Tips & Tutorials >> All Tips & Tutorials

Kehidupan Alam Liar Bergerak melalui Shutter Speed Control

Kita sering mengasosiasikan fotografi kehidupan alam liar dengan fast shutter speed (kecepatan rana pesat), tetapi, bergantung pada pemandangannya, slow shutter speed (kecepatan rana lambat) bisa memberikan hasil yang juga memikat. Fotografer kehidupan alam liar, Yukihiro Fukuda, memberi tahu kita, bagaimana ia mengambil bidikan penguin di laut dengan rana lambat. (Dilaporkan oleh: Yukihiro Fukuda)

Penguin berlatarkan bentangan laut yang megah

EOS 5D Mark III/ EF70-200mm f/2.8L IS II USM + Extender EF1.4xIII/ FL: 280mm/ f/16/ 1/4 det./ EV±0/ ISO: 100/ WB: Daylight

Ubah kecepatan rana Anda, ubah penampilan gambar Anda

Kecepatan rana adalah alat yang sangat berguna untuk membuat gambar kehidupan alam liar terlihat lebih memikat. Pikirkan mengenai bidikan ideal Anda: Apakah bidikan setajam paku yang "membekukan" gerakan hewan, atau yang justru menegaskan pergerakannya? Kedua bidikan akan memerlukan kecepatan rana berbeda. 

Untuk semua bidikan penguin di tepi pantai yang ditampilkan di atas, saya memutuskan untuk menggunakan kecepatan rana lambat untuk menunjukkan pergerakan gelombang besar yang pecah di pantai, dan penguin yang bergoyang-goyang menuju laut.

Saya telah mempertimbangkan tiga pengaturan kecepatan rana yang memungkinkan. 1/4, 1/15, dan 1/30 detik.
Saya akhirnya memilih 1/4 detik. Kurang dari itu, akan terlalu banyak memburamkan penguin. Pada 1/15 dan 1/30 detik, pergerakannya tidak cukup jelas.

Saran: Ambil bidikan percobaan untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik mengenai kecepatan rana yang akan digunakan

Ini membantu mengambil bidikan percobaan secara cepat untuk mengecek efek pengaturan kecepatan rana Anda. Dari sana, Anda kemudian bisa memutuskan, apakan meningkatkan, mengurangi atau mempertahankan kecepatan rana yang sama.
Harap pertimbangkan menggunakan tripod untuk mengurangi goyangan kamera. Untuk pemandangan ini, panorama latar belakang menjadi tambatan gambar, sehingga saya menggunakan tripod untuk memastikan bahwa hasil gambarnya akan tajam. 

 

Posisi pemotretan (Penguin di laut)

Teknik alternatif 1: Kecepatan rana yang sangat ekstrem untuk dinamisme

Penguin dalam percikan air pada kecepatan rana pesat

EOS 5D Mark III/ EF300mm f/2.8L IS USM/ FL: 300mm/ f/8/ 1/4000 det./ EV±0/ ISO: 800/ WB: Daylight

Saya fokuskan untuk menghentikan tiap tetesan air dalam gelombang percikan dengan menggunakan kecepatan rana tinggi. Saya harus meningkatkan kecepatan ISO untuk mencapai 1/4.000 detik dan menangkap bidikan ini. Upaya pertama saya pada 1/1.000 detik , masih memburamkan gerakannya. 
(Untuk informasi selengkapnya mengenai konsep ini, silakan merujuk ke: Dasar-Dasar Kamera #3: Pencahayaan)

Anda mungkin tertarik untuk membaca:
Fotografi Ombak: Kecepatan Rana Manakah yang Digunakan untuk Menggambarkan Kedahsyatan dan Kekuatan?
Panduan Langkah-demi-Langkah untuk Menangkap Percikan Ombak pada Pengaturan Fast Shutter Speed

Teknik alternatif 2: Pan bidikan 

Bidikan panning penguin

EOS 60D/ EF70-200mm f/2.8L IS II USM + Extender EF1.4xIII/ FL: 280mm/ f/10/ 1/20 det./ EV+0,3/ ISO: 100/ WB: Daylight

Anda juga bisa menggunakan kecepatan rana lambat untuk panning shot (bidikan panning). Teknik ini menggiring perhatian ke penguin di tengah gambar, yang tertangkap oleh mata saya, karena ada sesuatu dalam paruhnya. Saya perlu mengambil beberapa bidikan percobaan untuk menemukan kecepatan rana yang diperlukan. 

Anda mungkin juga tertarik untuk membaca:

Saran Panning untuk Menangkap Gambar Dinamis Burung Liar yang Terbang
Gambar Unik Apakah yang Bisa Saya Hasilkan Dengan Circular Panning?

Untuk variasi, bidik pada panjang fokus yang berbeda-beda

Sebagai fotografer kehidupan alam liar, kadang kita terlena dalam upaya kita untuk mendapatkan bidikan close-up yang jitu dengan lensa telefoto kita. Kita menghasilkan bidikan yang diinginkan, tetapi kita mungkin meninggalkan sejumlah elemen yang bisa membuat bidikan kita sungguh memikat.

Pastikan membidik dengan sudut yang sedikit lebih lebar daripada yang diniatkan. Contohnya, jika Anda tergoda untuk membidik pada 500mm, coba pada jarak 300mm. Hal ini memperkenalkan elemen baru ke dalam bingkai, yang membantu Anda "melihat" bidikan dengan cara berbeda. Gambar penguin paling atas pasti akan terlihat sangat berbeda tanpa suasana yang diciptakan oleh ombak, matahari terbit dan lanskap latar belakang. 

 

Untuk saran dan tutorial lainnya mengenai fotografi rana lambat, bacalah yang berikut ini:
Pengaturan Kamera yang Digunakan untuk Bidikan Rana Lambat yang Mencengangkan!
Seni Shutter Lambat: Menciptakan Lingkaran Buram Surealis

Saran fotografi kehidupan alam liar lainnya tersedia di:
Fotografi Kehidupan Alam Liar: 3 Teknik dari Fotografer Profesional
Pro Techniques untuk Menggunakan EOS 7D Mark II – Kehidupan Liar
Teknik Lensa Super Telefoto - Siluet Alam Liar di Terik Sang Surya
7 Saran Berguna untuk Mengambil Foto di Kebun Binatang dengan Kamera Mirrorless/DSLR

Perlengkapan yang mungkin perlu Anda pertimbangkan:
EF70-300mm f/4-5.6 IS II USM: Lensa Unggulan untuk Para Pemula dalam Fotografi Unggas
Ulasan Kebolehan EOS-1D X Mark II Bagian 1: Akurasi Fokus dan Performa Pelacakan AF Mencengangkan
Dalam Fokus: EOS 7D Mark II (Versi Inggris)

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

 

Digital Camera Magazine

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

Yukihiro Fukuda

Yukihiro Fukuda

Lahir pada tahun 1965 di Tokyo. Kunjungan Fukuda ke Hokkaido untuk mencari burung bangau Jepang yang ia sangat sukai, telah menuntunnya menjadi fotografer hewan. Setelah menghabiskan 10 tahun meliput kehidupan liar di Hokkaido, Fukuda meluaskan cakupannya ke negara lain dan fotografi bawah air. Fotografi kehidupan liar, bawah air, dan lanskap, sekarang membentuk tiga pilar aktivitasnya yang terbaru.