Scheduled Maintenance: Some services on SNAPSHOT may not be available on 28 July 2019 from 1am to 4am. We apologise for any inconvenience caused.
Close
Tips & Tutorials >> All Tips & Tutorials

Teknik Komposisi Profesional (3): Memanfaatkan Lensa Dengan Sebaiknya

Kita telah belajar banyak mengenai berbagai teknik komposisi dalam sejumlah artikel terdahulu, tetapi jangan lupa bahwa lensa/panjang fokus yang Anda gunakan, juga sangat berperan dalam komposisi Anda! Artikel ini memberikan pengenalan singkat ke lensa sudut lebar, standar dan telefoto serta sebagian teknik komposisi untuk dimanfaatkan dengan cara terbaik. (Dilaporkan oleh: Tatsuya Tanaka)

 

Lensa sudut lebar

Definisi
Lensa Prima Sudut Lebar: Panjang fokus di bawah 35mm
Lensa Zoom Sudut Lebar: Kisaran panjang fokus di bawah 35mm
Kisaran panjang fokus sudut lebar: Hingga 35mm
Lensa Sudut Ultra Lebar: Panjang fokus di bawah 24mm

*Semua panjang fokus pada kesetaraan film 35mm


Sudut pandang dari sudut lebar

Sudut pandang dari sudut lebar

A: Sudut pandang
B: Lensa

Sesuai dengan namanya, lensa sudut lebar memiliki sudut pandang horizontal lebar yang pada umumnya berkisar antara 60º hingga 100º. Sebagai perbandingan, mata manusia memiliki bidang pandang kira-kira 40º hingga 60º jika Anda tidak menggerakkan mata Anda.

Sudut pandang yang lebih besar, berarti bahwa lensa sudut lebar dapat menangkap sebagian besar pemandangan di hadapan Anda, bahkan mungkin sesuatu yang tidak segera dapat Anda lihat.

Fakta menyenangkan: Satu alasan, mengapa 24mm merupakan panjang fokus populer untuk fotografi lanskap, karena sudut pandangnya (74º secara horizontal, 53º secara vertikal) kurang-lebih sama seperti pandangan mata manusia apabila sedang melihat sesuatu di kejauhan.

 

Gunakan lensa sudut lebar untuk membesar-besarkan jarak

Akibat fenomena perspektif, berbagai benda di sekitar tampak lebih besar dan benda di kejauhan tampak lebih kecil. Lensa sudut lebar membesar-besarkan hal ini, sehingga benda yang dekat ke kamera, tampak lebih besar serta tidak proporsional, dan benda yang lebih jauh dari kamera, tampak lebih kecil. Inilah yang disebut efek perspektif yang berlebihan.

Bongkahan es di atas sungai

* Foto milik Canon

Bongkahan es di atas sungai (kisi-kisi)

Bongkahan es mengambang di atas sungai. Efek perspektif berlebihan ini membuat bongkahan es terlihat lebih besar dan lebih dekat. Sementara itu, dataran di latar belakang terlihat lebih kecil, semakin jauh dan lebih luas.

Saran untuk Komposisi: Gunakan efek perspektif berlebihan untuk menegaskan subjek latar depan. Di sini, saya menempatkan bongkahan es di bagian tengah pada sepertiga bawah dari komposisi Aturan Segitiga, di tempat yang memiliki lebih banyak bobot visual dan lebih dekat ke kamera.

 

Gunakan lensa sudut lebar untuk melakukan bidikan yang memiliki garis panduan

Efek perspektif berlebihan, khususnya terlihat jelas pada jalan, sungai, jalur dan subjek lainnya yang memiliki garis paralel akibat efek pertemuan. Ini bisa digunakan untuk menciptakan garis panduan yang memandu perhatian pemirsa ke titik "vanishing point" (titik hilang). 

Bentangan jalan dengan garis pemandu

Bentangan jalan menunjukkan garis pemandu diagonal

Dalam bidikan ini, efek pertemuan ganda dari bangunan dan jalan telah menciptakan garis panduan diagonal yang mengarahkan perhatian kita ke titik persimpangannya—dan dalam hal ini, orang yang berada di tengah pemandangan.

 

Untuk lensa sudut lebar, perbedaan panjang fokus 2mm, sangat berarti.

Perbedaan dalam sudut pandang horizontal antara panjang fokus 16mm dan 18mm adalah sekitar 7º (96,7º vs 90º menurut penghitungan sudut pandang ini (Versi Inggris)), dan menghasilkan perbedaan berikut.

16mm vs 18mm

Namun demikian, perbedaan dalam sudut pandang terlihat kurang signifikan pada panjang fokus yang lebih panjang (lensa standar dan telefoto). Contohnya, pada lensa telefoto, perbedaan 50mm antara 200mm (10,3º) dan 250mm (8,2º) menghasilkan perbedaan dalam sudut pandang yang hanya sekitar 2º.

Ketahui selengkapnya mengenai komposisi dengan lensa sudut lebar, di sini: 
Menjelajahi Lensa Sudut Lebar Bagian 2: Teknik Komposisi untuk Lensa Sudut Lebar

 

Lensa Standar

Definisi
Lensa prima standar: Panjang fokus antara 40-60mm* (50mm yang paling umum)
Lensa zoom standar: Di Canon, lensa dengan kisaran fokus* 24-70mm, 28-70mm, 24-105mm, dll.,
Kisaran fokus standar: Antara 35-135mm*
(Catatan: Kisaran 70-135mm juga dianggap sebagai “medium telephoto”)

*Semua panjang fokus pada kesetaraan film 35mm


Sudut pandang standar

Sudut pandang standar

A: Sudut pandang
B: Lensa

Secara umum, sudut pandang horizontal lensa standar adalah antara 25º dan 40º, yang jatuh antara sudut pandang lensa sudut lebar dan lensa telefoto. Sudut pandang ini disebut “standar” atau “normal”, karena memberikan bidang pandang, kedalaman dan perspektif yang sangat mendekati penglihatan manusia.

Perhatikan ini: Lensa zoom standar, juga mencakup panjang fokus yang diklasifikasikan sebagai “sudut lebar” dan “telefoto menengah”. Hal ini membuat lensa tersebut sangat serbaguna!

 

Gunakan lensa zoom standar untuk menangkap subjek tanpa distorsi yang kentara

Jika menggunakan sudut lebar untuk membidik subjek yang memiliki garis lurus, seperti bangunan tinggi, maka perspektif yang berlebihan akan mendistorsi garis ini, bahkan jika Anda tidak memiringkan kamera ke atas. Menggunakan panjang fokus standar untuk menghilangkan distorsi ini. 

Bangunan pada 50mm

* Foto milik Canon

Menunjukkan area close-up pada 50mm

FL: 50mm

50mm krop
Menunjukkan area close-up pada 35mm

FL: 35mm

35mm krop

Gedung, jembatan dan bangunan lainnya yang memiliki fitur garis lurus yang berlimpah pada bentangan kota. Perhatikan contoh 35mm (sudut lebar) berikut, bagaimana garis dibentuk pada samping gereja, tampak condong ke arah tengah? Itulah hasil perspektif yang berlebihan. Sebagai perbandingan, garis lurus di 50mm contohnya, dibidik dari posisi yang sama.

Saran: Pertahankan level kamera. Memiringkan kamera ke atas/ke bawah akan mendistorsi perspektif pada lensa apa pun.

Lensa standar juga bagus untuk bidikan titik pandang. Ketahui Selengkapnya di:
Teknik Lensa Standar: Menggunakan Titik Pandang untuk Menarik Pemirsa
 

Lensa Telefoto

Definisi
Lensa prima telefoto: Panjang fokus 200mm atau lebih
Lensa zoom telefoto: Lensa zoom dengan ujung telefoto 200mm atau lebih
Kisaran fokus telefoto sedang: Sekitar 70-135mm (definisi, misalnya 85-135mm)
Lensa telefoto super: Panjang fokus lebih dari 300mm

*Semua panjang fokus pada kesetaraan film 35mm


Sudut pandang telefoto

Sudut pandang telefoto

A: Sudut pandang
B: Lensa

Lensa telefoto memperbesar benda jauh, “menarik” benda tersebut untuk membuatkan tampak lebih dekat. Ini juga membuat sudut pandang horizontal lebih sempit, biasanya antara 10º dan 15º.

Pahami hal ini: Banyak orang menghubungkan fotografi lanskap dengan lensa sudut lebar. Namun demikian, membidik lanskap dengan lensa telefoto dapat juga menghasilkan gambar yang serba-unik. Sudut pandang yang lebih sempit, lebih memudahkan untuk mengisolasikan berbagai elemen yang ingin Anda arahkan perhatiannya ke sana.

 

Lensa telefoto memungkinkan Anda mendekatkan benda yang berada di kejauhan.

Panjang fokus telefoto menarik subjek di kejauhan agar tampak lebih besar dan lebih dekat. Hal ini membuatnya berguna untuk mengambil bidikan close-up pada subjek apabila Anda tidak dapat atau tidak ingin secara fisik bergerak untuk lebih mendekatinya.

Laut dan daratan pada 50mm
Laut dan daratan pada 300mm
50mm dengan kisi-kisi

FL: 50Mm

300mm dengan kisi-kisi

FL: 300mm

Dua bidikan di atas, diambil dari posisi yang sama dengan menggunakan lensa yang berbeda. Panjang fokus 300mm memungkinkan close-up pada punggung tanah di daratan dan ombak yang bergulung masuk ke dalamnya, menggunakan komposisi 6:3.

Baca juga: Saran Komposisi untuk Menonjolkan Kabut

 

Lensa telefoto dapat memampatkan jarak di antara berbagai subjek

Panjang fokus telefoto tidak hanya membuat benda di kejauhan terlihat lebih dekat ke kita, tapi juga dapat membuat berbagai hal terlihat lebih dekat antara satu dengan lainnya. Inilah yang disebut “efek kompresi perspektif”, "efek kompresi jarak" atau "efek penumpukan". 

Pegunungan dan bulan pada 500mm

Pegunungan dan bulan dengan kisi-kisi

Dalam bidikan ini yang ditangkap pada 500mm, pegunungan di latar depan tampak “dimampatkan” ke bidang yang sama seperti bulan, padahal sebenarnya, bulan berada jauh di balik pegunungan. Efek ini memungkinkan saya menggantikan bulan di persimpangan pada kisi-kisi Aturan Segitiga. Anda dapat menggunakan efek ini untuk tujuan artistik, atau untuk membuat berbagai benda terlihat lebih padat dan lebih sesak.


Pahami hal ini (1): Kisaran panjang telefoto yang berbeda, populer untuk penggunaan yang berlainan.

- 85 hingga 135mm: Memberikan kesan nyaman jarak dari subjek, sehingga sering digunakan dalam portraiture (seni memotret).
- 150 hingga 300mm: Cocok untuk menarik perhatian ke elemen tertentu dalam lanskap. Populer di antara para fotografer lanskap alam.
- Telefoto super (apa pun di atas 300mm): Lensa ini penting untuk memotret kehidupan di alam liar, unggas, dan olahraga.


Pahami hal ini (2): Lensa telefoto lebih mudah mengalami goyangan kamera

Hal ini, karena bodi lensa ini lebih panjang daripada tipe lensa lainnya. Lakukan secara hati-hati apabila menstabilkan bidikan Anda, misalnya dengan menggunakan tripod, monopod atau kecepatan rana yang lebih cepat.


Cari tahu selengkapnya mengenai lensa di sini: Serba-serbi Lensa

Baca artikel lainnya dalam serial ini:
1. Panduan Visual, Hal Tidak Terduga, dan Pengurangan
2. “Pattern & Rhythm” & “S-Curve”
4. Memanfaatkan Lensa Khusus

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

Digital Camera Magazine

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

Tatsuya Tanaka

Tatsuya Tanaka

Lahir tahun 1956, Tanaka adalah salah satu fotografer langka yang menghasilkan karya yang melintasi beragam genre secara luas, dari perspektif aslinya. Semua genre ini berkisar dari benda-benda dalam kehidupan kita sehari-hari, seperti serangga dan bunga, lanskap (landscape), bentangan langit (skyscape), dan benda-benda langit. Di samping fotografi, Tanaka juga sudah mengembangkan pendekatannya dalam pasca proses, termasuk retouch dan pencetakan.

http://tatsuya-t.com/