Temukan yang Anda cari

atau cari melalui

topik

Article
Article

Article

e-Book
e-Book

e-Book

Video
Video

Video

Campaigns
Campaigns

Campaigns

Architecture
Kamera Saku

Kamera Saku

Architecture
DSLRs

DSLRs

Architecture
Videografi

Videografi

Architecture
Astrofotografi

Astrofotografi

Architecture
Tanpa Cermin

Tanpa Cermin

Architecture
Fotografi arsitektur

Fotografi arsitektur

Architecture
Teknologi Canon

Teknologi Canon

Architecture
Fotografi cahaya minimal

Fotografi cahaya minimal

Architecture
Wawancara fotografer

Wawancara fotografer

Architecture
Fotografi lanskap

Fotografi lanskap

Architecture
Fotografi makro

Fotografi makro

Architecture
Fotografi olahraga

Fotografi olahraga

Architecture
Fotografi Wisata

Fotografi Wisata

Architecture
Fotografi bawah air

Fotografi bawah air

Architecture
Konsep & Aplikasi Fotografi

Konsep & Aplikasi Fotografi

Architecture
Fotografi Jalanan

Fotografi Jalanan

Architecture
Kamera Mirrorless Full-frame

Kamera Mirrorless Full-frame

Architecture
Lensa & Aksesori

Lensa & Aksesori

Architecture
Nature & Wildlife Photography

Nature & Wildlife Photography

Architecture
Fotografi Potret Wajah

Fotografi Potret Wajah

Architecture
Fotografi Malam

Fotografi Malam

Architecture
Fotografi Hewan Piaraan

Fotografi Hewan Piaraan

Architecture
Solusi Pencetakan

Solusi Pencetakan

Architecture
Ulasan produk

Ulasan produk

Architecture
Fotografi Pernikahan

Fotografi Pernikahan

Saran & Tutorial >> Semua Saran & Tutorial

Seni Rana Lambat: Pencahayaan 300-detik untuk Pemandangan Laut yang Berbeda

2020-04-15
0
272
Dalam artikel ini:

Laut memiliki banyak sisi. Sebelumnya, kita sudah belajar cara menggunakan kecepatan rana yang sangat cepat untuk menangkap deburan ombak yang bergelora, tetapi menggunakan pencahayaan yang super lama akan menghilangkan riak, arus serta pergerakan ombak dan mengungkapkan ketenangan keindahan rona biru. Baca terus untuk mengetahui bagaimana Akira Yonezu menghasilkan bidikan minimalis mirip lukisan dari laut di Hokkaido. (Dilaporkan oleh Akira Yonezu, Digital Camera Magazine)

Bidikan laut dan pantai dengan pencahayaan selama 300 detik

EOS 5D Mark III/ EF15mm f/2.8 Fisheye/ FL: 15mm/ Manual exposure (f/10, 300 det.)/ ISO 100/ WB: Daylight (Siang hari)
Dengan filter ND

 

Kisah di balik bidikan

Ini adalah bidikan di pantai Hokkaido yang memiliki deburan ombak nan halus di pantai, dan pasir yang lebih gelap daripada tempat lainnya. Saya ingin membuat bidikan yang agak berbeda, dan memutuskan untuk membidik dengan pencahayaan yang lama dibantu filter ND untuk menghapus detail ombak dan menyederhanakan gambarnya. Untuk menangkap warna yang lebih gelap, saya membidiknya tepat setelah matahari terbenam.


Pemandangan yang sama, dibidik tanpa filter ND

Perlengkapan:
Lensa fisheye
- Filter ND (lihat Hack #1)
- Tripod
- Payung (Lihat Hack #2)
- Opsional, tapi sangat direkomendasikan: Sakelar jarak jauh


Mengapa harus 300 detik?

Semula, saya menetapkan pencahayaan ke 60 detik untuk mengurangi waktu pemrosesan reduksi noise setelah melepas rana. Namun demikian, gerakan pasang-surut ombak begitu perlahan, sehingga waktu 60 detik tidak cukup lama untuk mengubah penampilan ombak sehalus sutera. Pencahayaan yang lebih lama akan memerlukan efek filter ND yang lebih kuat, jadi saya menumpuk dua filter ND (yang memperlambat kecepatan rana seluruhnya sebanyak 14 dan 2/3 stop) dan membidik dengan pencahayaan 5 menit.

Berikut ini ada sejumlah hal lainnya yang dapat Anda lakukan dengan mode Bulb:
Mengisi Bingkai Sepenuhnya dengan Kembang Api yang Memercik di Langit Malam
Bidikan Jitu: Jejak Bintang Berderet Sempurna Mengelilingi Polaris

 

Hack #1: Menggunakan filter ND pada lensa fisheye

Permukaan melengkung dan menggembung dari lensa fisheye berarti lensa tidak menerima filter yang dipasang di bagian depan. Untuk menyiasatinya, saya memotong filter gelatin bentuk segiempat ke ukuran yang sesuai dan memasangnya di belakang lensa saya. 

Pengingat: Untuk menghindari pencahayaan yang tidak merata, pastikan bahwa filter Anda cukup besar untuk mencakup seluruh elemen lensa belakang!

 

Sebagian merek filter segiempat mungkin tidak memiliki densitas filter ND yang diindikasikan pada filter itu sendiri. Cobalah mencatatnya sehingga Anda dapat dengan mudah mengenali filter Anda.

Saran: Jika Anda menggunakan kamera EOS seri-R, adaptor dudukan filter drop-in EF-EOS R dengan filter ND variabel, bisa digunakan dengan lensa EF apa pun, termasuk lensa yang tidak bisa menerima filter sekrup.

 

Tahukah Anda, bahwa lensa fisheye sungguh fantastis untuk memotret lanskap bintang? Ketahui selengkapnya di sini:
EF8-15mm f/4L Fisheye USM: Lensa My Go untuk Memotret Lanskap Bintang

 

Hack #2: Gunakan payung sebagai perisai angin

Ketika saya mengambil bidikan ini, angin berembus secara diagonal dari belakang saya ke arah laut. Angin dapat menyebabkan goyangan kamera, jadi saya gunakan payung sebagai perisai angin.  Lensa Fisheye bisa menangkap lebih banyak pemandangan dari yang Anda perkirakan, jadi pastikan Anda tidak secara sengaja membidik payung dan masuk dalam bingkai!

Saran: Pergeseran pasir yang disebabkan oleh pasang-surut ombak, angin laut yang kencang…meskipun kamera Anda ditempatkan pada tripod yang stabil, namun ada banyak faktor yang bisa menyebabkan goyangan kamera sewaktu pencahayaan yang berlangsung lama. Berhati-hatilah dan periksa pengaturan Anda sesekali!


Cari tahu lebih lanjut tentang apa saja kegunaan payung, dalam artikel:
2 Benda Sehari-hari yang Bisa Mengubah Foto Anda

Ketahui tentang efek keren lainnya yang bisa Anda ciptakan dengan rana lambat dalam artikel:
Seni Shutter Lambat: Menciptakan Lingkaran Buram Surealis
Seni Rana Lambat: Mengubah Bidikan menjadi Lukisan Cat Air Abstrak

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi.

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

Mengenai Penulis

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

Akira Yonezu

Yonezu menghentikan pendidikannya di Fakultas Fotografi di Osaka University of Arts untuk pergi ke Jerman dalam rangka meniti kariernya dalam bidang fotografi periklanan. Sejak 2005, dia juga sudah menekuni berbagai proyek dalam fotografi lanskap. sebagai pekerjaan sampingan. Hasil karyanya membuka peluang baginya untuk melakukan pemotretan untuk kalender Canon Tahun 2008, dan dia menghabiskan waktu lebih dari 1 tahun untuk memotret berbagai lanskap di Jepang. Dia mencurahkan segala upaya untuk mengabadikan keindahan berbagai lanskap sehari-hari yang terlihat bisa, dan mencari sejumlah cara baru untuk mengekspresikannya melalui fotografi lanskap.

https://www.akirayonezu.com/

Berbagi foto Anda di My Canon Story & berpeluang ditampilkan pada platform media sosial kami