Close
Produk >> All Products

RF50mm f/1.8 STM vs EF50mm f/1.8 STM: 6 Perbandingan Utama

RF50mm f/1.8 STM adalah lensa nifty fifty yang cepat dengan harga terjangkau yang telah dinanti-nantikan oleh sekian banyak pengguna sistem EOS R. Bagaimana daya kerjanya apabila dibandingkan dengan tandingan EF mount-nya, EF50mm f/1.8 STM, generasi ketiga lensa populer? Kami mencermati kedua lensa pada enam aspek. (Dilaporkan oleh: Kazuyuki Okajima, Digital Camera Magazine)

#1: Bodi
#2: Resolving power
#3: Bokeh
#4: Performa cahaya latar
#5: Stabilisasi gambar (dengan EOS R5/R6)
#6: Operabilitas

 

#1: Bodi

Meskipun ukuran dan berat EF50mm f/1.8 STM kurang-lebih sama dengan RF50mm f/1.8 STM, namun, Anda akan memerlukan adaptor dudukan untuk memasangkannya ke kamera EOS R series. Hal ini menambah sedikit berat dan beberapa centimeter ke panjang keseluruhan, tetapi keseimbangan dengan kamera masih bagus.

Kedua lensa ini memiliki diameter filter yang berbeda: diameter RF50mm f/1.8 STM adalah 43mm, lebih kecil daripada tandingan Ef-nya (49mm). Namun demikian, diameter maksimum dari kedua lensa ini tetap sama. Lensa RF terlihat lebih ringkas dan stylish, tetapi bagi mereka yang menyukai banyak aksesori dan perlengkapan pada kamera mereka, mungkin merasa bahwa mereka tampak lebih “keren” dengan lensa EF dan adaptor dudukannya.

Terdapat perbedaan yang tidak kentara dalam segi warna dan coating, meskipun tingkat perbedaannya akan tergantung pada preferensi Anda.


A: Ring fokus

RF50mm f/1.8 STM
Tekstur yang terasa nyaman pada jari. Mudah diputar. Pergerakannya mulus karena torsinya pas. Mudah melaksanakan pemfokusan presisi.

EF50mm f/1.8 STM
Agak lebih licin untuk jari. Agak sulit diputar, tetapi tidak ada masalah untuk penyesuaian fokus.

B: Tekstur

RF50mm f/1.8 STM
Laras lensa abu-abu tua, semi-matte. Core ring dudukan silver dan detail lainnya seperti ring fokus bertekstur intan, memberikan kesan mewah.

EF50mm f/1.8 STM
Laras lensa terlihat sangat berkualitas, tetapi tidak semewah penampilan versi RF. Hal ini sebagian disebabkan oleh tekstur ring fokus.


C: Dudukan lensa

RF50mm f/1.8 STM
Dudukan logam sangat awet dan terkesan mewah. Lensa paling depan agak lebih menonjol daripada lensa EF, tetapi elemen lensa paling belakangnya lebih susut ke dalam.

EF50mm f/1.8 STM
Sebelum EF50mm f/1.8 II, dudukannya terbuat dari plastik. Namun demikian, versi ini memiliki dudukan logam seperti yang terdapat pada tandingan RF mount-nya.

 

#2: Resolving power (daya pisah:resolusi)

EOS R5/ Aperture-priority AE (f/8, 1/1000 det., EV -0,7)/ ISO 100/ WB: Auto


A (tengah gambar)

RF50mm f/1.8 STM

EF50mm f/1.8 STM

Membandingkan pusat gambar pada dua bidikan di atas, lensa memiliki resolving power yang kurang-lebih sama. Bagi saya, gambar oleh lensa RF tampak sedikit lebih tajam dengan garis-garis yang sedikit lebih halus dan kontras mikro yang lebih baik. 


B (bagian pinggir gambar)

RF50mm f/1.8 STM

EF50mm f/1.8 STM

Pada pinggiran gambar, gambar lensa EF tampak sedikit lebih baik diselesaikan, sedangkan detail pada lensa RF tampak sedikit lebih lembut.

Saya mengaktifkan Digital Lens Optimizer untuk bidikan saya. Pada kedua lensa, gambar tampak paling tajam pada f/5.6 dan f/8. Ketajaman secara bertahap menurun setelah f/11, dan pada aperture minimum f/22, gambar menjadi lebih lembut secara nyata.

 

#3: Bokeh

EOS R5/ Aperture-priority AE (f/1.8, 1/1000 det., EV +0,7)/ ISO 100/ WB: Auto

RF50mm f/1.8 STM

EF50mm f/1.8 STM

Gambar di atas, dibidik pada jarak pemfokusan terdekat lensa EF (35 cm). Ini menghasilkan perbesaran maksimum 0,21x, tetapi lensa RF mampu membidik lebih dekat dari ini, dengan jarak fokus terpendeknya, yaitu 30cm yang menghasilkan perbesaran maksimum 0,25x.

Saya memasang kamera pada tripod untuk menjaga jarak pembidikan yang sama untuk kedua lensa, tetapi gambar yang dibidik pada lensa RF tampak sedikit lebih lebar. Hal ini membuat bokeh pada lensa EF terlihat agak lebih intens, tetapi bokeh pada lensa RF terkesan lebih mulus, dengan transisi yang lebih bertahap dari area dalam fokus hingga area di luar fokus (lihat area dalam bingkai merah). Dalam perbandingan, 

Tepi lingkaran bokeh yang diciptakan oleh lensa EF tampak tajam—begitu tajamnya sehingga bagi saya hal ini agak mengganggu. Bokeh pada lensa RF lebih lembut dan lebih bertahap, berbaur dengan bokeh lainnya.

 

#4: Performa cahaya latar

RF50mm f/1.8 STM

EF50mm f/1.8 STM

Kedua gambar: EOS R5/ Aperture-priority AE (f/22, 1/320 det., EV -2,0)/ ISO 100/ WB: Auto

Pada EF50mm f/1.8 STM, terdapat sedikit ghosting (bentuk bayangan yang teramati secara jelas) di sekitar matahari, tetapi selain itu, saya tidak melihat perbedaan apa pun yang signifikan dalam performa optik di antara kedua lensa dalam pemandangan ini. Gambar mungkin akan terlihat lebih menyatu kalau dibidik pada RF50mm f/1.2L USM, tetapi tidak terdapat penurunan kontras, resolusi, atau aspek kualitas gambar lainnya yang kentara pada lensa lainnya.

Memotret foto jalanan, lensa EF tampak lebih rentan terhadap ghosting (bentuk bayangan yang teramati secara jelas) dan flaring (efek seperti kabut atau asap) sedangkan dengan lensa RF, hal ini tidak menjadi masalah dalam pemandangan serupa. Namun demikian, memang sulit membandingkan, karena kondisi pemotretan tidak selalu persis sama.

 

#5: Stabilisasi gambar

EOS R5/ Shutter-priority AE @ 1/50 hingga 2,5 det./ ISO 100/ WB: Auto

Apabila dipasangkan ke EOS R5 atau EOS R6, efek stabilisasi gambar gabungan yang dimungkinkan dengan RF50mm f/1.8 STM adalah hingga setara dengan tujuh stop kecepatan rana. Saya menguji ini, membidik pada berbagai kecepatan rana.

 

Utama

Tingkat ketajaman sama dengan ketajaman yang dihasilkan ketika menggunakan tripod, sesuai untuk pencetakan format besar;

 Dari beberapa bidikan, 1 bidikan memiliki goyangan kamera tetapi tingkat ketajamannya dapat diterima untuk keperluan pencetakan normal (hingga ukuran A4).

 Peningkatan lebih lanjut pada intensitas dan frekuensi goyangan kamera, tetapi dalam level yang masih dapat diterima untuk digunakan di internet.

 Goyangan kamera tampak jelas; tidak dapat diterima untuk digunakan.

Hasilnya menunjukkan bahwa efek stabilisasi gambar tersedia pada lensa EF kurang-lebih satu stop di bawah lensa RF.

 

#6: Operabilitas

Lensa RF agak lebih senyap dan memperoleh fokus lebih cepat. Pencarian fokus pun tampaknya berkurang.

Kedua lensa memiliki saklar pada sisi kiri lensa, tetapi fungsinya berbeda.

Pada versi EF, saklar silih-ganti di antara mode fokus otomatis dan fokus manual (AF dan MF).
Pada lensa RF, saklar mengubah fungsi control/focusing ring (ring kontrol/fokus). Untuk beralih antara mode AF dan MF, Anda bisa ke menu kamera dan memilih item ‘Focus mode’ (tidak tersedia apabila lensa EF dipasang), atau menentukan tombol ke “Stop AF”.  Control ring (ring kontrol) tidak akan tersedia selama pemfokusan manual.

Perhatikan, kalau Anda menggunakan lensa EF dengan Control Ring Mount Adapter (Adaptor Dudukan Ring Kontrol), Anda akan dapat menggunakan focus ring maupun control ring selama menggunakan fokus manual.

 

Kesimpulan: Secara keseluruhan, performa RF50mm f/1.8 STM lebih baik, tetapi versi EF juga tidak mengecewakan


Kalau Anda sudah memiliki EF50mm f/1.8 STM…

Kemampuan control ring memperpendek jarak fokus yang lebih dekat dan perbesaran yang lebih besar dari RF50mm f/1.8 STM merupakan daya tarik utamanya. Performa optik lensa RF juga secara marginal lebih baik daripada EF50mm f/1.8 STM.

Namun demikian, kalau Anda sudah memiliki EF50mm f/1.8 STM, menurut pendapat saya, perbedaan tersebut tidak cukup untuk mengharuskan peningkatan ke versi dudukan RF-nya. Tergantung pada penggunaan Anda, mungkin akan lebih hemat biaya untuk membeli EF-EOS R Mount Adapter untuk menggunakan lensa dengan kamera sistem EOS R Anda. Jika Anda tidak puas dengan kualitas gambar dari EF50mm f/1.8 STM yang sekarang dimiliki, pertimbangkan untuk meningkatkannya ke kelas lensa RF yang lebih canggih. Secara pribadi, saya menantikan versi dudukan RF EF50mm f/1.4 USM.

Baca juga:
Kesan Lensa: RF50mm f/1.2L USM dalam Fotografi Potret Wajah & Jalanan


Kalau Anda belum memiliki versi dudukan EF…

Tidak perlu ragu memilih di antara kedua lensa: ambil saja RF50mm f/1.8 STM. Lagi pula, ini dirancang untuk sistem EOS R! (Lihat: 6 Fitur Signifikan Lensa RF)

RF50mm f/1.8 STM adalah pilihan tepat jika Anda ingin lensa prima cepat ditambahkan ke kit yang sebagian besar terdiri atas lensa zoom, atau bahkan jika itu adalah lensa pertama yang Anda beli untuk kamera sistem EOS R baru Anda. Ini memberikan performa yang istimewa untuk patokan harganya, sangat portabel, dan sepadan dengan EOS R5 / R6. Tidak hanya itu, lensa nifty fifty seperti ini, jauh lebih ringan untuk dibawa memotret daripada lensa zoom, sehingga membuatnya efektif untuk mempelajari cara menggunakannya untuk memperkaya ekspresi fotografik Anda.


Ketahui cara memanfaatkan karakteristik unik dari lensa standar Anda dalam artikel:
Teknik Komposisi Profesional (3): Memanfaatkan Lensa Dengan Sebaiknya
Teknik Lensa Standar: Menggunakan Titik Pandang untuk Menarik Pemirsa

Tidak dapat memutuskan, apakah membeli EOS R5 atau EOS R6? Mungkin, artikel ini bisa membantu:
EOS R5 vs EOS R6: 5 Perbedaan Penting yang Perlu Dicatat

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi.

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

Digital Camera Magazine

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

Kazuyuki Okajima

Kazuyuki Okajima

Lahir di Fukuoka City pada tahun 1967, dan Kazuyuki Okajima adalah lulusan Tokyo School of Photography (nama saat ini: Tokyo Visual Arts). Setelah bekerja sebagai asisten studio dan asisten fotografer, dia menjadi fotografer freelance. Selain bekerja sebagai fotografer iklan dan majalah, Kazuyuki Okajima juga bepergian ke seluruh dunia untuk memotret berbagai gambar dengan penjiwaan yang puitis. Dia telah menghasilkan banyak publikasi foto termasuk koleksi foto Dingle. Pameran hasil karyanya mencakup “The Light and Wind of Dingle,” “Shio-sai” (Tidal Tints), dan “Let's Go to School.