Close
Tips & Tutorials >> All Tips & Tutorials

2 Pemandangan Panorama Musim Dingin di Biei, Hokkaido (dengan Saran Komposisi)

Kota bukit Biei (Versi Inggris), terletak di bagian tengah Hokkaido, memiliki banyak tempat pesiar berpanorama indah. Inilah dua pemandangan yang dapat Anda abadikan pada musim dingin, kalau Anda beruntung. Para fotografer kami berbagi saran dan pemikiran mereka mengenai proses di balik kedua bidikan ini. (Dilaporkan oleh Jiro Tateno, Toshiki Nakanishi, Digital Camera Magazine)

Kolam Biru yang dipenuhi pepohonan bersalju

EOS 5D Mark III/ EF24-70mm f/2.8L II USM/ FL: 70mm/ Aperture-priority AE (f/11, 1/13 det., EV±0)/ ISO 100/ WB: 4.800K
Foto oleh: Jiro Tateno

Dikenal karena warna biru pekat alami yang dimiliki Kolam Biru (Versi Inggris) (“Aoiike”), yang terletak di Shirogane, di luar Kota Biei di Hokkaido, tampak indah sepanjang tahun. Namun demikian, kontras warna biru dan putih saat turun salju, membuat pemandangan di sini luar biasa indah.

 

1. Kolam Biru Shirogane di hamparan salju

Memang sulit menemukan tempat sempurna untuk membidik Kolam Biru pada musim salju. Anda harus memantau kondisi cuaca secara cermat untuk mendapatkan bidikan sebelum kolam membeku. Gambar di atas merupakan bidikan beruntung, yang diambil di siang hari tak lama setelah malamnya turun salju yang menutupi pepohonan yang bahkan sudah mulai layu, namun tetap berdiri tegak di kolam.


Tempat pemotretan: Di tempat yang memungkinkan keseimbangan yang tepat antara warna air dan latar belakang.

Ilustrasi posisi pemotretan

Di sana terdapat jalur yang dapat Anda lintasi untuk berjalan berkeliling Kolam Biru, yang berarti Anda dapat membidik dari hampir setiap sudut yang Anda inginkan. Ada dua hal yang saya pertimbangkan apabila memilih posisi pemotretan:

- Tata letak pepohonan kering yang berdiri di kolam
- Latar belakang

Saya menemukan tempat sempurna dekat bagian tengah jalan setapak, dan menyiapkan tripod saya supaya kamera berada sejajar dengan garis pandang.


Panjang fokus: Mengapa 70mm?

Pemandangan terlihat indah dari segala sudut. Namun demikian, membidik pada sudut lebar akan menghasilkan gambar yang kurang berdampak. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk mendekat pada salah satu bagian pemandangan untuk mengekspresikan yang saya lihat. 

Hari itu berawan, tetapi arakan awan kurang fotogenik. Menyertakan awan seperti itu dalam bingkai akan menyebabkan pepohonan berselimut salju di latar belakang akan membaur akibat warnanya serupa, jadi saya tidak menyertakan langitnya. 

Saya juga memastikan untuk tidak menyertakan terlalu banyak bagian kolam. Kalau melakukan itu, saya akan menangkap pantulan langit pada air kolam yang akan membuat warna biru kolam terlihat kurang mengesankan.

Dengan pertimbangan di atas, sudut pandang yang dihasilkan pada 70mm, ujung panjang lensa zoom standar, akan memberikan keseimbangan terbaik antara warna Kolam Biru dan pepohonan di latar belakang.


Lensa: Lensa zoom standar atau superzoom

Pada Kolam Biru, tempat pemotretan yang memungkinkan, semuanya berjarak dekat dari subjek. Lensa zoom yang dapat mencakup panjang fokus standar hingga telephoto, juga akan berfungsi baik. Saya menggunakan lensa siap pakai milik saya, yaitu EF24-70mm f/2.8L II USM, yang menghasilkan bidikan yang tajam dan warna nan indah.


Saran: Cuaca dapat memengaruhi komposisi Anda

Dalam situasi ini, menggunakan sudut pandang yang lebih lebar akan menampilkan bentangan salju yang lebih luas, tetapi pemirsa tidak akan mengetahui ke mana perhatian mereka harus difokuskan, karena pepohonan akan berbaur dengan langit yang berawan. Namun demikian, kalau cuacanya lebih bagus, atau jika volume saljunya berbeda, sudut yang lebih lebar mungkin akan berfungsi dengan baik.

Kolam Biru dengan pepohonan dan langit

Pada 40mm, pepohonan yang tertutup salju berbaur dengan latar belakang dan pepohonan yang kering di kolam, terlihat kurang berdampak.


Teknik bonus: Sesuaikan white balance untuk menyempurnakan warna biru

Saya menetapkan white balance pada 4.800K untuk menghadirkan warna biru airnya.


Cara menuju ke sana:

- Naik mobil/taksi: Sekitar 20 menit berkendara dari stasiun JR Biei.
- Naik bus: Sekitar 25 menit dari stasiun JR Biei melalui Dohoku Bus (Klik di sini untuk jadwalnya (Versi Inggris))

 

2. Lingkaran di atas pohon di bukit

Pepohonan di padang salju dengan lingkaran sinar surya

EOS 5D Mark IV/ EF16-35mm f/4L IS USM/ FL: 20mm/ Aperture-priority AE (f/16, 1/250 det., EV±0)/ ISO 200/ WB: Daylight
Waktu: Pertengahan Januari
Foto oleh: Toshiki Nakanishi

Biei sarat dengan pegunungan dan perbukitan (Versi Inggris). Di musim dingin, semua area ini terselimuti salju, mengubahnya menjadi bentangan putih, sehingga satu pohon saja bisa memberikan suatu ketegasan. Menyatukan lingkaran yang terbentuk di sekeliling pepohonan, saya menyusun bidikan ini yang sebagian besar terdiri atas langit.


Kapan lingkaran halo akan muncul?

Jenis halo lingkaran di sekeliling sang surya yang Anda lihat di atas gambar, tercipta apabila cahaya matahari berinteraksi dengan kristal es dalam awan tipis di langit yang tinggi. Biasanya ini tanda badai yang menjelang, dan tidak akan tampak pada hari tak berawan. Tidak ada yang akan muncul kalau terlalu banyak awan. Tetap mengawasi langit.


Tempatkan pohon di lintasan matahari terbenam

Kunci pada bidikan ini adalah menempatkan matahari tepat di tengah pepohonan sehingga terbentuk suatu simetri. Penyimpangan sekecil apa pun akan menyebabkan cahaya matahari terlihat tidak merata. Hal ini benar adanya, bahkan apabila mengambil bidikan serupa tanpa lingkaran halo—seperti ketidakrataan yang lebih terlihat jelas apabila tidak ada awan. Untuk bidikan di atas, saya perkirakan jalur yang akan dilalui sinar surya saat terbenam, dan menyusun bidikan saya sedemikian rupa, melepaskan rana ketika matahari menerpa di tengah dua pohon yang lebih tinggi.

Saran: Cermati melalui viewfinder dan geser tripod Anda sampai menemukan posisi terbaik. Sebaiknya, hindari menggunakan filter lensa apa pun.

Lingkaran halo dengan matahari di atas pepohonan

Matahari terlalu tinggi dalam bidikan ini dan tidak saling tindih dengan pepohonan.


Memanfaatkan bayangan sebaiknya; mengamati matahari dan cuacanya

Terdapat banyak pohon yang berdiri sendiri atau dalam himpunan kecil seperti ini di perbukitan Biei. Satu cara untuk membuat bidikan Anda lebih berdampak adalah menyatukan bayangannya ke dalam bidikan Anda. Pada musim dingin, matahari tampak lebih rendah, nyaris sama dengan tinggi pepohonan. Amati kondisi cuaca dan Anda akan mendapatkan segala macam komposisi berbeda pada waktu yang berlainan.

Lingkaran halo dengan matahari diubah menjadi semburat bintang

Jika tidak ada lingkaran halo, Anda dapat menyempitkan aperture lebih jauh lagi untuk menciptakan semburat bintang (juga dikenal sebagai sunstar atau bintang surya).


Ketahui mengenai fenomena musim dingin fotogenik lainnya dalam artikel:
Bentangan Musim Salju nan Ajaib: Ketika Butiran Berlian Menjadi Pilar Surya

Pelajari lebih lanjut mengenai tempat pemotretan musim dingin di Jepang, dalam artikel:
2 Tempat Fotografi Musim Dingin yang Memukau di Hokkaido (salah satunya adalah Biei!)
Memotret Gunung Fuji di Musim Dingin: Saran Mengenai Tempat & Komposisi Pemotretan

Dapatkan inspirasi tentang cara menonjolkan yang terbaik dalam bentangan salju monokrom dalam artikel:
3 Cara Menangkap Gambar Monokrom Pemandangan Musim Salju yang Memikat


Lokasi tempat:

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi.

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

Digital Camera Magazine

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

Toshiki Nakanishi

Toshiki Nakanishi

Lahir pada tahun 1971 di Osaka. Setelah mempelajari fotografi secara otodidak, Nakanishi memindahkan basis kegiatan fotografinya ke kota Biei yang terletak di Kamikawa-gun, Hokkaido. Selain menangkap lanskap yang fokus pada cahaya, ia juga menghasilkan berbagai karya yang menonjolkan keindahan kiasan alam. Ia juga adalah Pimpinan PHOTO OFFICE atelier nipek.

http://www.nipek.net/

Jiro Tateno

Jiro Tateno

Lahir di Tokyo tahun 1975. Daru sekitar tahun 1990, ia menambatkan diri dengan alam melalui kegiatan memancing, dan fotografi. Dari tahun 1999, ia berkelana ke seluruh negeri, mengambil sejumlah foto dengan tema "Natural Beauty" (Keindahan Alam). Pada saat ini, ia memasok foto hasil karyanya untuk berbagai majalah, buku, poster, kalender dan lain sebagainya. Ia mengadakan pameran foto "Okinawa" pada tahun 2010, dan "Northern Lights - Journey of Light/ Iceland" pada tahun 2017.