Temukan yang Anda cari

atau cari melalui

topik

Article
Article

Article

e-Book
e-Book

e-Book

Video
Video

Video

Campaigns
Campaigns

Campaigns

Architecture
Kamera Saku

Kamera Saku

Architecture
DSLRs

DSLRs

Architecture
Videografi

Videografi

Architecture
Astrofotografi

Astrofotografi

Architecture
Tanpa Cermin

Tanpa Cermin

Architecture
Fotografi arsitektur

Fotografi arsitektur

Architecture
Teknologi Canon

Teknologi Canon

Architecture
Fotografi cahaya minimal

Fotografi cahaya minimal

Architecture
Wawancara fotografer

Wawancara fotografer

Architecture
Fotografi lanskap

Fotografi lanskap

Architecture
Fotografi makro

Fotografi makro

Architecture
Fotografi olahraga

Fotografi olahraga

Architecture
Fotografi Wisata

Fotografi Wisata

Architecture
Fotografi bawah air

Fotografi bawah air

Architecture
Konsep & Aplikasi Fotografi

Konsep & Aplikasi Fotografi

Architecture
Fotografi Jalanan

Fotografi Jalanan

Architecture
Kamera Mirrorless Full-frame

Kamera Mirrorless Full-frame

Architecture
Lensa & Aksesori

Lensa & Aksesori

Architecture
Nature & Wildlife Photography

Nature & Wildlife Photography

Architecture
Fotografi Potret Wajah

Fotografi Potret Wajah

Architecture
Fotografi Malam

Fotografi Malam

Architecture
Fotografi Hewan Piaraan

Fotografi Hewan Piaraan

Architecture
Solusi Pencetakan

Solusi Pencetakan

Architecture
Ulasan produk

Ulasan produk

Architecture
Fotografi Pernikahan

Fotografi Pernikahan

Produk >> Semua Produk Part

EOS R7: Kamera EOS APS-C Tercepat dan Beresolusi Tertinggi dari Canon

2022-05-31
8
34.19 k

Pada 24 Mei 2022, Canon mengumumkan tentang EOS R7, kamera sistem EOS R pertamanya yang memiliki sensor gambar ukuran APS-C. Kecil, ringkas, dan mobilitas tinggi, karena keunggulan ukuran sensor dan sistem kamera mirrorless, kamera ini juga menawarkan fitur yang hampir setara dengan kamera yang dirancang untuk penggunaan profesional, seperti pemotretan beruntun berkecepatan tinggi hingga 30 fps dan kemampuan untuk mengenali serta melacak subjek berbasis pembelajaran mendalam yang canggih. Ini adalah kamera yang siap untuk menarik perhatian, terutama bagi fotografer yang mencari sistem kamera yang ringkas, cepat, dan sarat dengan daya kemampuan. Baca terus untuk mengetahui alasannya.

Dalam artikel ini:

Daya, kecepatan, dan resolusi dalam bodi kamera yang lebih kecil dan ringan

Memiliki tiga kemampuan terbaik: Keringkasan, kecepatan, dan resolusi tinggi

EOS R7 adalah kamera pertama dalam sistem EOS R yang akan dilengkapi dengan sensor gambar format APS-C. Meskipun secara teori, kamera ini sekelas kamera EOS 90D DSLR, tetapi, kamera ini dilengkapi dengan inti baru yang ditingkatkan, termasuk mesin pemrosesan gambar DIGIC X, yang dapat membuat perhitungan lanjutan dengan kecepatan tinggi, dan sensor gambar Dual Pixel CMOS yang baru dikembangkan dengan 32,5 megapiksel efektif.

Secara bersama, semua itu menghadirkan EOS R7:
- Performa resolusi tertinggi dalam sejarah model kamera EOS APS-C
- Pemotretan beruntun kecepatan tinggi dan presisi AF hampir setara model kamera EOS profesional
- Performa video yang ditingkatkan: Video UHD 4K berkualitas lebih tinggi melalui oversampling 7K, Canon Log 3, perekaman HDR PQ, dan fitur lain yang memenuhi kebutuhan produksi video profesional.

Salah satu keuntungan terbesar sensor gambar APS-C adalah kemampuannya menghasilkan bodi kamera yang lebih kecil dan lebih ringan. Dengan memanfaatkan ini, EOS R7 memungkinkan pengguna untuk menikmati fotografi diam dan videografi dengan beban yang lebih ringan dari sebelumnya.

Kecepatan pemotretan beruntun tercepat dalam sistem EOS R

Hingga 15 fps: Kecepatan pemotretan beruntun mekanis tercepat dalam sistem EOS R

Salah satu fitur EOS R7 yang paling menonjol adalah kemampuan pemotretan beruntun berkecepatan tinggi yang luar biasa. Dalam mode rana mekanis, kamera ini mencapai hingga 15 fps dengan pelacakan AF/AE1, dimungkinkan oleh mekanisme tanpa cermin (yang menghilangkan kebutuhan akan gerakan cermin), adopsi motor torsi tinggi, struktur pengisian daya baru untuk tirai rana pertama dan kedua, serta urutan penggerak rana yang dioptimalkan. Pemotretan beruntun yang mendekat 16 fps, juga dapat dilakukan pada kamera DSLR andalan, EOS-1D X Mark III, kemampuan pemotretan beruntun kecepatan tinggi EOS R7 adalah yang tercepat di seluruh seri R EOS.


Dalam mode rana elektronik, EOS R7 membidik hingga 30 fps dengan pelacakan AF/AE tracking—setara dengan EOS R32 kelas profesional.

Pemotretan tanpa kerlipan dan kecepatan rana

Mode rana mekanis EOS R7 mendukung pemotretan tanpa kerlipan, menangkal kerlipan 100Hz/120Hz. Juga mendukung kecepatan rana secepat 1/8.000 detik (rana mekanis) dan 1/16.000 detik (rana elektronik)3. Selain kapasitas yang lebih besar untuk membekukan subjek yang bergerak cepat pada saat itu, kecepatan rana yang begitu cepat, memungkinkan lebih banyak kontrol atas pencahayaan, seperti di bawah sinar matahari yang terik ketika Anda perlu menggunakan aperture terluas dari lensa cepat untuk membidik potret dengan depth of field yang dangkal.

1Kecepatan pemotretan beruntun yang sesungguhnya, bergantung pada berbagai faktor seperti tipe baterai/daya baterai yang tersisa, suhu, Wi-Fi built-in (‘On’ atau ‘Off’), pengurangan kerlipan, kecepatan rana, nilai aperture, tipe lensa, dll. Untuk informasi selengkapnya, silakan merujuk ke buku petunjuk pengguna.
2 Siklus penghitungan AF berbeda dari penghitungan pada EOS R3.
3 Fotografi lampu kilat tidak didukung dalam mode rana elektronik. Tergantung pada subjek dan kondisi pemotretan, distorsi rana bergulir dapat terjadi.

Mode RAW Burst resolusi penuh dengan fungsi pra-pemotretan

RAW burst mode: Mendukung urutan gambar RAW resolusi penuh, pra-pemotretan

Mode burst RAW4 menggunakan rana elektronik untuk merekam urutan gambar RAW yang dibidik hingga 30 fps dalam satu file tunggal. Meskipun semua gambar ini dipangkas (direkam hanya menggunakan sebagian sensor) pada EOS M6 Mark II, gambar tersebut direkam sebagai data RAW 14-bit menggunakan resolusi sensor 32,5 megapiksel penuh pada EOS R7. Jika pra-pemotretan diaktifkan, kamera merekam gambar hingga 0,5 detik sebelum tombol rana ditekan sepenuhnya. Setiap bingkai yang diambil dalam mode burst RAW dapat diproses lebih lanjut seperti file gambar RAW biasa—Anda dapat mengekstrak bingkai terbaik untuk mengekspornya sebagai gambar RAW individual, atau mengubahnya menjadi file JPEG atau HEIF dan mengekspornya seperti itu.

4 Kartu SD dengan Speed Class 10 atau lebih direkomendasikan. Perekaman normal mungkin tidak dapat dilakukan jika baterainya lemah atau kecepatan penulisan kartu SD yang lambat, 
Catatan: Interval yang diperlukan antara urutan burst RAW berturut-turut: kira-kira 25 detik pada kartu SD biasa (UHS-I); 11 detik pada kartu berkecepatan tinggi (UHS-II).

Deteksi dan pelacakan subjek berbasis pembelajaran mendalam yang canggih

Pendeteksian dan pelacakan subjek ditingkatkan dengan pembelajaran mendalam

EOS R7 dilengkapi sistem pendeteksian dan pelacakan subjek EOS iTR AF X yang disempurnakan dengan pembelajaran mendalam yang sama seperti yang ditemukan pada EOS R3 yang lebih canggih. Kemampuan canggih sistem ini mendukung pemfokusan otomatis (AF) selama pengambilan gambar diam dan video.

Ada empat mode prioritas pendeteksian subjek:
- People
- Animals
- Vehicles
- Off

Dalam mode People Priority (Prioritas Orang), manusia dalam bingkai diprioritaskan, tetapi jika tidak ada manusia dalam bingkai, kamera mendeteksi hewan dan kendaraan. 

Dalam mode Animal Priority (Prioritas Hewan), hewan (kucing, anjing, dan burung) diprioritaskan, tetapi jika tidak ada hewan dalam bingkai, akan mendeteksi manusia. Dalam mode Vehicle Priority (Prioritas Kendaraan), kendaraan dan orang dapat dideteksi. Sistem ini juga mendeteksi helm dan pengendara sepeda motor untuk melacak kendaraan tipe terbuka dengan akurasi yang lebih baik. 

Kemampuan AF deteksi manusia EOS R7 dapat mengenali mata, wajah, kepala, dan badan subjek manusia.

 

Kemampuan pendeteksian hewan dapa mengenali mata, wajah, dan tubuh kucing, anjing, serta burung/unggas.

Kemampuannya mendeteksi kendaraan dapat mengenali kendaraan bermotor (kendaraan roda dua dan roda empat).

Kemampuan pendeteksian subjek EOS iTR AF X pada EOS R7 setara dengan kemampuan EOS R3. Ketahui selengkapnya di artikel berikut
Pendeteksian subjek melalui pembelajaran mendalam (deep learning); pelacakan melalui EOS iTR AF X

Cakupan AF hingga 100%; mewarisi konsep AF unik EOS R3

Cakupan AF hingga 100%: Dapatkan fokus pada subjek di mana saja dalam bingkai gambar

EOS R7 menggunakan sistem Dual Pixel CMOS AF II, di mana setiap piksel pada sensor gambar dilengkapi dengan dua fotodioda untuk melakukan pencitraan dan pendeteksian perbedaan fase. Ini menghasilkan kualitas gambar yang tinggi dan pemfokusan otomatis presisi tinggi tanpa interpolasi piksel.

AF dapat dilakukan hingga 100% dari bingkai gambar (horizontal x vertikal, dalam mode AF Seluruh Area apabila subjek terdeteksi). Dengan AF yang beroperasi hingga 651 zona yang terbagi secara baik, didukung oleh kemampuan pendeteksian dan pelacakan subjek lanjutan dari EOS iTR AF X, Anda dapat mengharapkan pemfokusan yang akurat hingga ke tepi gambar.

Untuk kontrol lebih terhadap pemfokusan, tersedia 8 mode area AF lainnya:
- 1-point AF
Memungkinkan pengguna memilih hingga 5915 posisi titik AF yang berbeda.
- Spot AF
Menawarkan area AF yang lebih kecil daripada AF 1 titik untuk pemfokusan jitu.
- Dua mode Perluas area AF:
Expand AF area/Perluas area AF (atas, bawah, kiri dan kanan) serta Perluas area AF (sekitar), gunakan titik AF 1 titik dan 4 (atau 8) titik AF di sekitarnya untuk lebih fleksibel saat memfokuskan pada subjek bergerak.
- 3 Flexible Zone AF modes
Pertama kali diperkenalkan pada EOS R3, pada EOS R7, pengguna dapat mengatur area AF dengan ukuran yang diinginkan mulai dari 9 titik (3×3) hingga 567 titik (27×21) dan menyimpannya dalam slot hingga sebanyak 3 slot.

Quick Control Dial terpadu yang baru.+ Multi-controller

Operasi intuitif: Quick Control Dial terpadu yang baru.+ Multi-controller

Quick Control Dial dan Multi-controller adalah salah satu kontrol yang paling sering digunakan di antara pengguna tingkat mahir: Yang pertama biasanya digunakan untuk mengontrol kompensasi pencahayaan, dan multi-controller biasanya digunakan untuk memindahkan titik AF. Kedua kontrol ini telah terintegrasi menjadi satu pada EOS R7, dan tombol putar terintegrasi baru, terletak di sebelah kanan jendela bidik, tepat di samping garis pandang pengguna. Memindahkan bingkai AF menjadi lebih intuitif dari sebelumnya, bahkan saat Anda melihat melalui jendela bidik.

Quick Control Dial terpadu yang baru.

Dengan Quick Control Dial yang baru, Anda dapat secara mulus menyesuaikan kompensasi pencahayaan dan memindahkan bingkai AF. Anda juga dapat menetapkan Quick Control Dial untuk mengubah mode area AF.

Sakelar Focus mode

Sakelar mode fokus terletak pada bodi kamera, di alas sebelah kanan di bawah lensa. Sakelar ini memudahkan untuk beralih antara mode AF dan MF, bahkan dengan lensa yang tidak memiliki sakelar AF/MF. Tombol di tengah adalah tombol pratinjau depth-of-field.

DIGIC X + 32,5 megapiksel = Performa resolusi yang tidak pernah terjadi sebelumnya

32,5 megapiksel: Performa resolusi tertinggi dalam sejarah kamera EOS APS-C

EOS R7 dilengkapi dengan sensor gambar Dual Pixel CMOS 32,5 megapiksel yang baru dikembangkan. Meskipun ada kamera EOS APS-C lain yang memiliki resolusi megapiksel yang sama, kombinasi dari mesin pemrosesan gambar DIGIC X yang kuat dan kemampuan kualitas gambar dudukan RF, telah meningkatkan kualitas ke level yang baru pada EOS R7, mencapai performa resolusi tertinggi dari semua kamera EOS APS-C dalam sejarah5. Pemrosesan pengurangan noise tingkat lanjut DIGIC X juga mewujudkan peningkatan kinerja ISO tinggi, dengan kecepatan ISO native hingga 32.000 dan kecepatan ISO yang diperluas hingga ISO 51.200.

EOS R7/ RF100-500mm f/4.5-7.1L IS USM/ FL: 200mm/ Aperture-priority AE (f/10, 2 det., EV-0,7)/ ISO 100/ WB: Auto

5Dari semua kamera EOS APS-C saat ini dan sebelumnya pada 23 Mei 2022. Dievaluasi berdasarkan Bagan Resolusi CIPA Standar ISO 12233.

Kekuatan sensor gambar APS-C: Efek telephoto 1,6x

Pemotretan telephoto: Kekuatan sensor gambar APS-C

Terlihat lebih kecil dari sensor gambar full-frame 35mm, sensor gambar APS-C menawarkan keuntungan yang sangat bagus untuk pemotretan telephoto: sensor ini memberi Anda bidang pandang yang 1,6x lebih panjang daripada panjang fokus yang ditunjukkan pada lensa. Sementara kamera EOS R full-frame memiliki mode krop 1,6x yang mencapai efek yang sama yaitu, merekam hanya dengan sebagian sensor gambar (misalnya, ukuran bidikan gambar krop APS-C pada EOS R5 45 megapiksel adalah sekitar 17,3 megapiksel), kamera APS-C menggunakan resolusi penuh dari sensor gambar. Panjang fokus yang diperpanjang secara otomatis, dengan gambar beresolusi tinggi 32,5 megapiksel—sangat menyenangkan bagi fotografer olahraga dan hewan di kehidupan alam liar, dan siapa saja yang selalu ingin memotret dari jarak yang lebih dekat.

Cari tahu selengkapnya mengenai kamera APS-C di:
Kamera Full-Frame vs APS-C: Manakah yang Sebaiknya Saya Pilih?

In-Body IS dan koreksi kemiringan otomatis

In-Body IS hingga 8 stop dengan auto-leveling

In-Body Image Stabilizer (In-Body IS) tipe geser-sensor pada EOS R7, memberikan stabilisasi gambar, bahkan saat menggunakan lensa yang tidak distabilkan. Ukuran sensor gambar APS-C memberikan manfaat lain: karena bentuknya yang kecil, sensor ini lebih leluasa untuk berputar, memungkinkan koreksi goyangan kamera yang lebih efektif dalam arah putaran. Kamera ini juga mendukung Coordinated Control IS, yang meningkatkan efek stabilisasi hingga setara dengan 8 penghentian kecepatan rana apabila memasang lensa RF kompatibel yang dilengkapi dengan Optical IS. 

Peningkatan jangkauan pergerakan sensor ini juga memungkinkan untuk menggabungkan fitur levelling otomatis6, di mana sensor gambar secara otomatis berubah secara halus untuk mengoreksi kemiringan apa pun pada kamera saat memotret, mempertahankan horizontalitas gambar. Hal ini meningkatkan efisiensi saat memotret pemandangan, seperti arsitektur dan lanskap, karena pengguna tidak perlu lagi menghabiskan banyak waktu dan perhatian untuk memastikan kamera sejajar.


Efek IS apabila dipadukan dengan lensa RF-S:
- EOS R7+RF-S18-150mm f/3.5-6.3 IS STM: setara hingga 7 stop
- EOS R7+RF-S18-45mm f/4.5-6.3 IS STM: setara hingga 6,5 stop


Efek IS apabila dipadukan dengan RF24-105mm f/4L IS USM

(Kedua gambar) RF24-105mm f/4 L IS USM/ FL: 50mm/ Manual exposure (f/4.5, 1,6 det.)/ ISO 400

6Level otomatis tidak dapat digunakan dalam kondisi berikut: •Apabila ditetapkan ke [Shutter method: Electronic first-curtain]. • Apabila ditetapkan ke [Drive: High-speed continuous shooting+ atau High-speed continuous shooting] dalam [Shutter method: Electronic shutter]. • Apabila ditetapkan ke mode panorama, mode panning, kid mode (mode anak), atau sports mode (mode olahraga). • Apabila merekam film jeda-waktu.

Baca juga:
3 Jenis Pemandangan yang Memanfaatkan In-Body IS Sepenuhnya

Panorama Shot mode, in-camera Depth Compositing

Fitur baru: Panorama Shot mode; in-camera Depth Compositing

EOS R7 memiliki sejumlah fitur baru untuk kamera EOS. Salah satu fiturnya adalah mode Panorama Shot scene (panorama Pemotretan), yang, jika diaktifkan, membidik pada 5 fps saat Anda menggeser kamera dan secara otomatis menggabungkan hingga 200 gambar untuk menghasilkan gambar panorama beresolusi sangat tinggi. Panorama yang diambil dengan kamera dalam orientasi horizontal dapat mencapai 3.248 × 30.240 piksel, sedangkan yang dalam orientasi vertikal dapat mencapai 30.240 × 4.880 piksel. Karena In-Body IS pada EOS R7 mengoreksi keburaman panning, bahkan panorama yang dibidik dengan tangan, akan terlihat tajam dan wajar. Ini adalah mode yang berguna, terutama untuk memotret gambar beresolusi tinggi dari subjek yang panjang, tinggi, atau lebar seperti lanskap yang luas dan gedung pencakar langit!


SCN mode: Panorama Shot

Bidik sambil melakukan panning secara horizontal dengan kamera dalam posisi vertikal. Ukuran gambar asli: kira-kira.. 30.240×4.880 piksel

Lihat gambar yang lebih besar (ukuran diubah menjadi 3600×582 piksel)


Focus bracketing dan in-camera Depth Compositing


Bisa jadi sangat sulit untuk menangkap gambar subjek dengan deep-focused (fokus mendalam), di mana seluruh subjek berada dalam fokus dari latar depan sampai ke latar belakang. Meskipun mempersempit aperture ke ekstrem mungkin menjadi salah satu solusi, hal ini juga menimbulkan kemungkinan difraksi dan hilangnya ketajaman. Kesulitan meningkat saat memotret subjek kecil seperti bunga, serangga, atau produk dan aksesori mungil, yang melibatkan pemotretan close-up di mana depth of field lebih sempit. Untuk mendapatkan gambar yang sepenuhnya tajam, Anda dapat menggunakan fungsi focus bracketing. Dan, daripada harus menunggu sampai Anda mendapatkan komputer untuk menumpuk gambar di perangkat lunak penyunting gambar, Anda dapat menggunakan fungsi Depth Compositing baru dalam kamera, yang melakukannya untuk Anda sehingga Anda dapat melihat hasilnya secara langsung di tempat.

Kemampuan video yang memenuhi kebutuhan profesional

Video UHD 4K berkualitas tinggi dari oversampling 7K

Sensor gambar APS-C EOS R7 berukuran hampir sama dengan sensor format Super 35mm standar pada kamera cinema yang digunakan dalam produksi film dan cinema profesional. Dalam mode pemotretan tanpa krop, ini menghasilkan area perekaman video aktif sekitar 27,1 megapiksel. Selain keleluasaan untuk memiliki lebih banyak megapiksel, hal ini juga menjadikannya sebagai kamera sekunder atau tersier yang hebat saat memotret dengan kamera cinema, karena memiliki sudut pandang yang sama!

Selain codec perekaman YCbCr 4:2:0 8-bit standar, EOS R7 juga mendukung format perekaman seperti Canon Log 3 dan video HDR PQ dalam YCbCr 4:2:2 10-bit. Ini adalah kamera yang memenuhi kebutuhan pembuat video profesional, mulai dari produksi video HDR hingga menggradasi warna.

Apakah 4:2:0 dan 4:2:2 itu, dan apa perbedaannya? Klik di sini untuk mengetahuinya.


Dalam mode 4K UHD Fine, yang memberikan kualitas tertinggi, EOS R7 melakukan oversampling dari 7K untuk merekam 4K UHD pada 29.97P/25.00P. Itu juga dapat merekam UHD 4K tanpa krop dan non-oversampled pada 59.94P/50.00P dalam mode 'Standar' 4K UHD.

Untuk situasi yang memerlukan efek telephoto tambahan, mode pemotongan 4K UHD, dikombinasikan dengan pemotongan sensor APS-C 1,6x bawaan, menghasilkan efek close-up 1,8x.

Karena batas waktu perekaman telah dihapus, EOS R7 dapat memotret hingga 6 jam terus menerus (1,5 jam untuk video High Frame Rate).7

7Perekaman akan berhenti secara otomatis dalam situasi sebagai pemanasan internal yang berlebihan atau ruang penyimpanan kartu memori yang tidak mencukupi.


Mendukung streaming langsung ke YouTube

Ingin gambar berkualitas tinggi untuk streaming langsung YouTube Anda? EOS R7 siap untuk itu. Yang perlu Anda lakukan hanyalah menghubungkan kamera ke internet dan menyiapkan URL streaming langsung8.

8Sebelum menggunakan layanan streaming langsung, diperlukan pendaftaran image.canon. Periksa YouTube untuk persyaratan terbaru. Streaming langsung di YouTube dapat diubah, dihentikan, atau diakhiri tanpa pemberitahuan. Canon tidak bertanggung jawab atas layanan apa pun yang disediakan oleh pihak ketiga, termasuk distribusi langsung mereka di YouTube.

Membangun dan menangani

Bodi kecil dan ringan, mobilitas lebih baik

Seperti DSLR EOS 90D, EOS R7 dirancang untuk para penggemar tingkat lanjut. Namun, kamera ini juga memanfaatkan sistem kamera mirrorless untuk mendapatkan bodi yang lebih kecil dan lebih ringan. Untuk sasis internal, kamera ini menggunakan paduan magnesium (sebagian aluminium), yang tahan lama dan tahan benturan dengan ketahanan panas yang sangat baik. Bagian luarnya terbuat dari plastik rekayasa yang kuat, yang tahan lama dan ringan. Kamera ini juga kedap debu dan kelembapan, sama seperti yang dimiliki EOS 90D—cukup untuk digunakan di berbagai lingkungan. Slot kartu SD ganda memberikan jaminan tambahan untuk situasi di mana ruang memori ekstra atau perekaman simultan ke dua kartu untuk cadangan file sangat penting.

Kuat dan tahan lama dengan penyegelan cuaca, namun bentuknya kecil, bobotnya ringan, dan sangat portabel, EOS R7 menawarkan mobilitas yang cukup untuk menangkap lebih banyak peluang foto—bahkan dalam perjalanan jauh dan mendaki.

*Berat menurut standar CIPA (dengan baterai, kartu memori)

EOS 90D yang dikombinasikan dengan lensa kit EF-S18-135mm f/3.5-5.6 IS USM memiliki berat sekitar 1216g, sedangkan EOS R7 dengan lensa kit RF-S18-150mm f/3.5-6.3 IS STM hanya berbobot kurang-lebih 922g—sekitar 24% lebih ringan.

Gambar contoh

Gambar contoh


EOS R7/ RF1200mm f/8L IS USM + Extender RF1.4x / FL: 1680mm / Shutter-priority AE (f/13, 1/2000 det.)/ ISO 2500/ WB: Auto


EOS R7/ RF14-35mm f/4L IS USM/ FL: 14mm / Manual exposure (f/8, 1/2000 det.)/ ISO 200/ WB: Auto


EOS R7/ RF100-500mm f/4.5-7.1L IS USM/ FL: 151mm / Manual exposure (f/9, 1/250 det.)/ ISO 125/ WB: Auto

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi.

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

Berbagi foto Anda di My Canon Story & berpeluang ditampilkan pada platform media sosial kami