Tips & Tutorials

[Bagian 1] Teknik Komposisi Profesional – “Pedoman Visual”, “Yang Tidak Terduga”, dan “Subtraksi”

Berikut ini, saya akan memperkenalkan komposisi yang lebih mahir. Saya sudah mengumpulkan sebagian teknik komposisi dasar, namun efektif yang juga digunakan oleh para fotografer profesional. Cobalah memperolehnya untuk meningkatkan level karya fotografis Anda. (Dilaporkan oleh: Tatsuya Tanaka)

Halaman: 1 2

Belajar komposisi untuk memperbaiki karya fotografis Anda

Setelah mempelajari teknik dasar, seperti Aturan Segitiga dan menempatkan komposisi di tengah-tengah, mari kita coba tantangan selanjutnya mengenai teknik komposisi yang digunakan para profesional. Komposisi yang akan saya perkenalkan di bawah bukan komposisi yang sekadar membagi bingkai ke dalam dua atau tiga bagian, melainkan komposisi yang mempertimbangkan posisi subjek di dalam gambar, hubungan dekat antara tema utama dan sub-tema, serta perspektif pemirsanya. Dengan begitu, ini membantu meningkatkan kualitas karya Anda secara signifikan. Mulailah dengan mengingat langkahnya satu per satu, dilanjutkan dengan memadukan pola komposisi berbeda untuk menghasilkan bidikan yang lebih mendekati tujuan fotografi Anda. Mari kita mulai dengan mencermati teknik komposisi yang berbeda-beda.

Gunakan aliran sungai dan jalan untuk mengarahkan perhatian pemirsa

Pedoman Visual

Komposisi diagonal digunakan untuk mengatur elemen dalam gambar berdasarkan garis diagonal. Contohnya, Anda dapat memanfaatkan garis diagonal yang terbentuk oleh lereng gunung, aliran sungai, atau jalan untuk menekankan perspektif, dan karenanya menonjolkan pergerakan serta kedalaman pada gambar. Cara mudah menyusun komposisi diagonal adalah menangkap air terjun atau undakan batu dari samping sehingga inklinasinya menjadi lebih nyata. Masih ada lagi teknik lain yaitu memanfaatkan kedua garis diagonal yang bersilangan dan membentuk “X” untuk menarik perhatian pemirsa pada titik persilangan. Namun, perhatikan bahwa dengan sengaja menyertakan garis diagonal secara berlebihan dapat menghasilkan komposisi yang monoton, yang hanya sekadar membagi gambar menjadi dua bagian.

Menggunakan jalur kereta api untuk memandu perhatian pemirsa ke kereta api

Komposisi ini memfokuskan pada kereta api yang keluar dari terowongan. Pada contoh sebelah kiri, terowongan ditempatkan pada posisi agak lebih bawah dari bagian atas, sehingga perhatian pemirsa tertuju pada dedaunan musim gugur pada bukit, di atas terowongan. Secara kontras, apabila terowongan diposisikan pada bagian atas, seperti diilustrasikan pada contoh sebelah kanan, jalur kereta api yang membentang, berhasil memandu pemirsa ke terowongan.

Jalan di daerah pertanian yang menikung, memandu perhatian pemirsa ke rumah

Komposisi ini memfokuskan pada rumah beratap jerami yang berdiri di belakang sawah. Contoh sebelah kiri adalah komposisi kontras tipikal dengan rumah yang ditempatkan di ujung sawah. Namun, pada foto sebelah kanan, jalan di pertanian ini tertangkap, yang berfungsi sebagai alat untuk menyampaikan maksud fotografer dengan memandu perhatian pemirsa dari jalan ke rumah, melintasi sawah.

Elemen tidak terduga dari sudut pandang yang berbeda

Hal yang tidak terduga

Untuk menciptakan kesan tentang hal yang tidak terduga dalam komposisi, ubah sudut lensa dan posisi kamera yang diarahkan pada subjek yang akan difoto, dari sudut pandang yang berbeda. Teknik ini khususnya direkomendasikan bagi mereka yang cenderung menghasilkan komposisi monoton, seperti menangkap subjek dari sikap tubuh yang rileks, atau dari ketinggian tetap apabila menggunakan tripod. Mengubah sudut lensa atau kamera, secara wajar menghasilkan komposisi yang berbeda. Apabila Anda pada khususnya, menggunakan lensa wide-angle, maka, dengan menyesuaikan ketinggian beberapa puluh centimeter, sering kali akan menghadirkan perubahan dramatis pada hasil akhir gambar. Sementara itu, untuk bidikan close-up subjek, seperti bunga, pergerakan yang hanya beberapa centimeter pun akan menghasilkan komposisi yang sama sekali berbeda.

"Memilih sudut yang tepat" menambahkan dampak ke foto

Di sini, saya membidik seekor gorila yang sedang beristirahat, dari focal length telefoto. Meskipun suasananya rileks, foto ini hanya menangkap suasana dan lingkungan.

Ini bidikan lainnya dari gorila yang sama. Hanya dengan mengubah posisi pemotretan dan focal length, suasana yang dihasilkan menjadi berbeda secara dramatis. Saya mengamati ekspresinya dan langsung membidiknya pada saat ia menaruh jarinya ke dalam mulut.

Dalam bidikan ini, saya memposisikan dua simpanse, di kiri dan di kanan untuk membuatnya tampak seperti pasangan. Di sini, saya memutuskan komposisi sambil membayangkan, apa yang akan dirasakan oleh pihak ketiga ketika ia melihat gambar ini.

Kurangi elemen untuk menentukan tema utama

Subtraksi

Bilamana bidikan diambil secara tergesa-gesa, atau apabila Anda tidak memeriksa komposisi melalui viewfinder, sering kali objek yang tidak diinginkan tertangkap dalam foto yang dihasilkan. Ini memang begitu pada area periferal gambar, dan apabila cakupan viewfinder kamera kurang dari 100%. "Subtraksi" adalah teknik untuk menghilangkan elemen yang tidak diinginkan dari komposisi. Untuk melakukannya, mulailah dengan memeriksa gambar pada monitor LCD belakang setelah melepaskan shutter. Berikutnya, hilangkan elemen dari komposisi menurut gambar yang Anda niatkan, diikuti dengan mengambil bidikan lainnya. Pupuklah kebiasaan untuk selalu menyusun ulang komposisi bidikan.

Tonjolkan tema utama dengan komposisi yang sederhana

Bidikan tepi danau yang dikelilingi oleh kehijauan. Contoh di sebelah kiri memberikan gambaran yang jelas mengenai lingkungannya, sedangkan elemen yang tidak diinginkan sudah dibuang pada contoh di sebelah kanan, menghasilkan komposisi yang menekankan pada pepohonan, yang merupakan tema utama.

Contoh di sebelah kiri adalah komposisi "greedy" yang berupaya menangkap segala yang terlihat dari posisi pemotretan. Namun, dengan melakukan hal itu menyebabkan tujuan fotografi menjadi kabur. Secara kontras, tujuannya tampak jelas pada bidikan sebelah kanan, setelah latar belakang dihilangkan.

Tatsuya Tanaka

Lahir tahun 1956, Tanaka adalah salah satu fotografer langka yang menghasilkan karya yang melintasi beragam genre secara luas, dari perspektif aslinya. Semua genre ini berkisar dari benda-benda dalam kehidupan kita sehari-hari, seperti serangga dan bunga, lanskap (landscape), bentangan langit (skyscape), dan benda-benda langit. Di samping fotografi, Tanaka juga mengembangkan pendekatannya sendiri dalam pasca proses, termasuk retouch dan pencetakan.

Tanggapan

Tulis Komentar

 

Login untuk memberi tanggapan

Win an EOS M100

ANDA TELAH LOG OFF DARI AKUN

Email dengan link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email SNAPSHOT anda yang terdaftar.

Setelah anda mengklik link, anda dapat login dengan detil login yang telah ada.

Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan sebagai anggota Komunitas CANON and SNAPSHOT. Kami akan berusaha memberikan konten yang bermanfaat dan seru untuk membantu anda mengembangkan bakat menjadi seorang fotografer handal!

IZIN UNTUK LANGKAH SELANJUTNYA

ID CANON anda akan disatukan dengan ID SNAPSHOT.

Link untuk melakukan pengaktifan telah dikirim melalui email.

Silahkan mengetik kembali password anda agar kami dapat mengambil langkah selanjutnya.

Ketik password

Dengan mengklik disini, anda setuju untuk menyatukan CANON ID dan SNAPSHOT ID. Persetujuan tersebut tunduk pada SYARAT & KETENTUAN CANON AND SNAPSHOT. TERMS & CONDITIONS.