Scheduled Maintenance: Some services on SNAPSHOT may not be available on 28 July 2019 from 1am to 4am. We apologise for any inconvenience caused.
Close
Tips & Tutorials >> All Tips & Tutorials

Lanskap Super Telephoto: “Gua” Misterius Berlumut di Ngarai

Waktu kuis: Apakah gambar di bawah adalah a) gua yang dalam, atau b) ngarai dengan jurang yang curam? Anda mungkin mengira itu adalah gambar a), padahal sesungguhnya gambar tersebut adalah yang disebut Tarumae Garo, jurang batu karang vulkanis yang tertutup lumut di Kota Tomakomai, Hokkaido, Jepang. Fotografer lanskap, Katsuhiro Yamanashi memberi tahu kita cara dia menggunakan lensa zoom super telephoto untuk menangkap suasana misterius tempat ini. (Dilaporkan oleh: Katsuhiro Yamanashi, Digital Camera Magazine)

Ngarai Tarumae Garo, Hokkaido

EOS 5D Mark IV/ EF100-400mm f/4.5-5.6L IS II USM/ FL: 400mm/ Aperture-priority AE (f/16, 0,8 det., EV -1,3)/ ISO 800/ WB: Auto
Perlengkapan lainnya: Filter PL 

 

Kisah di balik bidikan

Terletak di bagian selatan kaki Gunung Tarumae, Tarumae Garo adalah sebuah ngarai berdinding batu karang yang padat dan tertutup lumut hijau sehalus sutera. Karena letaknya yang menjorok ke dalam pegunungan, ngarai ini mengesankan suasana misteri yang ingin saya tangkap dan sampaikan. Saya memutuskan menggunakan lensa zoom super telephoto untuk menunjukkan bagian ngarai paling dalam yang diselimuti kabut sungai yang mengalir.

Saya bermaksud menangkap tiga set batu karang (Baca "Teknik komposisi/lensa" di bawah) dari sudut tertentu untuk sepenuhnya memanfaatkan efek kompresi perspektif. Untuk mendapatkan semuanya dalam sudut pandang yang sempit, saya harus menempatkan tripod di aliran sungai. Dalam situasi seperti itu, arus air bisa menyebabkan tripod bergeser, jadi lakukan pencegahan seperlunya terhadap goyangan kamera. Saya menghindari menggunakan kecepatan rana yang terlalu lambat.

 

Panjang fokus: 400mm

Lensa yang saya gunakan

EF100-400mm f/4.5-5.6L IS II USM

Kabut sungai hanya terlihat di bagian ngarai yang terdalam. Untuk menonjolkan kabut, saya membidiknya pada panjang fokus yang sepanjang mungkin dengan perlengkapan yang saya bawa pada waktu itu—400mm pada EF100-400mm f/4.5-5.6L IS II USM. Ternyata, sudut pandang itu sempurna untuk menangkap aliran sungai yang cukup untuk memenuhi bingkai. Pembesaran zoom 4x pada lensa ini berfungsi sangat baik, dan saya puas dengan resolving power (daya pisah:resolusi) yang dimilikinya.


Versi dudukan RF untuk sistem EOS R:

RF100-500mm f/4.5-7.1L IS USM 

 

Teknik komposisi/lensa: Memanfaatkan efek kompresi

Diagram di atas menunjukkan keadaan pemandangan saat di-zoom out. Segitiga merah menunjukkan area yang saya zoom in untuk gambar pertama dalam artikel ini.
Saya membingkai gambar itu supaya tiga rangkaian batu karang berikutnya menjadi pusat perhatian utama:

(1) Dinding batu karang pada celah masuk
(2) Bebatuan cekung di kiri belakang, dan
(3) Batu karang hingga ke bagian belakang yang membentuk segitiga

Panjang fokus super telephoto (400mm) yang dihasilkan oleh efek kompresi perspektif yang menarik area batu karang di belakang, dan membuatnya tampak berlapis-lapis secara lebih dekat. Ini menciptakan gambar yang menyampaikan kedalaman ngarai mirip gua serta kesan suasana yang menakutkan tentang hal yang tidak diketahui di balik gua bebatuan.

Menyatukan (4), khususnya batu karang berlumut di latar depan kiri gambar, yang semakin mengemukakan kesan lingkungan yang basah dan berlumut.


Anda mungkin juga tertarik untuk membaca: 
Teknik Komposisi Profesional (3): Memanfaatkan Lensa Dengan Sebaiknya.

 

Pencahayaan: Gunakan shutter speed lambat dan exposure compensation (kompensasi pencahayaan) negatif

Buramkan aliran sungai untuk menambah kedinamisan

Saya menggunakan kecepatan rana 0,8 detik untuk mengubah aliran air sungai menjadi buram gerakan. Karena tripod saya berada di sungai, kecepatan rana yang terlalu lambat akan menyebabkan goyangan kamera yang kentara, jadi saya menambah kecepatan ISO hingga 800.


Exposure compensation (Kompensasi pencahayaan) negatif dapat mengurangi hilangnya detail di air yang mengalir

EV ±0

EV -1,3

Komposisi ini menyertakan banyak bentuk batu karang gelap. Pada mode pengukuran tertentu, kamera akan mengekspos berdasarkan bagian bebatuan yang lebih gelap, menyebabkan detail yang lebih terang dalam aliran air menjadi kelebihan cahaya dan terlihat sangat benderang. Untuk bidikan ini, saya menggunakan exposure compensation (kompensasi pencahayaan) (EV -1,3) untuk mempertahankan detail yang terang.

Sinar surya yang menerpa pada lumut basah dan batu karang, juga dapat menyebabkan ledakan cahaya, tetapi hal itu bisa dicegah dengan menggunakan filter polarisasi (filter PL).

 

Pelajari lebih lanjut tentang cara menggunakan lensa telephoto yang dapat memperindah foto lanskap yang Anda bidik.
Menciptakan Pemandangan Memukau dengan Garis Panduan Telephoto
Teknik Lensa Telefoto: Menciptakan Beberapa Lapisan "Bokeh"
Teknik Telephoto Macro: Dedaunan Biasa Menjadi Pusat Perhatian


Anda senang memotret aliran jeram dan sungai yang dikelilingi alam yang rimbun? Berikut ini sejumlah saran untuk menangkap kesan pemandangan seperti yang Anda bayangkan:
Pengaturan Kamera untuk Memotret Anak Sungai dan Sungai Berkabut
Teknik Picture Style untuk Meningkatkan Fotografi Lanskap Anda

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi.

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

Digital Camera Magazine

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

Katsuhiro Yamanashi

Katsuhiro Yamanashi

Lahir di Tokyo pada tahun 1945, Yamanashi bekerja di perusahaan penerbitan setelah lulus dari Tokyo College of Photography (sekarang dikenal sebagai Tokyo Polytechnic University), dan selama 4 tahun, ia berkelana keliling Jepang, mengunjungi dan memotret berbagai tempat pesiar yang terkenal. Setelah ia meninggalkan perusahaan penerbitan itu, ia menjadi fotografer freelance, dan pada akhirnya, mendirikan perusahaannya sendiri, Yamanashi Photo, pada tahun 1989. Di samping mengambil berbagai gambar untuk persediaan, ia juga menyediakan foto untuk kalender perusahaan, majalah kamera dan perjalanan, serta poster untuk Japan Railways.