telefoto

Lensa telefoto “menarik” subjek fotografis yang jauh dan membuatnya terlihat lebih besar dan lebih dekat daripada yang sesungguhnya. Lensa ini ideal untuk memotret kehidupan alam liar, olahraga, balapan mobil dan sepeda, serta subjek lain apa pun yang sulit bagi Anda untuk membidiknya dari dekat.

Lensa telefoto juga dikenal karena efek kompresi, yang membuat berbagai objek terlihat lebih dekat antara satu sama lainnya

Dibandingkan lensa standar (normal), lensa telefoto bisa menangkap gambar dengan buram latar belakang yang lebih besar. Hal ini akibat dua alasan: 
 i) Depth-of-field yang lebih dangkal
ii) Objek jauh di luar fokus, juga “ditarik” dan diperbesar, sehingga area yang buram terlihat lebih besar.
 Anda bisa menggunakan karakteristik ini untuk memburamkan sejumlah elemen latar belakang yang mengganggu, dan fokuskan perhatian pemirsa ke subjek Anda. 

Karakteristik nyata yang keempat dari lensa telefoto yaitu, distorsi yang dihasilkan berkurang dibandingkan dengan jenis lensa lainnya, seperti lensa sudut lebar, yang membuat lensa ini ideal untuk potret wajah.

Terdapat tiga subkategori lensa telefoto:
- Lensa Prima Telefoto: Lensa Prima dengan panjang fokus 135mm atau lebih
- Lensa prima super telefoto: Lensa Prima dengan panjang fokus 300mm atau lebih
- Lensa zoom Telefoto: Lensa Zoom dengan ujung telefoto 200mm atau lebih

 

Cara mengklasifikasikan lensa

1. Menurut jumlah pemandangan yang dapat ditangkap lensa

i) Sudut pandang (juga dikenal sebagai "field-of-view")
Hal ini mengacu ke ukuran lebar atau seberapa sempit suatu area dari seluruh pemandangan yang dapat ditangkap lensa (= ”angle-of-view” [sudut pandang] atau “field-of-view” [bidang pandang]). Kemampuan sudut pandang dari suatu lensa dicerminkan pada panjang fokusnya.

Contoh:
- Lensa sudut lebar (35mm ke bawah)
- Lensa standar (antara 35mm dan 135mm)
- Lensa telefoto (di atas 135mm)

Detail selengkapnya ada di (b) Lensa sudut lebar vs standar vs telefoto vs makro

 

ii) Panjang fokus tetap atau dapat disesuaikan
Lensa zoom bisa mencakup rentang panjang fokus.
Lensa Prima memiliki satu panjang fokus tetap.

Detail selengkapnya ada di (a) Lensa prima vs zoom

 

Dari keterangan di atas, Anda bisa mendapatkan gambaran tentang “lensa zoom sudut lebar” atau “lensa prima telefoto”.

 

2. Jenis kamera yang dibuat untuk lensa tersebut

Produsen kamera membuat lensa untuk bodi kamera dan ukuran sensor gambar yang berbeda-beda. Contohnya, lensa EF-S disesuaikan untuk kamera DSLR dengan sensor gambar ukuran APS-C, seperti EOS 800D.

Detail selengkapnya ada di (c) Lensa EF vs EF-S vs EF-M

 

Bagaimana keberhasilan klasifikasi lensa ini?

Memahami karakteristik umum dari masing-masing kategori lensa akan membantu Anda memilih lensa terbaik untuk kebutuhan Anda. Contohnya, kalau Anda akan bepergian, dan ingin lensa yang bisa Anda gunakan dengan kamera EOS 800D untuk menangkap panorama alam nan indah di tempat tujuan Anda.

Lensa yang ideal untuk kebutuhan Anda, mungkin semua lensa yang berikut ini:
- Lensa EF-S, karena EOS 800D memiliki sensor APS-C.
- Lensa zoom, karena lensa ini bisa mencakup rentang panjang fokus yang sama seperti sebagian kecil lensa prima, sehingga meringankan bawaan Anda di perjalanan.
- Lensa sudut ultra lebar, yang memberikan sudut pandang terbaik untuk memotret bentangan luas lanskap alam. 

Dengan mempertimbangkan semua yang disebutkan di atas, mungkin Anda akan memilih EF-S10-18mm f/4.5-5.6 IS STM, yang masuk dalam semua kategori di atas. 

 

Membandingkan jenis lensa yang berbeda-beda

(a) Lensa prima vs lensa zoom

- Lensa zoom memungkinkan Anda menyesuaikan sudut pandang (panjang fokus) dalam rentang tertentu
- Lensa prima memiliki sudut pandang tetap

Lensa zoom sangat praktis, karena Anda hanya perlu satu lensa untuk mencakup seluruh rentang panjang fokus. Karena itulah, mengapa sebagian lensa kit merupakan lensa zoom.

Sementara itu, lensa prima cenderung memiliki performa optik yang lebih baik, serta menampilkan aperture maksimum yang lebih besar (“lebih cerah”). Hal ini membuatnya mampu menghasilkan gambar yang mengagumkan dengan bokeh indah nan membuai. Setelah Anda semakin menguasai fotografi, bisa jadi Anda mendapatkan bahwa lensa prima membantu meluaskan rentang kreativitas Anda.

 

EF50mm f/1.8 STM
Lensa prima
EF-S18-55mm f/4-5.6 IS STM
Lensa zoom

 

(b) Lensa sudut lebar vs standar vs telefoto vs makro

Lensa sudut lebar, standar dan telefoto dibedakan dengan panjang fokusnya. Hal ini tercermin pada bagian “XXmm” nama lensa.

Lensa EF Canon bisa digeneralisasikan ke dalam kategori utama berikut ini:

- Sudut lebar: Panjang fokus setara full-frame 35mm (film 35mm) ke bawah;
- Telefoto:  Panjang fokus 135mm ke atas; atau
- Standar (="normal"):  Panjang fokus antara 35mm dan 135mm (walaupun lensa ukuran 70mm hingga di bawah 135mm dapat juga disebut lensa ‘telefoto medium’).

Masing-masing kategori utama dapat memuat subkategori, seperti lensa sudut ultra lebar (di bawah 24mm) dan lensa super telefoto (di atas 400mm).

 

Lensa makro, yang bisa memperbesar berbagai objek, kerap memiliki kata “Macro” pada namanya, setelah bagian yang mengindikasikan panjang fokusnya. Namun demikian, sebagian lensa tanpa “Macro” pada namanya, seperti EF24-70mm f/4L IS USM, dilengkapi dengan Macro mode yang juga memungkinkan Anda untuk menetapkan fokus pada jarak yang sangat dekat.  

 

EF11-24mm f/4L USM
Lensa zoom sudut lebar
EF-S18-55mm f/4-5.6 IS STM
Lensa zoom standar

 

EF100-400mm f/4.5-5.6L IS II USM
Lensa zoom telefoto
EF-S35mm f/2.8 Macro IS STM
Lensa makro

 

(c) Lensa EF vs EF-S vs EF-M

Semua lensa ini dibuat untuk bodi kamera Canon yang berbeda-beda. Pada umumnya,

- Lensa EF dibuat untuk bodi kamera DSLR full-frame;
- Lensa EF-S dibuat untuk kamera DSLR dengan sensor APS-C; dan
- Lensa EF-M dibuat untuk kamera mirrorless.

Namun demikian, hal ini tidak bersifat eksklusif, karena lensa EF juga bisa digunakan pada kamera APS-C, dan Anda juga bisa menggunakan lensa EF dan EF-S dengan kamera mirrorless, dengan bantuan adaptor dudukan lensa.


* Dengan adaptor

Perhatikan ini: Faktor krop

Jika Anda memutuskan untuk memasang lensa EF pada kamera DSLR APS-C atau kamera mirrorless, hasil gambarnya akan terlihat seakan-akan Anda menggunakan panjang fokus yang lebih panjang daripada yang sesungguhnya Anda gunakan. Hal ini disebut faktor krop sensor APS-C, dan Anda harus mempertimbangkannya dalam komposisi Anda.

Pada perlengkapan Canon, faktor krop sensor APS-C adalah 1,6 kali. Ini artinya bahwa jika Anda membidik dengan lensa 50mm pada kamera APS-C atau mirrorless, hasil gambarnya memiliki panjang fokus yang setara dengan gambar yang dibidik pada 80mm (50mm x 1,6x) pada kamera full-frame.

 

Apa yang harus saya pertimbangan apabila memilih lensa?

Dengan lebih dari 90 lensa pada jajaran lensa EF Canon, pengguna memang dimanjakan dalam pilihannya. Jadi, bagaimana Anda menentukan lensa yang paling sesuai untuk kebutuhan Anda?

1. Pertimbangkan kekurangan-kelebihan dari masing-masing jenis lensa. Contohnya, lensa zoom telefoto bisa menangkap objek jauh secara close-up, tetapi lensa ini juga cenderung lebih besar dan lebih berat daripada lensa standar. Sementara itu, lensa makro memberikan perspektif unik, tetapi sangat sensitif terhadap goyangan kamera, yang berarti, Anda mungkin perlu menggunakan tripod. 

 

EOS 1500D
EOS 1500D

Kamera dengan lensa zoom standar (kiri), dan dengan lensa zoom telefoto (kanan). Bodi kamera sama untuk keduanya, tetapi lensa yang berbeda, mengubah total berat yang terasa pada tangan Anda. 

 

2. Pertimbangkan kamera Anda, gaya pemotretan dan jenis gambar yang ingin Anda bidik. Sebagian besar gambar yang ditampilkan pada SNAPSHOT, memiliki nama lensa yang digunakan untuk membidikkannya dalam informasi pemotretan. Jika Anda menjumpai gambar yang benar-benar Anda sukai, pelajari lensa yang digunakannya—meskipun seandainya model lensa yang digunakan sama, tetapi tidak cocok untuk kebutuhan Anda, dan mungkin akan membantu jika Anda mengerucutkan berbagai opsi ke model yang serupa.

Jika Anda melihat gambar yang benar-benar Anda sukai, cari tahu nama lensanya dalam informasi pemotretan.

 

Kesimpulan

Pada akhirnya, lensa terbaik bagi Anda adalah lensa yang membantu Anda mengambil gambar yang Anda bayangkan. Untuk menemukannya, Anda perlu mengetahui kebutuhan Anda, dan lensa apa yang bisa memenuhinya. Bagian pertama adalah proses pembelajaran yang terus-menerus, penjelajahan dan penemuan diri, serta berkembang seiring pertumbuhan Anda menjadi seorang fotografer. Langkah kedua yaitu mengetahui opsi Anda.

Di sini, pada SNAPSHOT, Anda akan menemukan informasi untuk membantu Anda dalam kedua bagian tersebut. Serial Dasar-Dasar Lensa yang kami sajikan, akan memberi tahu Anda lebih lanjut mengenai jenis lensa yang berbeda-beda: Kelebihan dan kekurangannya, karakteristik unik, dan bagaimana Anda bisa menggunakannya. Anda juga bisa merujuk ke berbagai ulasan dan kesan mengenai lensa untuk mengetahui lebih lanjut tentang model lensa yang spesifik. Semoga semua ini dapat membantu menemukan lensa yang sempurna bagi Anda.

 

Kolom: Seri lensa EF—mendukung fotografi di seluruh dunia

Foto kelompok seri lensa EF

Lensa EF adalah lensa yang dapat dipertukarkan, didesain untuk kamera EOS Canon. Pada tahun 2017, lebih dari 130 juta lensa EF telah diproduksi di seluruh dunia sejak 1987. Sebagai pemimpin dalam inovasi, keandalan dan kecemerlangan optik, lensa EF kerap merupakan lensa pertama di dunia yang menerapkan berbagai teknologi baru seperti pada image stabilisation (IS) dalam lensa.

Saat ini terdapat 93 lensa dalam jajaran lensa EF. Hal ini termasuk lensa aperture besar, makro dan fish-eye, serta panjang fokus yang berkisar dari sudut ultra lebar 8mm hingga super telefoto 800mm. Bersama-sama, semua lensa ini menawarkan kepada pengguna segudang kemungkinan dalam ekspresi fotografis, hanya dengan satu bodi kamera EOS.

Baca selengkapnya mengenai sejarah lensa EF di sini:
[Bagian 1] Era Dini – Terciptanya Pemasangan Elektronik Sepenuhnya
[Bagian 2] Era Pertumbuhan – Kemunculan Masa Digital
[Bagian 3] Era Transisi dan Penyempurnaan – Lensa untuk Kamera High-resolution

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!