Scheduled Maintenance: Some services on SNAPSHOT may not be available on 28 July 2019 from 1am to 4am. We apologise for any inconvenience caused.
Close
Produk >> All Products

HDR PQ HEIF: Menerobos Batas JPEG

Sebagai kamera DSLR profesional, unggulan termutakhir dari Canon, EOS-1D X Mark III memang layak membanggakan kecepatan pemotretan beruntun yang mengagumkan, dan mendukung perekaman film RAW 5,5K. Namun begitu, kita jangan pula mengabaikan berbagai fitur pemotretan still yang sudah lebih baik lagi. Dalam artikel ini, kita akan mencermati lebih dekat mengenai dukungan untuk format HDR PQ HEIF yang meningkatkan pemotretan gambar diam (still) ke perbatasan yang paling baru.

Gambar HEIF, gambar JPEG dan EOS-1D X Mark III

1) Pendahuluan
2) Perbedaan antara RAW, JPEG dan HEIF
3) Selengkapnya mengenai HDR PQ HEIF
4) Bekerja dengan HEIF pada EOS-1D X Mark III
5) Menampilkan gambar HEIF
6) Apakah Anda membayangkan HEIF pada masa depan Anda?

 

EOS-1D X Mark III: Kecepatan dan kualitas gambar, itu baru awalnya saja

Kamera EOS seri 1D adalah kamera DSLR full-frame yang canggih dari Canon. Sepanjang sejarahnya, kamera ini telah menjadi andalan utama para fotografer profesional dalam beragam genre, termasuk fotografi olahraga, berita, kehidupan alam liar, potret wajah, fashion, dan lanskap. Oleh karena itu, tidak mengherankan kalau EOS-1D X Mark III, model termutakhir dalam serinya, layak membanggakan berbagai fitur baru dan yang disempurnakan untuk lebih jauh lagi meningkatkan kualitas gambar.

Semua ini termasuk:

  • - Sensor CMOS dengan kemampuan pengurangan noise, berkecepatan ISO tinggi yang sudah lebih baik
  • - Filter High Detail Low-Pass yang baru, yang mencegah moiré dan warna semu sehingga gambar tampak lebih jernih, tajam dan lebih seperti aslinya.
  • - Prosesor gambar DIGIC X baru, yang memungkinkan pemrosesan ketajaman resolusi tinggi serta memperbaiki pengurangan noise.

Anda dapat membaca selengkapnya mengenai ini dalam artikel berikut:
Memperkenalkan EOS-1D X Mark III (1): Performa Still Shooting [Pemotretan Diam]


Terbukti bahwa bidikan gambar dengan EOS-1D X Mark III akan lebih jernih dan tajam daripada sebelumnya. Tetapi, bagaimana kalau kami mengatakan bahwa ini saja belum cukup untuk mencerminkan kemampuan kamera yang sesungguhnya? 

Pohon dengan latar langit berawan


Fotografi bukan sekadar tentang apa yang Anda abadikan. Fotografi juga mengenai apa yang bisa Anda lihat

Apabila kita bicara soal berbagai fitur pemotretan gambar diam (still) pada kamera, satu hal yang terkadang kita cenderung melupakannya yaitu, bahwa foto bukan hanya tentang apa yang dapat Anda rekam sebagai data. Apa yang bisa Anda lihat, apabila Anda menampilkan bidikan pada suatu monitor, ini pun memiliki arti yang penting. Jika data mengenai warna dan nada warna suatu gambar yang ditangkap oleh sensor gambar tidak dalam rentang penampilan yang bisa diperlihatkan oleh perangkat Anda, maka Anda tidak akan dapat melihat gambar itu secara akurat.

JPEG adalah salah satu format yang paling banyak digunakan untuk gambar digital, khususnya foto, dan ini pertama kali diciptakan tahun 1992. Popularitas yang diraihnya, juga memiliki kelemahannya—perangkat penampil terus berkembang dan meningkat, tetapi format JPEG kurang mengimbanginya.

Monitor HDR (High Dynamic Range) telah lebih menyebar-luas dalam beberapa tahun belakangan ini. Semua monitor ini menggunakan teknologi warna yang memungkinkan monitor menampilkan rentang warna dan kontras yang lebih luas daripada monitor SDR (Standard Dynamic Range) konvensional, yang juga berarti bahwa monitor tersebut dapat menunjukkan detail di area yang terang dan gelap sesuai aslinya. Untuk alasan inilah, gambar yang ditunjukkan pada monitor terlihat lebih realistis, seakan-akan Anda melihat pemandangan itu dengan mata Anda sendiri.

Diagram menunjukkan ruang warna dan bit depth (kedalaman bit) monitor serta format file gambar

Gambar digital sebagian besar disimpan dalam format JPEG, karena ini dapat ditampilkan pada hampir semua perangkat penampil, termasuk perangkat yang lebih tua. Namun demikian, ruang warna dan rentang dinamis JPEG 8 bit tidak memanfaatkan apa yang bisa ditawarkan oleh monitor HDR baru.

 

Perbedaan antara RAW, JPEG dan HEIF

Ruang warna, bit depth (kedalaman bit) dan apa artinya bagi Anda

Ruang warna: Rentang warna yang dapat disampaikan atau ditampilkan
Bit depth: Jumlah rona warna unik yang dapat disampaikan atau ditampilkan
TV dan monitor komputer konvensional, pada umumnya menggunakan ruang warna dan bit depth yang sama. Bahkan, jika gambar Anda memuat lebih banyak informasi warna daripada ruang warna dan bit depth ini, maka hal ini tidak akan membuat perbedaan apa pun pada apa yang Anda lihat pada layar, karena monitor Anda tidak akan dapat menampilkannya.


Berapa banyak informasi warna yang dapat ditangkap oleh RAW, JPEG dan HEIF?

RAW
Sensor gambar CMOS pada kamera EOS Anda menangkap dan keluarannya mengandung ruang warna dan bit depth yang jauh lebih besar daripada file JPEG—persisnya, informasi warna 14-bit. Informasi ini terekam dalam file RAW, dan Anda harus melakukan pasca-proses agar dapat memulihkan dan melihat detailnya.

JPEG
Jika Anda merekam dalam JPEG, informasi 14-bit dimampatkan menjadi format 8-bit. Ini berarti bahwa informasi warna hilang, dan ruang warna menjadi semakin sempit, yaitu, sRGB.

Pelajari selengkapnya tentang apa perbedaan JPEG dan RAW dalam artikel:
Kamera FAQ #5: Akankah Foto RAW yang Diambil Mempertahankan Kualitas Gambar Apabila Di-Retouch?

HEIF
Dalam perbandingan, merekam dalam format HEIF pada EOS-1D X Mark III memberi Anda 10-bit colour depth dalam ukuran file yang sama seperti file JPEG. Karena cara penyampaian informasi ini, yang tidak seperti RAW, maka, Anda bisa melihat efeknya tanpa harus melakukan pasca-proses terlebih dulu. Dengan kata lain, Anda dapat menikmati dampak visual dari rentang dinamik yang lebih luas dari kamera.

Gambar perenang dalam format JPEG
Gambar perenang dalam format HDR PQ HEIF, dikonversi ke JPEG mirip-PQ HDR.

 

Keindahan HDR PQ HEIF: Mendukung standar HDR baru

Tidak ada lagi penampilan yang diproses secara berlebihan

Mari kita kembali menoleh ke belakang, saat terakhir kali Anda mencoba membuat gambar diam HDR. Tanpa menghiraukan cara Anda melakukannya, entah secara manual dalam pasca-pemrosesan atau menggunakan mode HDR pada kamera Anda, kemungkinan ini akan mencakup pengambilan beberapa pencahayaan dari bidikan yang sama dengan menggunakan pencahayaan yang berlainan, kemudian menggabungkannya menjadi satu. Hal ini membantu Anda meluaskan rentang dinamis yang disampaikan dalam bidikan dan mempertahankan lebih banyak detail di bagian yang terang dan teduh. Secara pasti, inilah cara untuk membuat penampilan yang lebih dramatis.

Namun demikian, tanpa menghiraukan cara Anda menghasilkan bidikan HDR konvensional, informasi warna direkam dalam rentang warna SDR yang sempit, yang menyebabkan nada dan kontras warna tampak lebih mulus. Inilah yang menyebabkan betapa mudahnya bidikan yang terlihat kelebihan proses.

Lalu bagaimana menangani film dan video untuk menghasilkan penampilan sinematis yang sangat realistis hanya dengan satu pencahayaan? Itu karena keduanya merekam gambar dengan ruang warna yang besar dan bit depth tinggi, yang belum dapat dilakukan pada kamera digital tradisional sampai sekarang.

JPEG / 8-bit / sRGB

JPEG dengan bingkai detail seputar awan

HDR PQ HEIF / 10-bit / BT.2020*

Bidikan suasana senja format HEIF dengan bingkai detail seputar awan
Close up detail awan dalam format JPEG
Close up detail awan dalam format HEIF

Kedua gambar ini dikonversikan dari file RAW yang persis sama. File JPEG 8-bit konvensional terlihat lebih cerah, tetapi lebih datar, sedangkan dalam format HEIF*, Anda bisa melihat lebih banyak detail di area yang terang dan teduh, serta tampak lebih berdimensi. Hal ini karena format HDR PQ HEIF dapat menangani informasi gambar yang ditangkap dalam file RAW yang lebih baik.

*Pahami hal ini: JPEG mirip-PQ HDR
Untuk memungkinkan tampilan web, contoh "HEIF" dalam artikel ini adalah file HEIF yang dikonversi ke JPEG mirip-PQ HDR. Ini adalah format JPEG khusus yang menyampaikan rupa gambar yang menyerupai penampilannya apabila dilihat pada tampilan HDR, tetapi masih dalam file 8-bit, dan tergantung pada batasan monitor berbasis SDR. Jadi, jika Anda kagum oleh perbedaannya sekarang, Anda bisa mengharapkan penampilan yang lebih baik lagi dengan HEIF aktual pada monitor HDR!

 

Perbedaan standar HDR: Apa HDR PQ itu?

Pada saat ini, terdapat dua standar HDR utama:
- Hybrid Log-Gamma (HLG) sangat mudah ditukar-pasang dengan monitor SDR
- Perceptual Quantizer (PQ) dioptimalkan untuk monitor HDR

EOS-1D X Mark III menggunakan standar HDR PQ, yang juga digunakan dalam video format HDR, seperti HDR10, HDR10+ dan Dolby Vision. Karena standar ini merekam kontras dalam nilai absolut, maka, kualitas gambar lebih stabil di seluruh layar tampilan yang berbeda-beda. Ini semakin luas diadopsi untuk produksi video, tetapi juga dapat digunakan dalam fotografi gambar diam (still).

HDR PQ memadukan PQ gamma, yang memungkinkan gambar menampilkan rentang dinamis yang luas, mendekati apa yang dilihat oleh mata manusia, dengan resolusi ultra tinggi yang mampu dilakukan kamera EOS Anda. (Fakta menyenangkan: “4K” mengerjakan sekitar 8 megapiksel, dan kamera baru rata-rata memiliki jauh lebih banyak dari itu!) Hasilnya adalah penampilan yang sangat realistis, dengan kontras yang disampaikan tampak mendekati yang Anda lihat dalam kehidupan nyata.

 

Alur kerja gambar diam EOS-1D X Mark III

Bagaimana Anda bekerja dengan file HEIF?

Tabel di bawah menunjukkan perbedaan antara format perekaman gambar diam pada EOS-1D X Mark III. Walaupun gambar tersebut memuat banyak informasi, namun file HEIF (HDR PQ) sama besarnya dengan file JPEG. Anda juga dapat merekam hingga dua format file berbeda sekaligus, yaitu:
- RAW+HEIF
- C-RAW+HEIF
- RAW+JPEG
- C-RAW+ JPEG

Jumlah muatan data file HEIF berarti bahwa Anda juga dapat mengonversikannya ke dalam format file yang menyimpan informasi lebih sedikit. Jadi:
- RAW/C-RAW bisa dikonversikan ke HEIF (HDR PQ) atau JPEG
- HEIF (HDR PQ) bisa dikonversikan ke JPEG


Format perekaman gambar diam pada EOS-1D X Mark III

* Ukuran saat HDR PQ dimatikan.
**12-bit selama pemotretan rana elektronik.
^ Ukuran file aktual bergantung pada kondisi pemotretan

 

Menampilkan gambar HEIF

Kalau Anda tidak memiliki monitor HDR

Pada saat ini, kebanyakan komputer memiliki monitor SDR yang tidak dapat menampilkan gambar HEIF dalam kualitas sepenuhnya. Hal ini benar adanya untuk layar LCD belakang dari EOS-1D X Mark III. Tetapi, meskipun seandainya Anda tidak memiliki perangkat penampil HDR, Anda tetap bisa mendapatkan hasil yang sangat mendekati rupa gambar HEIF pada layar HDR…
- Pada kamera Anda: Apabila Anda memutar kembali gambar pada layar LCD belakang dengan menggunakan fungsi “View Assist”
- Dalam Digital Photo Professional: Apabila melakukan pasca-pemrosesan gambar atau mengonversi dari gambar RAW yang dibidik dengan HDR PQ yang ditetapkan ke “On”.

Anda juga dapat mengonversi file HEIF ke file JPEG mirip-PQ HDR, yang akan menghasilkan gambar yang menyerupai gambar dalam file HEIF.

Alur kerja HEIF in-camera dan penyuntingan


Kalau Anda memiliki monitor HDR

Kalau Anda menggunakan komputer:
- Pastikan komputer Anda memiliki graphics card (kartu grafik) yang juga mendukung HDR PQ
- Buka file HEIF dalam Digital Photo Professional

Jika Anda menghubungkan secara langsung dari kamera ke monitor:
- Gunakan kabel HDMI untuk menghubungkan kamera ke monitor
- Anda akan dapat memutar kembali file HDR PQ HEIF dan file gambar RAW yang dibidik dengan “HDR PQ: On” dan disimpan pada kartu memori kamera Anda.

Diagram mengenai cara menghubungkan kamera ke monitor/PC penampil

 

Kesimpulan: Format file untuk mengawasi

gambar HEIF, bukan hanya tentang rentang dinamis yang lebih luas, tetapi dimensinya yang mengagumkan, yang membuat gambar tersebut tampak begitu nyata, hampir menyerupai gambar 3D. Monitor berbasis SDR milik kami tidak menampilkan gambar tersebut dengan baik, tetapi coba saja membayangkan contoh gambar dalam artikel ini, dengan realisme, nada dan kontras warna yang jauh lebih baik. Semuanya akan secara sempurna menyanjung perangkat penampil HDR, yang semakin menjadi yang terutama.

Juga ada keuntungan lainnya: 

- Tidak perlu pasca-proses (kecuali Anda ingin melakukannya): Ini memberikan rentang tonal yang sangat luas (warna 10-bit!), langsung dari kamera, sehingga menghemat waktu pasca-pemrosesan. Namun, ukuran file-nya sama dengan JPEG. Bagus sekali untuk para fotografer yang harus mengambil banyak bidikan berkualitas dan mengirimkannya secepat mungkin

- Menyimpan lebih banyak detail daripada JPEG konvensional:  Jika Anda mengupayakan gambar RAW semaksimal mungkin dalam pasca-pemrosesan, maka, mengekspor gambar suntingan ke HEIF akan memastikan bahwa lebih banyak detail nada dan kontras warna dalam suntingan Anda yang dipertahankan. Malahan, selama Anda memiliki file RAW, Anda bisa mengeluarkan gambar Anda ke HDR PQ HEIF kapan saja—misalnya, saat Anda mendapatkan monitor HDR-ready.

Dengan HEIF, tingkat kualitas gambar yang sepenuhnya baru, menanti Anda. Raihlah tingkat ini, dan Anda pun akan melangkah ke masa depan.

Close-up gambar suasana senja dalam format HDR PQ HEIF, dikonversi ke JPEG mirip-PQ HDR.


Ketahui lebih lanjut mengenai EOS-1D X Mark III dalam artikel:
EOS-1D X Mark III: Menguasai Permainan

Pelajari lebih lanjut mengenai sebagian prestasi penting dalam sejarah kamera EOS DSLR dalam artikel:
Merayakan 30 Tahun EOS (1): Kamera EOS Pertama, EOS 650
Merayakan 30 Tahun EOS (2): Bagaimana Pengembangan EOS Tetap Terdepan
Merayakan 30 Tahun EOS (3): EOS Digital, Kemajuan Sekarang dan Selanjutnya


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi.

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!