Scheduled Maintenance: Some services on SNAPSHOT may not be available on 28 July 2019 from 1am to 4am. We apologise for any inconvenience caused.
Close
Tips & Tutorials >> All Tips & Tutorials

Bidikan Jitu: Kereta Api Melaju di Antara Lanskap Musim Gugur nan Megah

Ia dikenal karena bidikannya pada “lanskap lintasan kereta api” yang mencengangkan. Ia mampu menangkap kereta api dan lanskap pemandangan sedemikian rupa sehingga pemirsanya pasti terpikat oleh keduanya. Fotografer lintasan kereta api, Hirokazu Nagane berbagi sejumlah saran tentang cara ia menghasilkan gambar kereta api yang satu ini dengan EOS R (Dilaporkan oleh: Hirokazu Nagane, Digital Camera Magazine)

Kereta api di antara pepohonan musim gugur

EOS R/ RF24-105mm f/4L USM/ FL: 98mm/ Manual exposure (f/11, 1/640 det., EV±0)/ ISO 800/ WB: Daylight
Line: JR Yonesaka Line (Melaju antara Prefektur Yamagata dan Niigata, bagian Timur Laut Jepang)

 

Dasar-dasar fotografi lanskap kereta api

Tidak seperti fotografi rel kereta api biasa, salah satu dasar fotografi lanskap kereta api yaitu, merangkum bagian pemandangan yang terindah—bukan sekadar mengambil bidikan closeup kereta api. Oleh karenanya, saya selalu memilih pengaturan pencahayaan yang paling sesuai untuk lanskap alam. Kereta api adalah prioritas saya yang kedua.

Tetapi, karena ini juga merupakan suatu bentuk fotografi rel kereta api, maka sungguh penting bahwa kereta api pun menarik perhatian yang memadai. Memperoleh keseimbangan ini, mungkin merupakan salah satu aspek paling menantang dari genre fotografi ini.


Yang membuat bidikan ini berhasil: Penerangan

Ini dibidik dalam cahaya latar, yang tidak hanya memberikan kedalaman pada pemandangan, tetapi juga membuat sebagian pemandangannya berkilauan. Dan hasilnya, dedaunan musim gugur terlihat lebih pekat dan hidup.

Kondisi cahaya latar telah menyebabkan crushed black (detail di area yang sangat gelap hilang) di bagian depan kereta api, tetapi ini nyaris tidak kentara. Lampu depan kereta api dan atapnya, terlihat berkilauan tertimpa cahaya matahari, dan ini cukup mengundang perhatian kita.

 

3 teknik untuk memperoleh bidikan jitu


1. Tampilan EVF: Ubah tampilan ini sehingga semua ikon berada di luar pratinjau gambar

Secara default, EVF memperlihatkan Display (Tampilan) 1, pratinjau sepenuh layar dan sejumlah ikon tampak pada gambar pratinjau. Saya menggunakan Display (Tampilan) 2, yang menempatkan ikon di luar pratinjau, sehingga saya bisa melihat subjek dengan baik hingga ke seluruh tepinya.

Tampilan EVF sepenuh layar.

Display 1

Tampilan EVF dengan margin

Display 2

Untuk mengubah format tampilan, masuk ke “VF display format” di menu SET UP.

 

2. Pemfokusan: Matikan penarikan lensa otomatis saat daya dimatikan

Apabila memotret lanskap kereta api, mau-tidak mau, Anda harus banyak menunggu. Alur kerja saya biasanya seperti ini:

Langkah 1: Memutuskan pembingkaian.
Langkah 2: Menemukan tempat untuk difokuskan, kemudian melakukan pra-fokus. Memastikan penggunaan back-button AF (AF tombol belakang), karena jika tidak, fokus akan berubah saat Anda menekan separuh tombol rana.
Langkah 3: Matikan kamera sampai kereta api mendekati.

Namun demikian, berdasarkan pengaturan default, apabila Anda mematikan kamera, tanpa menghiraukan, apakah menggunakan lensa EF atau lensa RF, fokus akan diatur ulang ke infinity (tak terhingga), menyebabkan Anda kehilangan posisi fokus yang sudah Anda tetapkan secara hati-hati pada Langkah 2.

Untuk memastikan bahwa hal ini tidak terjadi, matikan fungsi “Retract lens on power off”.

Skala depth-of-field Canon pada infinity.

Secara default, mematikan kamera akan secara otomatis mengatur ulang posisi fokus pada lensa EF/RF: Perhatikan, bagaimana skala depth-of-field bergerak ke “∞”.

EOS R menarik lensa pada menu power-of

Mencegah hal ini dengan menetapkan “Retract lens on power off” ke “Off”.

 

3. Komposisi: Memisahkan bingkai ke dalam 4 bagian, dan tempatkan kereta api di bagian 1 dari keempat bagian itu

Fotografer lain mungkin memiliki pendapat yang berbeda, tetapi teori saya yaitu, jika Anda membagi seluruh pemandangan menjadi seperempat dan menempatkan kereta api di salah satunya, maka, kehadirannya akan lebih baik dalam bidikan tersebut.

Pada pembingkaian bidikan, saya mencoba untuk tidak memperlihatkan terlalu banyak pemandangan. Dengan begitu, para pemirsa akan sangat terkesan dengan pemandangan tersebut.

Gambar di bawah memperlihatkan pemandangan yang lebih lebar dalam gambar utama. Saya memilih untuk mendekati bagian C.

Lanskap kereta api menunjukkan titik komposisi

A: Mengeluarkan bagian ini dari bingkai setelah mempertimbangkan penempatan jalur kereta api.

B: Juga menghilangkan bagian pegunungan. Kalau tetap dibiarkan apa adanya, ini akan memberi tahu pemirsa terlalu banyak tentang skala lanskap yang sesungguhnya.

C: Ini adalah bagian pemandangan yang saya putuskan untuk dibidik. Saya membagi bingkai ke dalam 4 bagian, dan menempatkan kereta api di salah satunya.


Untuk saran komposisi lainnya, buka laman:
Teknik Komposisi Profesional (1): Panduan Visual, Hal Tidak Terduga, dan Pengurangan


Dua fitur berguna untuk fotografi kereta api

1. EVF

Saya lebih suka melihat melalui viewfinder untuk memotret kereta api, karena saya merasa bahwa hal ini memungkinkan saya berkonsentrasi lebih baik untuk membidik kereta api yang sedang melaju. Dalam kondisi penerangan yang selalu berubah-ubah, memiliki EVF adalah suatu keuntungan besar, karena saya bisa melihat seperti apa rupa bidikan akhir tanpa harus mengalihkan pandangan untuk mengecek pratinjau Live View.

2. Area AF yang luas

Dalam fotografi kereta api, biasanya kita menetapkan titik fokus pada sudut bingkai gambar. Memang akan membantu kalau memiliki area AF yang luas: Pada EOS R, area AF mencakup hampir seluruh bingkai gambar (88% horizontal × 100% vertikal), bukan hanya dalam Live View tetapi juga selama pemotretan EVF, yang sangat memudahkan perolehan fokus.

 

Tahukah Anda bahwa dengan menggunakan head tripod video, hal ini bisa membantu Anda melakukan bidikan shot panning pada kereta api? Ketahui Selengkapnya di:
Saran Profesional untuk Memotret dengan Tripod

Untuk saran lainnya mengenai memotret kereta api, bacalah:
Cara Menangkap Bidikan Mengesankan pada Kereta Api yang Melaju dengan Pemotretan Beruntun
Rel Kereta Api – Komposisi dan Fitur Kamera untuk Menangkap Momen yang Mengesankan
Ekspresi Tonal yang Istimewa & Gradasi Memikat Menambah Sensasi Realistis Foto Rel Kereta Api

Pelajari selengkapnya mengenai berbagai fungsi EOS R dan cara menggunakan dalam artikel:
Wajah Swiss: 5 Cara Memaksimalkan EOS R
Teknik Astrofotografi dengan EOS R
6 Fitur EOS R yang Berguna untuk Memotret Pegunungan dengan Awan (Versi Inggris)

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

Digital Camera Magazine

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

Hirokazu Nagane

Hirokazu Nagane

Lahir di Yokohama pada tahun 1974. Setelah lulus dari Musashi Institute of Technology (Sekarang dirujuk sebagai ‘Tokyo City University’), ia belajar di bawah asuhan Mitsuhide Mashima, fotografer rel kereta api, yang juga adalah CEO Mashima Railway Pictures. Beberapa tahun belakangan ini, ia terlibat dalam menjelaskan berbagai teknik fotografi rel kereta api di majalah fotografi, dan menulis panduan fotografi rel kereta api. Ia berkeliling Jepang, mengambil foto kereta api sambil menjunjung tinggi motto, yaitu "mengambil foto yang begitu hidup sampai-sampai Anda bisa mendengar bunyi kereta, hanya dengan melihat fotonya".