Temukan yang Anda cari

atau cari melalui

topik

Article
Article

Article

e-Book
e-Book

e-Book

Video
Video

Video

Campaigns
Campaigns

Campaigns

Architecture
Kamera Saku

Kamera Saku

Architecture
DSLRs

DSLRs

Architecture
Videografi

Videografi

Architecture
Astrofotografi

Astrofotografi

Architecture
Tanpa Cermin

Tanpa Cermin

Architecture
Fotografi arsitektur

Fotografi arsitektur

Architecture
Teknologi Canon

Teknologi Canon

Architecture
Fotografi cahaya minimal

Fotografi cahaya minimal

Architecture
Wawancara fotografer

Wawancara fotografer

Architecture
Fotografi lanskap

Fotografi lanskap

Architecture
Fotografi makro

Fotografi makro

Architecture
Fotografi olahraga

Fotografi olahraga

Architecture
Fotografi Wisata

Fotografi Wisata

Architecture
Fotografi bawah air

Fotografi bawah air

Architecture
Konsep & Aplikasi Fotografi

Konsep & Aplikasi Fotografi

Architecture
Fotografi Jalanan

Fotografi Jalanan

Architecture
Kamera Mirrorless Full-frame

Kamera Mirrorless Full-frame

Architecture
Lensa & Aksesori

Lensa & Aksesori

Architecture
Nature & Wildlife Photography

Nature & Wildlife Photography

Architecture
Fotografi Potret Wajah

Fotografi Potret Wajah

Architecture
Fotografi Malam

Fotografi Malam

Architecture
Fotografi Hewan Piaraan

Fotografi Hewan Piaraan

Architecture
Solusi Pencetakan

Solusi Pencetakan

Architecture
Ulasan produk

Ulasan produk

Architecture
Fotografi Pernikahan

Fotografi Pernikahan

Saran & Tutorial >> Semua Saran & Tutorial

Memahami Dynamic Range: Cara Menghindari Blown Highlight yang Tidak Perlu

2020-04-28
1
1.16 k
Dalam artikel ini:

Pernahkah Anda menghasilkan bidikan di mana area yang terang di langit tampak putih seluruhnya seperti ledakan bola api, padahal keadaan yang sesungguhnya tidak seperti itu? Hal itu terjadi karena kisaran warna dan nada warna yang ditangkap kamera (dikenal sebagai “dynamic range”) lebih sempit daripada yang terlihat oleh mata manusia. Berikut ini, ada 4 pelajaran singkat yang akan membantu Anda untuk lebih memahami tentang ‘dynamic range’ sehingga Anda bisa menghindari blown highlight dan mempertahankan lebih banyak detailnya. (Dilaporkan oleh: Chikako Yagi, Digital Camera Magazine)

EOS 5D Mark III/ EF70-200mm f/2.8L USM/ FL: 150mm/ Aperture-priority mode (f/6.3, 5 det., EV ±0)/ ISO 100/ WB: Shade (Teduh)

 

Pelajaran 1: Belajar mengidentifikasi tempat yang bisa disorot cahaya (menerima blown highlight)

Secara umum, foto dengan pencahayaan yang bagus tidak akan memiliki blown highlight (ledakan cahaya) atau crushed shadow (bayangan gelap), dengan semua nada warna dalam kisaran dinamis (dynamic range) kamera. Namun demikian, ada sejumlah pemandangan tertentu yang dapat menerima blown highlight.

Misalnya, apabila membidik langsung ke matahari, Anda tidak mungkin dapat menghindari blown out (semburan sorotan cahaya) matahari. Jika akan mengurangi blown highlight, maka keseluruhan gambar menjadi tidak seimbang.

Sementara itu, pencahayaan pada sebagian subjek lainnya, seperti air terjun, anak sungai, atau gumpalan awan, rentan terhadap semburan sorotan cahaya, namun tetap mempertahankan detail pemandangan yang penting di bagian yang benderang. Untuk pemandangan semacam itu, sebaiknya Anda berhati-hati dalam pencahayaannya, dan bidik sedikit lebih gelap daripada pencahayaan yang secara umum dianggap “tepat”.


Contoh 1: Gumpalan awan di bawah sinar matahari pagi

Gambar gumpalan awan dengan penandaan

1) Matahari: Di area ini, blown highlight dapat diterima
2) Gumpalan awan: Hindari blown highlight di sini

Terlihat di sini ada gradien warna yang alami di sekeliling matahari. Biarkan blown highlight-nya seperti ini untuk menjaga keseimbangan gambar. Namun demikian, detail gumpalan awan itulah yang membuatnya tampak begitu mengesankan, jadi pertahankan sebaik mungkin.


Contoh 2: Berkas sorotan cahaya di hutan

Gambar berkas sorotan cahaya di hutan dengan penandaan

1) Dedaunan dan jaring laba-laba tertimpa cahaya matahari secara langsung: Di area ini, blown highlight dapat diterima
2) Berkas sorotan cahaya: Hindari blown highlight di sini

Gambar ini terlihat begitu ekspresif, karena cahayanya jatuh menerpa kabut. Pastikan bahwa detail semburan berkas cahaya matahari dipertahankan. Blown highlight pada 1) menunjukkan bentuk jaring laba-laba, sehingga sorotan cahaya bisa diterima di sini.

Cari tahu bagaimana payung hitam biasa dapat membantu menyempurnakan bidikan semburan berkas cahaya matahari dalam artikel:
2 Benda Sehari-hari yang Bisa Mengubah Foto Anda
Juga baca: Matahari Terbit, Matahari Terbenam: Menghasilkan Kontras Dramatis dalam Fotografi Jalanan

 

Pelajaran 2: Gunakan histogram untuk membantu Anda memutuskan tentang pencahayaan

Histogram adalah grafik yang menunjukkan pendistribusian piksel dalam bidikan Anda menurut kecerahannya. Jika gambar Anda memiliki banyak piksel cerah dan kelebihan cahaya, maka, puncak histogram akan berada pada bagian kanan yang paling ujung. Upayakan agar histogram tidak terpotong di bagian kanan.


Blown highlight

Gambar balon yang kelebihan cahaya

Histogram dari bidikan yang kelebihan cahaya

Bidikan ini dipaparkan untuk balon, tetapi cahayanya berlebihan. Histogram pun mengemukakan hal ini: Perhatikan, bagaimana seluruh histogram terlihat miring ke kanan. Bagian puncaknya terpotong di kanan, yang berarti terdapat banyak piksel putih murni, yang mengindikasikan kehadiran blown highlight.


Tidak ada blown highlight

Balon-balon di langit dengan detail gumpalan awan

Histogram menunjukkan pencahayaan standar

Bidikan ini diberikan pencahayaan untuk langit: Detail awan dipertahankan. Puncak histogram tidak berada dekat ujung kanan. Malahan, semua piksel berjarak jauh dari sudut-sudutnya. Ini adalah pencahayaan “standar”.


Saran: Gunakan tripod

Jika Anda melakukan bidikan genggam, mungkin sulit untuk menjaga komposisi Anda tetap lurus saat menggunakan histogram untuk memperbaiki pencahayaan Anda. Gunakan tripod untuk membantu Anda.

Tripod di atas rumput

 

Pelajaran 3: Gunakan Auto Exposure Bracketing (Pencahayaan Otomatis) untuk membidik gambar yang sama dengan kecerahan yang berbeda

Dengan menggunakan fungsi Auto Exposure Bracketing (AEB), ini akan membantu Anda mengambil tiga pencahayaan dari bidikan yang sama dengan peningkatan kecerahan yang berlainan, semuanya dilakukan hanya dengan menekan satu tombol. Fungsi ini sangat bagus untuk pemandangan yang cepat berubah dan Anda tidak tahu pasti mengenai pengaturan apa yang terbaik.  Dari sana, Anda bisa memilih bidikan dengan pencahayaan yang paling sesuai.


EV -1

Padang bersalju pada EV-1,0


EV ±0

Padang bersalju pada EV±0


EV +1

Padang bersalju pada EV+1,0

Pelajari lebih lanjut mengenai ini dalam:
Dasar-Dasar Kamera #4: Exposure Compensation

Pahami hal ini: Anda dapat menggabungkan pencahayaan AEB dalam post-processing software (perangkat lunak pasca-pemrosesan) untuk menciptakan gambar HDR (High Dynamic Range). 

 

Pelajaran 4: Bidik dalam format RAW dan melakukan penyesuaian sewaktu pasca-pemrosesan

File gambar RAW memuat informasi yang jauh lebih banyak daripada yang Anda lihat dalam pratinjau Live View/EVF. Anda bisa memulihkan sebagian besar detail selama pasca-pemrosesan, meskipun hal ini bergantung pada kondisi pemotretan. Jangan lupa merujuk ke histogram ketika mengedit bidikan Anda!


Memperbaiki blown highlight

Langkah 1: Cek histogram untuk melihat, apakah terpotong pada ujung paling kanan
Langkah 2: Kurangi parameter “Highlight” dan/atau “Whites”

Pernahkah Anda mendengar tentang format HDR PQ HEIF? Cari tahu, mengapa hal ini dikatakan sebagai format gambar masa depan, dalam artikel:
HDR PQ HEIF: Menerobos Batas JPEG

 

Cara memeriksa blown highlight

1. Tampilkan histogram selama pemutaran gambar

Layar pemutaran menunjukkan histogram dan bagan RGB

Anda seyogianya dapat menampilkan histogram dan bagan RGB dalam pemutaran gambar. Hal ini akan memungkinkan Anda melihat, apakah gambar Anda memiliki blown highlight akibat kelebihan cahaya.

Saran: Biasanya, Anda dapat secara bergantian memunculkan layar tampilan pemutaran dengan menekan tombol “INFO” yang terletak di bagian belakang kamera. Jika Anda tidak dapat menampilkan histogram, tekan tombol “MENU”, pilih tab PLAYBACK (biru), dan cari “Playback information display” untuk memastikan bahwa layar histogram diaktifkan.


2. Manfaatkan Highlight Alert

Playback menunjukkan peringatan Highlight Alert

Jika kamera Anda memiliki fungsi Highlight Alert, aktifkan. Area blown out dalam bidikan Anda akan berkedip hitam di layar playback (karena itu, hal ini juga disebut “blinkies” atau “zebras”). Pada model kamera yang tidak memiliki fungsi “Highlight Alert”, area blown out pun akan berkedip pada layar playback yang menampilkan histogram.

Kalau sebagian besar gambar Anda berkedip hitam, itu tandanya Anda harus membidik ulang dengan pencahayaan yang lebih gelap.

 

Bidikan pantulan dapat menguji keterampilan Anda mengenai tempat pengambilan pencahayaan dan cara mendapatkan pencahayaan yang sesuai. Pelajari bagaimana sebagian fotografer profesional menghasilkan karya mereka dalam artikel berikut ini:
Pantulan: Kastil di Malam Hari dengan Efek Lukisan Trompe l'oeil
Pantulan: Gunung Fuji Merah Merona (dengan Saran Retouching)
Pantulan: Kereta Api Uap Melaju Dalam Suasana Senja nan Dramatis

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi.

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

Mengenai Penulis

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

Chikako Yagi

Chikako Yagi baru berusia dua puluh tahun ketika ia mulai mengajar dirinya tentang fotografi dengan menggunakan kamera SLR film. Ia meninggalkan pekerjaan tetapnya untuk menjadi fotografer lanskap purna waktu pada tahun 2016. Ia magang pada fotografer terkenal, seperti Kiyoshi Tatsuno dan Tomotaro Ema, ia adalah anggota Shizensou Club, yang didirikan oleh salah satu mantan fotografer lanskap paling terkenal dari klub ini. Pada tahun 2013, ia dipilih sebagai salah satu dari 10 Fotografer Top Tokyo Camera Club.

www.chikakoyagi.com
Instagram: @chikako_yagi

Berbagi foto Anda di My Canon Story & berpeluang ditampilkan pada platform media sosial kami