Close
Tips & Tutorials >> All Tips & Tutorials

5 Pengaturan Berguna Kamera untuk Pemotretan Dalam Ruangan

Fotografi dalam ruangan menghadirkan sederet tantangan tersendiri, dan bukan hanya soal penerangan. Kalau Anda memotret suatu peristiwa, misalnya, Anda mungkin juga harus berhati-hati agar tidak mengganggu tamu dan peserta yang lain. Juga, ada masalah kerlipan dari lampu pijar…Berikut ini sebagian fitur kamera yang dapat membantu Anda melakukan pemotretan yang lebih mulus di waktu mendatang. (Dilaporkan oleh: Kazuo Nakahara, Takashi Karaki, Digital Camera Magazine)

 

1. AF-assist beam firing: Off (Mati)

Temukan ini dalam: Menu AF / Menu SHOOT

Apabila memotret dalam kondisi cahaya redup, Anda mungkin memperhatikan ada lampu LED kecil warna jingga di depan kamera Anda menyala apabila tombol rana ditekan separuh, khususnya dalam mode One Shot AF. Cahaya yang dipancarkan adalah AF-assist beam (berkas cahaya bantuan AF), yang membuatnya lebih mudah untuk menetapkan fokus dengan AF dalam cahaya redup.

Seandainya Anda tidak menyadari adanya berkas cahaya, Anda tidak sendirian: hal ini memang bisa sulit dilihat dari balik kamera. Namun demikian, semakin gelap lokasinya, semakin terlihat berkas cahayanya.

Keren, bukan? Orang di sekeliling Anda mungkin tidak menganggapnya begitu jika cahayanya menimpa wajah mereka atau mengganggu mereka.

Untuk menghindari hal yang tidak menyenangkan bagi orang lain, mungkin sebaiknya berkas cahaya dipadamkan. Kamera dalam sistem EOS R memiliki performa low light AF (AF cahaya redup) yang istimewa, sehingga pada hampir semua kasus, pencarian fokus bukan masalah, bahkan tanpa berkas cahaya.

Saran:
- Menonaktifkan AF-assist beam mungkin juga lebih baik di sejumlah pemandangan luar ruangan yang gelap, seperti ketika memotret hewan yang peka terhadap cahaya.
- Jika Anda mengalami kesulitan ketika melakukan pemfokusan tanpa berkas cahaya, cobalah fokuskan pada bagian tepi subjek. Atau gunakan fungsi Touch and Drag AF untuk membantu.

 

2. Mode Shutter (Mode Rana): Electronic shutter (Rana elektronik)

Untuk sebagian pemotretan pemandangan di dalam ruangan, seperti pertunjukan langsung, lakukanlah dengan sesenyap mungkin dan tidak mengganggu. Pertimbangkan untuk mengaktifkan mode electronic shutter untuk menghindari bunyi rana mekanis. Sebagai keuntungan tambahan, electronic shutter (rana elektronik) biasanya memungkinkan Anda menikmati kecepatan pemotretan beruntun yang lebih cepat, misalnya hingga 20 frames per second (fps) pada kamera seperti EOS R5 dan EOS R6.

Pahami hal ini: Pada sebagian kamera, mode electronic shutter mungkin dikenal dengan nama lain, seperti “Silent Shutter mode”, dan bisa ditemukan di bawah mode SCN.

Pelajari lebih lanjut mengenai mode shutter drive yang berbeda-beda dalam:
Shutter Modes & Continuous Shooting Modes: Kapan menggunakan apa?

 

3. Beep: Disable (Nonaktif)

Temukan ini dalam: Menu SET UP

Jika Anda ingin melakukan pemotretan secara senyap, jangan lupakan bunyi bip kamera saat Anda menetapkan fokus, memotret dengan self-timer, atau menggunakan pengoperasian sentuh! Anda dapat menonaktifkannya dalam menu SET UP.


EOS RP/ RF24-105mm f/4L IS USM @ f/4, 1/60 det., ISO 1600
Alunan musiknya merdu tanpa kamera bip sebagai pengiring.

Saran: Sebagian fotografer mungkin merasa bahwa bunyi bip saat subjek berada dalam fokus, membantu untuk menetapkan kecepatan bidikan. Jika Anda termasuk fotografer seperti ini, dan pemandangannya tidak memerlukan kesenyapan yang ekstrem, cobalah opsi menengah, yang menonaktifkan bunyi bip hanya untuk pengoperasian sentuh.

 

4. Pemotretan anti-flicker (tanpa kerlipan): Enable (Aktif)

Temukan dalam: Menu SHOOT

Jenis cahaya buatan tertentu, seperti cahaya lampu pijar dan merkuri, cenderung menimbulkan kerlipan. Anda mungkin tidak dapat melihat kerlipan cahayanya, tetapi kerlipan ini bisa menyebabkan pencahayaan yang tidak merata dalam bidikan Anda, khususnya pada kecepatan rana yang sangat cepat. Jika Anda menggunakan pemotretan beruntun, kerlipan cahaya bisa juga menyebabkan warna yang tidak konsisten, dan pencahayaan di seluruh gambar dalam burst yang sama.

Untuk mengurangi semua efek ini, aktifkan mode anti-flicker shooting (pemotretan anti kerlipan) jika kamera Anda memilikinya. Fitur ini mendeteksi kerlipan dan menghindarinya dengan cara mengatur waktu pelepasan rana yang sesuai. Mungkin juga ada jeda waktu yang lebih lama dan efek samping, tetapi keuntungannya jauh lebih besar daripada kerugiannya.

 

Pemotretan anti-flicker (tanpa kerlipan): Enabled (Diaktifkan)

Pemotretan anti-flicker (tanpa kerlipan): Disabled (Dinonaktifkan)

Saran: Hasilnya mungkin bervariasi, tergantung pada kondisi pemotretan dan sumber cahaya. Sebaiknya, selalu melakukan bidikan percobaan sebelumnya.

Pahami hal ini:
- Apabila anti-flicker shooting diaktifkan, Anda bisa mendeteksi kerlipan secara manual dengan menekan tombol [Q]→ “Anti-flicker shoot.” →tombol [INFO].
- Pada kamera DSLR, anti-flicker shooting tidak tersedia selama pemotretan Live View, mirror lockup dan video shooting.
- Tergantung pada kameranya, Anda mungkin tidak dapat menggunakan mode anti-flicker bersama dengan silent shooting (pemotretan senyap) atau electronic shutter (rana elektronik).

Anda masih perlu gagasan lainnya tentang pencahayaan fotografi dalam ruangan? Lihat:
Fotografi Pernikahan di Dalam Ruangan dengan Cahaya yang Tersedia: 3 Teknik Sederhana!

 

5. Exposure simulation (Simulasi pencahayaan): Disable (Apabila menggunakan lampu kilat pihak ketiga)

Temukan dalam: Menu SHOOT

Jika Anda menggunakan electronic viewfinder atau melakukan pemotretan dalam Live View dengan lampu kilat non-Canon atau flash controller dalam mode manual exposure (pencahayaan manual), layar Anda mungkin menjadi gelap jika exposure simulation diaktifkan. Atasi hal itu dengan menonaktifkan exposure simulation. Jangan lupa mengaktifkannya kembali setelah Anda selesai!

Catatan: Anda bisa membiarkan exposure simulation aktif jika menggunakan lampu kilat Canon.

Baca juga:
Apa Saja Manfaat Lampu Kilat Eksternal?
3 Fitur Speedlite yang Mungkin Tidak Anda Ketahui


---

Temukan sejumlah fitur dan fungsi kamera lainnya yang tersembunyi dalam artikel:
5 Pengaturan Dasar EOS R5/ EOS R6 untuk Kustomisasi Dari Awal
7 Pengaturan Kamera yang Pasti Membuat Bidikan Lebih Mulus

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi.

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

Digital Camera Magazine

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

Kazuo Nakahara

Kazuo Nakahara

Lahir di Hokkaido pada tahun 1982, Nakahara berpaling ke fotografi setelah bekerja di perusahaan manufaktur bahan kimia. Ia mengambil jurusan fotografi di Vantan Design Institute dan ia juga berprofesi sebagai penceramah untuk lokakarya serta seminar fotografi, selain bekerja dalam bidang fotografi komersial. Ia juga merupakan perwakilan dari situs web informasi fotografi, studio9.

http://photo-studio9.com/

Takashi Karaki

Takashi Karaki

Setelah mengantongi sejumlah pengalaman sebagai instruktur olahraga yang kemudian diikuti 10 tahun pengalaman dalam bidang produksi serta penyuntingan majalah, Karaki pindah ke Yonago City di Prefektur Tottori, dan di sana dia menjadi terkenal karena karya pemotretan lanskap wilayah San' di Jepang. Hasil karyanya telah dipublikasikan di Amazing Village, suatu buklet tentang desa yang serba-indah di Jepang. Hasil karyanya diproduksi melalui CANON x — kolaborasi Discover Japan pada tahun 2017, dan karya bidikannya mengenai awan berarak di Akechi Pass di Prefektur Tottori merupakan salah satu di antara 12 foto yang dipilih oleh Japan National Tourism Organization (JNTO) untuk mewakili Jepang.

Instagram: @karakky0918