Scheduled Maintenance: Some services on SNAPSHOT may not be available on 28 July 2019 from 1am to 4am. We apologise for any inconvenience caused.
Close
Tips & Tutorials >> All Tips & Tutorials

Menciptakan Pemandangan Memukau dengan Garis Panduan Telephoto

Dalam artikel sebelumnya, kita telah mempelajari bahwa lensa sudut ultra lebar sangat bagus untuk menciptakan garis panduan karena caranya melebih-lebihkan perspektif dan membuat garis terlihat lebih panjang. Lensa telephoto, sebagai perbandingan, memampatkan perspektif, tetapi efek ini pada garis panduan bisa lebih berhasil, tergantung visi artistik Anda! Beginilah cara seorang fotografer memanfaatkannya untuk mewujudkan konsepnya. (Dilaporkan oleh Masato Mukoyama, Digital Camera Magazine)

Pohon sakura di sepanjang rel kereta api di malam hari

EOS 5D Mark II/ EF70-200mm f/2.8L IS II USM/ FL: 200mm/ Manual exposure (f/2.8, 30 det., EV +0,3)/ ISO 100/ WB: 5.750K

 

Konsep di balik bidikan: “Impian Malam Musim Semi”

Foto mencerminkan rupa subjek yang sebenarnya, tetapi saya yakin bahwa apa yang Anda bayangkan, juga akan mencerminkan perspektif pribadi Anda di samping pengetahuan Anda tentang subjek Anda.

Setelah saya mengarahkan kamera kepada subjeknya, sebelum saya melepaskan rana, saya membayangkan, seperti apa bidikan saya jadinya. Untuk bidikan ini, saya terinspirasi oleh pesona membiuskan bunga sakura di malam hari dan kesan pemandangan yang membuai bagaikan impian, dan karenanya lahirlah konsep “Impian Malam Musim Semi”.

Dua hal yang saya harus lakukan untuk menghasilkan bidikan yang saya bayangkan:
i) Mengurangi elemen yang mengemukakan realita
ii) Menarik pandangan pemirsa lebih dalam ke pemandangan supaya mereka akan “terbenam" di dalamnya.

Hal ini dicapai dengan cara:
- Menggunakan pengaturan white balance yang sejuk
- Memanfaatkan depth-of-field yang dangkal dan efek pemampatan perspektif lensa telephoto

 

Teknik 1: Gunakan efek pemampatan perspektif telephoto untuk membenamkan pemirsa dalam pemandangan

Gambar dibidik pada lereng yang mengarah ke atas, yang menghadirkan pemandangan tanpa rintangan ke kejauhan. Ini berarti bahwa pemirsa dapat dengan mudah terbagi perhatiannya oleh ruang kosong dan berbagai elemen seperti langit biru yang Anda lihat dalam bidikan 70mm di bawah.

Pepohonan sakura di sepanjang jalur kereta api dengan langit biru dan ruang.

Pepohonan sakura di sepanjang jalur kereta api dengan bunga nan rimbun dan tanpa langit.

Dengan menggunakan ujung telephoto 200mm, tidak saja menyingkirkan langit dari bingkai, tetapi juga membuat bunga sakura terlihat lebih berdekatan dan karenanya rimbun, karena efek pemampatan perspektif. Saya berpendapat bahwa ini merupakan cara yang sangat efektif untuk menghilangkan sejumlah elemen yang mengganggu, dan membuat bidikan lebih membuai.

Apa yang dimaksud dengan “perspektif”? Temukan jawabannya dalam artikel:
Dasar-Dasar Lensa #5: Perspektif

Saran: Sempurnakan efek lebih jauh lagi dengan menggunakan aperture yang lebih lebar untuk menciptakan bokeh. Untuk bidikan ini, saya menciptakan bokeh di latar depan, yang mengarahkan mata pemirsa ke bagian dalam fokus di bagian tengah dan latar belakang gambar.

 

Teknik 2: Bidik dari posisi rendah

Garis yang terbentuk oleh jalur kereta api merupakan panduan visual yang menuntun mata pemirsa ke sepanjang pepohonan sakura. Hal ini menciptakan ilusi kedalaman, dan dalam bidikan ini, garis-garis tersebut membantu menghadirkan kesan sinematik nan membuai.

Bidikan posisi rendah menghasilkan efek panduan visual yang lebih kuat dibandingkan dengan posisi selevel mata atau posisi tinggi.

Untuk mempertahankan rel kereta agar tetap dapat dikenali, saya membidiknya dari ketinggian posisi rendah yang berlainan. Seperti yang Anda lihat, ini tidak selalu berarti "semakin rendah semakin baik".


75cm di atas permukaan tanah: Terlalu tinggi

Jalur kereta api dibidik terlalu tinggi di atas permukaan tanah

Karena kamera berada lebih jauh di atas permukaan tanah dibandingkan dengan bidikan di bawah, bokeh latar depan hanya sedikit. Jalur kereta api terlihat lebih panjang, tetapi mata kita lebih tertarik ke titik hilang (vanishing point) di kejauhan. Hal ini memberikan kedalaman berlebih pada pemandangan, tetapi juga menambah jaraknya: Kita merasa kurang terbenam, dibandingkan dengan bidikan, ketika akhir jalur tidak terkesan terlalu jauh. Ini pula sebabnya, mengapa posisi yang lebih tinggi tidak akan menghasilkan bidikan yang saya inginkan.


25cm di atas permukaan tanah: Terlalu rendah

Jalur kereta api dibidik sangat dekat ke permukaan tanah

Terlalu dekat ke permukaan tanah. Perhatian kita lebih ditarik ke jalur kereta api, bukan ke pepohonan sakura.


50cm di atas permukaan tanah: Efek ideal saya

Jalur kereta api pada level yang tepat

Dampak visual jalur kereta api dan pepohonan sakura tampak seimbang.

Dari atas, kita bisa menyimpulkan bahwa, untuk pemandangan ini, garis panduan paling efektif apabila kamera berada 50cm di atas permukaan tanah.

Catatan: Ini jangan diambil sebagai aturan umum: Posisi kamera yang sesuai bagi Anda akan selalu bergantung pada pemandangan yang dibidik dan hasil yang Anda bayangkan. Sebaiknya mencoba berbagai posisi dan sudut sampai mendapatkan yang Anda inginkan.


Pelajari lebih lanjut tentang apa yang bisa Anda lakukan dengan lensa telephoto dalam artikel:
Teknik Lensa Telefoto: Menciptakan Beberapa Lapisan "Bokeh"
2 Teknik Instan untuk Menampilkan Pesona Potret Wajah di Luar Ruangan
Cara Memotret Gambar Lampu Hiasan nan Membuai

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi.

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

Digital Camera Magazine

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

Masato Mukoyama

Masato Mukoyama

Setelah lulus dari Tokyo Institute of Technology pada tahun 2011, Mukoyama bekerja di perusahaan yang memproduksi suku cadang kendaraan dan dia mendapat kesempatan bekerja di Amerika Serikat selama satu setengah tahun. Selama waktu itu, dia mengunjungi berbagai tempat di bagian tengah dan bagian barat Amerika Serikat, memotret bintang dan hewan. Setelah kembali ke Jepang, dia menjadi aktif dalam bidang fotografi alam, dan melakukan perjalanan dari kampung halamannya di Prefektur Aichi ke daerah lain, seperti Nagano, Kumamoto dan Hokkaido untuk memotret. Sejak 2019, dia telah memotret di sejumlah area pegunungan, dan fokus pada lanskap, tumbuhan serta hewan.

Website: https://mmukoyama.com/
Instagram: @mt.moco