Tips & Tutorials >> All Tips & Tutorials

Cara Membuat Bidikan Olahraga Ekstrem yang Terbaik

Olahraga ekstrem dengan tempo cepat, gerakan tidak terduga dan dinamis merupakan umpan yang kaya untuk bidikan yang serba dramatis. Berikut ini sebagian saran tentang cara membuat bidikan olahraga ekstrem yang terbaik. (Dilaporkan oleh: Mark Teo)

 

EOS 7D/ EF70-200mm f/2.8L IS USM/ FL: 200mm/ Aperture-priority AE (f/2.8, 1/5000 det., EV±0)/ ISO 400/ WB: Auto

 

Fotografi olahraga ekstrem: Apa saja yang diliput?

Fotografi olahraga memang menantang: Anda harus berakrobat, bergerak cepat dalam kondisi cahaya yang mungkin tidak ideal, dan faktor eksternal seperti cuaca, bisa menyebabkan masalah yang tidak terduga. Pada olahraga ekstrem, Anda harus mempertimbangkan gerakan yang tidak terduga dan lingkungan yang dinamis. 

Namun, jika dilakukan dengan baik, mengabadikan momen saat sang atlet olahraga ekstrem menunjukkan kebolehannya yang berisiko tinggi, aksi yang menantang maut, pasti akan menghasilkan foto yang sangat memukau. Namun demikian, karena aksi sang atlet tidak terkendala oleh lapangan atau arena olahraga, maka, kalau persiapan tidak memadai, perlengkapan Anda berisiko rusak atau Anda mengalami cedera fisik. Saya pernah terlalu dekat dengan penari saat mengambil fotonya, dan muka saya terkena tendangan. Meskipun kamera saya selamat, namun muka saya sobek cukup dalam dan jemari saya terluka.

Selalu mengutamakan keselamatan, dan berikut ini sebagian saran tentang cara membuat bidikan olahraga ekstrem yang terbaik.

 

1. Perlengkapan: Kemas secara cerdas dan ringan

Pada umumnya, bidikan olahraga ekstrem terjadi di sejumlah arena atau tempat yang sulit dijangkau, dan Anda tidak bisa meninggalkan perlengkapan Anda tanpa diawasi selagi Anda melakukan pemotretan, misalnya di pusat kota. Anda pun tentu ingin bergerak secara leluasa demi mendapatkan posisi atau sudut terbaik, untuk mengabadikan aksi laga yang dimaksudkan. Kemas secara cerdas dan ringan: Hanya membawa lensa yang dibutuhkan dan bodi kamera cadangan kalau memungkinkan.

 

Bodi kamera: Kedap air

Karena kondisi lingkungan dan cuaca senantiasa berubah, akan sangat membantu kalau tersedia bodi kamera yang kedap air, misalnya, kamera Canon seri EOS 5D atau EOS-1DX.

 

Lensa: Tergantung pada olahraga dan jaraknya

Saya memilih lensa yang bergantung pada sifat olahraga itu sendiri, dan seberapa dekat jarak saya ke aksi laga dimaksud.

Jika saya hanya diperbolehkan membidik dari suatu jarak, misalnya dari tempat penonton atau di belakang kerumunan penonton, maka lensa zoom telefoto, seperti 70-200mm f/2.8 atau lebih panjang akan sangat berguna. Namun demikian, kalau saya bisa dekat ke arena laga yang sedang berlangsung, pada umumnya saya akan memilih sudut lebar untuk memaksimalkan dampak pergerakan sang atlet.

Lensa favorit saya yaitu lensa sudut lebar, misalnya lensa fisheye atau 16-35mm f/2.8. Ketika para atlet sedang menunjukkan kebolehan mereka, kita ingin agar lensa sudut lebar membantu menunjukkan sehebat apa aksi laga yang diperlihatkan. Kita bisa melakukannya hanya dengan memanfaatkan kecenderungan lensa sudut lebar untuk merentangkan jarak.

 

Saran: Cara terbaik memanfaatkan lensa sudut lebar

Untuk memaksimalkan efek sudut lebar, lakukan bidikan dari jarak dekat dan pertahankan posisi tubuh agar tetap dekat ke tanah. Untuk mendapatkan hasil terbaik, tangkaplah gerakan suatu aksi laga pada puncaknya sehingga membidik pada titik lompatannya yang tertinggi.

 

Gambar A: Sudut lebih rendah, dan lebih dekat ke aksi laga

Bidikan sudut rendah dari pemain papan luncur di Henderson Waves

EOS 5D Mark II/ EF16-35mm f/2.8L II USM/ FL: 16mm/ Manual exposure (f/8, 1/320det., EV±0)/ ISO 100/ WB: Auto

Untuk bidikan ini, saya merendahkan tubuh hingga ke tanah untuk menonjolkan ketinggian lompatan. Hal ini juga membantu memaksimalkan efek sudut lebar.

 

Gambar B: Menjauh dari tempat berlangsungnya aksi laga

Pemain papan luncur di Henderson Waves

EOS 5D Mark II/ EF16-35mm f/2.8L II USM/ FL: 16mm/ Manual exposure (f/8, 1/400det., EV±0)/ ISO 100/ WB: Auto

Ini dibidik agak jauh dari tempat berlaga, pada sudut yang lebih tinggi. Sekarang perhatikan. Ketinggian lompatan terlihat lebih kecil, bukan?

 

Gambar A

Pemain papan luncur melompat pada 1/3 frame

Gambar B

Pemain papan luncur melompat pada 2/3 frame
 

Kedua bidikan diambil dengan lensa yang sama, tetapi dari sudut dan jarak yang berbeda. Pemain papan luncur terlihat seakan ia melompat dua pertiga frame pada Gambar A, tetapi hanya sepertiga frame pada Gambar B.

 

2. Pengaturan kamera: Setel kecepatan rananya

Hampir semua orang tahu bahwa rana yang sangat cepat akan membekukan gerakan, tetapi kecepatan rana lambat bisa menciptakan efek buram gerakan nan indah, yang membantu menunjukkan betapa cepat gerakan sang atlet. Namun begitu, pada sejumlah situasi, seperti pada balapan sepeda gunung, membekukan suatu aksi tidak menggambarkan kecepatan yang sesungguhnya!

Dalam arena balap atau peristiwa besar, latar belakang bisa terlihat ramai dan penuh oleh elemen yang mengganggu, misalnya banner para sponsor, penonton dan bahkan tetumbuhan. Melakukan panning kamera pada kecepatan rana yang lebih lambat, juga membantu “meredam” berbagai elemen latar belakang dan mengembalikan fokus ke subjek Anda.

 

Saran: Untuk menciptakan bidikan panning pada kecepatan rana yang lebih cepat, gunakan lensa yang lebih panjang.

Melakukan panning terhadap gerakan pada 1/30 detik bisa menyebabkan terlalu banyak keburaman akibat kecenderungan kita untuk menggoyangkan kamera. Untuk meningkatkan peluang keberhasilan bidikan panning Anda, gunakan panjang fokus yang lebih panjang, misalnya lensa 70-200mm. Lensa yang lebih panjang menciptakan lebih banyak pergerakan di latar belakang, yang memastikan bahwa pada kecepatan rana yang secepat 1/100 detik pun, sang atlet terlihat tajam sementara buram gerakan tampak di latar belakang.

 

Membekukan aksi dengan kecepatan rana sangat cepat bisa berhasil pada sebagian kasus...

Balapan sepeda, diambil dengan fast shutter speed (kecepatan rana sangat cepat)

EOS 5D Mark II/ EF16-35mm f/2.8L USM/ FL: 35mm/ Manual exposure (f/4, 1/3000det., EV±0)/ ISO 500/ WB: Auto

 

...Tapi, tidak selalu.

Bidikan balapan sepeda yang gagal pada kecepatan rana sangat cepat

EOS 5D Mark IV/ EF70-200mm f/2.8L IS USM/ FL: 115mm/ Manual exposure (f/8, 1/800 det., EV±0)/ ISO 400/ WB: Auto

Perhatikan, bagaimana pembalap sepeda motor terlihat seakan dia nyaris tidak bergerak. Di latar belakang juga terdapat banyak elemen yang mengganggu.

 

Panning membantu menambah pergerakan dan merapikan latar belakang

Balapan sepeda dengan panning

EOS 5D Mark IV/ EF70-200mm f/2.8L IS USM/ FL: 150mm/ Shutter priority AE (f/6.3, 1/160 det., EV-0,3)/ ISO 100/ WB: Auto

Pembalap sepeda motor, seperti pada bidikan sebelumnya, di-panning pada 1/160 detik. Pembalap tersebut sekarang terlihat lebih fokus dan tampak seakan ia sedang melaju pada suatu kecepatan tertentu.

 

3. Bingkai dan komposisi yang berdampak

Pada fotografi olahraga ekstrem, semuanya tentang memperlihatkan suatu kebolehan. Pada umumnya, kita ingin menunjukkan kepada pemirsa, betapa sulit melakukan aksi ini: Apakah lompatannya tinggi? Apakah medannya sulit dan berbahaya? Di mana semua ini terjadi?

Untuk mengetahui semua itu, para pemirsa harus melihat dari mana sang atlet bertolak, klimaks suatu aksi dan bahkan, di mana sang atlet akan mendarat. Pembingkaian dan komposisi, merupakan hal yang sangat penting. Anda jangan meremehkan dampak suatu aksi dengan cara membuat rintangan terlihat lebih kecil daripada yang sesungguhnya. Anda juga pasti tidak ingin bahwa hasil gambarnya terlalu abstrak sehingga sulit dipahami oleh pemirsanya.

 

1. Menunjukkan ekspresi v.s menunjukkan konteks

Wakeboarder secara close-up

EOS-1D X/ EF70-200mm f/2.8L IS USM/ FL: 195mm/ Manual exposure (f/2,8, 1/1000 det., EV±0)/ ISO 800/ WB: Manual

Ada kalanya, Anda juga ingin berada pada jarak yang dekat untuk menarik perhatian ke ekspresi wajah sang atlet, misalnya saat ia sedang sangat fokus atau suasana pada saat itu—persis seperti dalam bidikan ini. Namun demikian, pembingkaian yang ketat berarti Anda tidak bisa melihat titik tinggal landas, pendaratan, atau kesan tentang tempatnya. Kesan suatu aksi yang lebih lemah. 

 

Bidikan aksi laga wakeboarder (peselancar).

EOS-1D X/ EF70-200mm f/2.8L IS USM/ FL: 70mm/ Manual exposure (f/2,8, 1/1000 det., EV±0)/ ISO 1250/ WB: Manual

Atlet yang sama dibingkai dengan lingkungan yang dibayangkan. Sekarang, Anda bisa melihat, dari mana sang atlet memulai serta puncak aksi laganya.

Cara terbaik untuk memandangnya yaitu bahwa, olahraga ekstrem memerlukan sudut “ekstrem”: Entah mengenai lebarnya untuk menangkap konteksnya, atau berada pada jarak super dekat untuk menangkap emosinya!

 

2. Pentingnya ketepatan waktu

Pemain papan luncur di atas atap

EOS 5D Mark IV/ EF70-200mm f/2.8L IS USM/ FL: 135mm/ Aperture-priority AE (f/3.5, 1/2500 det., EV±0)/ ISO 125/ WB: Auto

Ketepatan waktu penting untuk menghasilkan bidikan dengan dampak maksimum. Bandingkan bidikan ini dengan bidikan yang di bawahnya. Lompatan di sini terlihat lebih kecil, karena tidak menangkap puncak aksi laganya.

 

pemain papan luncur di atas atap

EOS 5D Mark IV/ EF70-200mm f/2.8L IS USM/ FL: 135mm/ Aperture-priority AE (f/3.5, 1/2500 det., EV±0)/ ISO 125/ WB: Auto

Sang atlet dibingkai secara indah dengan latar belakang dan pada titik lompatan tertinggi. Postur tubuhnya dan kroping menggambarkan mengenai keberadaannya dan ke mana arah gerakannya.

 

4. Lakukan persiapan Anda

Bagaimana pun juga, seperti fotografi apa pun, fotografi olahraga ekstrem juga memerlukan persiapan kerja. Karena olahraga ini memiliki tingkat risiko yang tinggi, aksi ini hanya bisa dilakukan beberapa kali jika memang ada kesempatan untuk mengulanginya. Persiapan Anda harus memadai untuk mendapatkan bidikan bagus dalam beberapa kali percobaan.

Selalu:
- Terinspirasi: Gagasan kreatif ada di mana saja. Perhatikan yang sedang dilakukan orang di sekitar dan pikirkan tentang cara Anda menyatu dengan kegiatan itu.

Sebelum membidik:
- Anda harus menguasai olahraga tersebut. Satu cara untuk melakukannya, menonton secara online, video olahraga yang akan Anda foto.
- Luangkan waktu untuk melakukan recce, yaitu mengunjungi lokasi untuk menentukan kesesuaiannya untuk pengambilan gambar, termasuk akses ke fasilitas yang diperlukan dan penilaian potensi masalah pencahayaan atau suara, dan terkait erat dengan lokasi, jika memungkinkan. Hal ini juga membantu Anda merencanakan sudut dan gagasan untuk bidikan.
- Berkomunikasi dengan para atlet. Menunjukkan kepada mereka foto dari recce Anda dan bahas dengan mereka mengenai berbagai macam gagasan. Hal ini juga memberikan keyakinan kepada orang yang bersangkutan, bahwa Anda menguasai seluk-beluknya, dan menjamin bahwa mereka tidak akan mengalami risiko cedera akibat bidikan yang buruk.

 

Saran bonus: Teruslah berkomunikasi dengan sang atlet dan tetap bersikap positif!

Fotografer dan sang atlet mengulas sejumlah bidikan

EOS 5D Mark IV/ EF70-200mm f/2.8L IS USM/ FL: 105mm/ Aperture-priority AE (f/2.8, 1/1250 det., EV±0)/ ISO 125/ WB: Auto

Teruslah memotivasi para atlet, dan tunjukkan kepada mereka sejumlah bidikan foto sehingga Anda dapat menyampaikan penyesuaian apa pun yang perlu dibuat. Apabila mereka melihat bidikan fotonya bagus, mereka akan semakin senang berkomunikasi dengan Anda.

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!