LOGIN/SIGN UP function is disabled for upgrade and maintenance. It will resume on 22/01/2022 10.30 AM SGT. Sorry for any inconvenience caused.
Close
Produk >> All Products In Focus: Ulasan lensa RF- Part5

Ulasan Lensa: RF50mm f/1.8 STM dalam Fotografi Jalanan

Lensa canggih portabel membekalkan mobilitas dan keserbagunaan yang Anda butuhkan sewaktu menguji-coba sudut yang berbeda-beda di jalan, dan sekarang terdapat opsi untuk dudukan RF: RF50mm f/1.8 STM. Fotografer jalanan, Kazuyuki Okajima menggunakan lensa ini dengan EOS R6, dan berbagi tentang kesannya. (Dilaporkan oleh: Kazuyuki Okajima, Digital Camera Magazine)

 

Lensa prima standar yang praktis dan cepat serta mampu melakukan bidikan close-up

Kalau selama ini Anda membidik dengan lensa Canon, Anda mungkin sudah terbiasa dengan lensa f/1.8 EF50mm Canon. Bahkan, mungkin saja ini adalah lensa pertama yang Anda miliki di samping kit lens! Bentuknya kecil, harganya terjangkau dan menghasilkan kualitas gambar yang istimewa, lensa ini pernah—dan masih merupakan—salah satu lensa Canon paling populer yang memiliki EF50mm f/1.8 STM generasi ketiga. Dengan RF50mm f/1.8 STM, sekarang, sistem EOS R mirrorless memiliki versi dudukan RF native yang memberikan opsi lensa prima standar yang ringkas dan harga terjangkau yang berlawanan dengan lensa RF50mm f/1.2L USM kelas profesional yang bentuknya lebih besar.


Kesan pertama: Ringan dengan penampilan yang menawan

Untuk uji lapangan, saya menggunakan lensa ini dengan EOS R6. Hal pertama yang mengejutkan saya adalah bobotnya yang begitu ringan, dan penampilannya yang sungguh memikat, khususnya dengan silver mount core ring khas lensa RF pada alasnya.

Lensa seimbang secara sempurna dengan kamera EOS R series. Mudah dibawa ke mana pun dan bentuknya yang mungil sehingga dapat dimasukkan ke dalam tas kecil. Dengan begitu, saya benar-benar merasakan mobilitas yang ditawarkan oleh kamera mirrorless. Selama memiliki lensa tersebut, saya sering melakukan pemotretan sepanjang hari, hanya dengan menggunakan satu lensa, RF50mm f/1.8 STM—sungguh memudahkan!

 

Sorotan #1: Bokeh indah pada f/1.8

Pemisahan latar belakang mudah dilakukan untuk membuat subjek Anda menjadi pusat perhatian

Saya lebih menyukai lensa prima standar ketimbang lensa zoom standar karena, saya sering menghadapi situasi yang memerlukan pembidikan pada f/1.4 atau f/2. Dengan aperture maksimum yang lebih lebar, Anda dapat lebih mengendalikan depth of field, dan menjadi semakin mudah untuk membuat gambar dengan kedalaman dan dimensi.

Pada f/1.8, aperture maksimum RF50mm f/1.8 STM satu stop lebih lebar daripada f/2.8 yang bisa Anda dapatkan pada lensa zoom standar cepat. Hal ini tidak hanya berarti bokeh yang satu stop lebih besar, tetapi juga berarti, one-stop gain dalam kecepatan rana. Lebih mudah memisahkan subjek dari latar belakang dan latar depan serta membuat sejumlah elemen yang Anda inginkan untuk diperlihatkan, tampak lebih jernih dan tajam.

EOS R6/ Aperture-priority AE (f/1.8, 1/800 det.)/ ISO 100/ WB: Auto

Subjek ini agak jauh dari saya, tetapi saya masih mendapatkan bokeh latar belakang yang kuat pada aperture maksimum f/1.8. Ini secara efektif memisahkan subjek dari latar belakang dan memandu mata pemirsa ke bunga.


Area dalam bingkai merah, sudah dikrop. Di sinilah saya menempatkan fokusnya. Area di sekitar bunga memiliki keburaman yang mulus dan bergradasi. Lensa mereproduksi secara indah, bukan hanya dimensi pemandangannya, tetapi juga tekstur halus kelopak bunga.

 

Sorotan #2: Mobilitas

Anda bebas menangkap gambar dari berbagai sudut

Dengan bentuknya yang ringkas, dan bobotnya yang ringan, lensa RF50mm f/1.8 STM sangat mudah dibawa-bawa sambil berjalan kaki—praktis, karena dapat bergerak ke mana pun untuk menemukan sudut dan komposisi yang baru.

Meskipun panjang fokus standar 50mm mampu menangkap gambar dengan perspektif yang mendekati penglihatan manusia, Anda juga dapat membuat gambar yang menyerupai gambar yang dibidik pada…
- Lensa sudut lebar: Dengan mengatur jarak yang cukup jauh antara Anda dan subjek serta pemotretan dari suatu sudut yang meningkatkan efek perspektif berlebihan.
Lensa telephoto: Dengan bergerak lebih dekat ke subjek, menghilangkan perspektif, dan membatasi jumlah informasi dalam bingkai untuk membuat komposisi yang sederhana.


Gambar seperti telephoto

EOS R6/ Program AE (f/8, 1/800 det.)/ ISO 100/ WB: Auto 

Untuk membuat gambar seperti telephoto, dekatkan pada sebagian subjek alih-alih menangkapnya secara keseluruhan. Tanda apa pun dari efek perspektif yang berlebihan akan membuatnya terlihat seperti dibidik pada lensa sudut lebar, jadi hindari memiringkan kamera ke atas: jaga agar tetap lurus dan datar.


EOS R6/ Program AE (f/10, 1/800 det., EV -1,0)/ ISO 100/ WB: Auto 

Dengan memburamkan latar belakang dan bergerak cukup dekat ke subjeknya sehingga berbagai elemen yang tidak diinginkan berada di luar bingkai, saya menyederhanakan komposisi dan menciptakan close crop (krop dekat) seperti yang akan dicapai pada panjang fokus yang lebih panjang. Untuk sudut pandang yang bahkan lebih sempit dan lebih menarik perhatian ke subjek yang jauh, ambil bidikan vertikal.


Gambar seperti sudut lebar

EOS R6/ Program AE (f/5.6, 1/320 det.)/ ISO 100/ WB: Auto

Jika Anda tidak memperhatikan pembingkaian sebagaimana mestinya, pemandangan yang jauh bisa terlihat sangat berantakan, bahkan pada lensa standar! Untuk bidikan ini, saya menggunakan garis diagonal dalam pemandangan untuk menautkan komposisi dan menciptakan kesan perspektif. Hasilnya: bidikan menyerupai bidikan yang diambil pada lensa sudut lebar.

Baca juga:
Teknik Komposisi Profesional (3): Memanfaatkan Lensa Dengan Sebaiknya.

 

Optik tajam dan jernih

RF50mm f/1.8 STM mewarisi optik yang terkenal dari EF50mm f/1.8 STM yang dilengkapi dengan diameter dudukan RF lebih besar dan fokus belakang pendek, serta elemen lensa asferis PMo tambahan, yang semakin meningkatkan performa optik. Hasil gambarnya jernih dan tajam hingga ke bagian tepi secara memuaskan, dan aberasi lensa terkoreksi dengan baik sehingga memberikan bokeh yang tidak tercela pada aperture maksimum f/1.8. Saya tidak melihat flaring (efek seperti kabut atau asap) dan ghosting (bentuk bayangan yang teramati secara jelas) yang mencolok pada cahaya latar yang kuat.

 

Sorotan #3: Gambar serba-tajam

Detail yang lebih tajam, bahkan pada aperture yang sedikit lebih sempit daripada aperture maksimum

Meskipun lensa menghasilkan bokeh indah pada aperture maksimum, namun untuk sejumlah pemandangan dan subjek yang Anda inginkan terlihat lebih tajam, Anda tinggal menyempitkan aperture-nya. Tingkat kesempitannya bergantung pada jarak pemotretan dan jarak dari latar belakang, tetapi lensa ini cukup tajam meskipun Anda tidak membuatnya terlalu sempit.

Jika Anda sering mengubah aperture, tentukan control ring sebagai shortcut (pintasan) Anda. Kehalusan apa pun dari difraksi bisa dikurangi dengan Digital Lens Optimizer, jadi, Anda bahkan dapat melakukan deep focus dengan aperture minimum f/22 jika situasinya mengharuskan Anda melakukannya.


f/4.5

EOS R6/ Aperture-priority AE (f/4.5, 1/160 det., EV -1,0)/ ISO 100/ WB: Auto

Dedaunan pada pohon ini baru saja berubah warnanya, yang menandakan musim gugur sedang menjelang. Saya menyempitkan aperture sedikit supaya bagian yang tertimpa sinar matahari akan terlihat lebih tajam. Masih ada sebagian bokeh dalam elemen di arah yang berlawanan, dan di belakang dedaunan, tetapi hal itu menciptakan kedalaman dalam gambar.


f/9

Jika Anda tidak terlalu jauh dari subjek, Anda dapat melakukan deep focus, meskipun tanpa menyempitkan aperture terlalu banyak. Dan, kalau terdapat banyak cahaya, mode Program AE akan secara otomatis memilih aperture yang lebih sempit, yang membuat pemandangan tampak tajam.

 

Sorotan #4: Jarak fokus terdekat 30cm

Membidik subjek kecil secara close-up yang memenuhi lebih banyak bingkai

Meskipun gambar close-up terlihat serupa dengan yang dibidik pada lensa separuh-makro, seperti RF35mm f/1.8 Macro IS STM atau RF85mm f/2 Macro IS STM, RF50mm f/1.8 STM adalah lensa seperempat makro (perbesaran maksimum 0,25x).  Pada jarak fokus terdekat 30 cm, Anda dapat membidik lebih dekat ke subjek Anda dibandingkan EF50mm f/1.8 STM, sehingga Anda mendapatkan pengalaman yang asyik, membidik berbagai subjek kecil secara close-up.

Aperture-priority AE (f/3,2, 1/100 det., EV +3.0)/ ISO 100/ WB: Auto

Sungguh menyenangkan memiliki lensa yang memungkinkan Anda membidik secara close-up kapan pun Anda inginkan. Anda mendapatkan garis-garis yang tajam dan resolusi yang sangat bagus pada seluruh gambar—coba perhatikan, betapa lurus urat dedaunan mungil ini, terselesaikan dengan baik. Kejernihannya istimewa, dan cukup kontras.


Pada jarak fokus terdekat 30 cm, Anda dapat berada cukup dekat—malahan, begitu dekat sehingga menerpakan bayangan pada subjek! Perhatikan dengan cermat hal itu saat Anda membidik.

 

AF cepat dan mulus; stabilisasi gambar hingga 7 stop dengan EOS R5/R6

STM (stepping motor)-driven AF tidak berisik, dan perolehan fokusnya cepat serta mulus. Control ring berguna, karena berubah menjadi cincin fokus yang memungkinkan pemfokusan manual dan pemfokusan manual sepanjang waktu dengan memutar-balik sakelar.

Meskipun lensa tidak memiliki stabilisasi gambar built-in, namun, jika Anda menggunakannya dengan EOS R5 atau EOS R6, In-Body IS dalam kamera, membekalkan stabilisasi hingga setara dengan tujuh stop kecepatan rana. Hal ini memungkinkan Anda mengambil bidikan genggam pada kecepatan rana sekitar 2 detik.

 

Rangkuman: Lensa panduan praktis yang sangat serbaguna

Jangan meremehkan apa yang dapat Anda lakukan dengan lensa prima standar, terutama dengan lensa yang menawarkan mobilitas sebanyak ini. Berkat keserbagunaan lensa ini di berbagai bidang dan genre, bisa jadi Anda akan lebih sering melakukan pemotretan dengan kamera seri EOS R setelah menambahkannya ke perlengkapan Anda!

*Karena ulasan ini dilakukan pada model lensa pra produksi, kemungkinan ada sejumlah perbedaan pada penampilan luar produk dan kualitas gambarnya.

 

RF50mm f/1.8 STM

Spesifikasi penting
Konstruksi Lensa: 6 elemen dalam 5 kelompok
Jarak pemfokusan terdekat: 0,3m
Perbesaran maksimum: 0,25x
Jumlah bilah aperture: 7 (circular blades)
Diameter filter: 43mm
Ukuran: φ69,2 x 40,5mm
Berat: kira-kira 160g

 

Konstruksi lensa

A: Lensa asferis PMO


Lens Hood ES-65B (dijual secara terpisah)

 

Cari tahu lebih lanjut mengenai teknologi lensa RF dan lensa RF lainnya di:
In Focus: RF Lenses

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi.

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

Digital Camera Magazine

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

Kazuyuki Okajima

Kazuyuki Okajima

Lahir di Fukuoka City pada tahun 1967, dan Kazuyuki Okajima adalah lulusan Tokyo School of Photography (nama saat ini: Tokyo Visual Arts). Setelah bekerja sebagai asisten studio dan asisten fotografer, dia menjadi fotografer freelance. Selain bekerja sebagai fotografer iklan dan majalah, Kazuyuki Okajima juga bepergian ke seluruh dunia untuk memotret berbagai gambar dengan penjiwaan yang puitis. Dia telah menghasilkan banyak publikasi foto termasuk koleksi foto Dingle. Pameran hasil karyanya mencakup “The Light and Wind of Dingle,” “Shio-sai” (Tidal Tints), dan “Let's Go to School.