4 Kunci Membidik Lanskap Menjelang Fajar
Fotografi menjelang fajar menangkap nada yang sejuk dan tenang pada saat sebelum matahari terbit, juga dikenal sebagai momen biru—yang dapat menghasilkan foto lanskap yang memukau. Dalam artikel ini, kami mengulas 4 faktor kunci untuk menghasilkan bidikan seperti itu: waktu bidikan, pencahayaan, fungsi bidikan, dan pemrosesan. (Dilaporkan oleh: GOTO AKI)
EOS 5D Mark III/ EF17-40mm f/4L USM/ FL: 17mm/ Aperture-Priority AE mode (f/22, 25 det, EV±0)/ ISO:100/ WB: Daylight/ Picture Style: Landscape
Contoh yang bagus
Danau Toya, Hokkaido pada pertengahan Mei. Permukaan danau ditampilkan mulus dengan rana lambat seolah-olah dunia diliputi warna biru yang juga membentang sampai ke permukaan danau. Dengan mempertimbangkan sisi horizontal, saya memutuskan untuk menggunakan komposisi simetris.
Kunci 1: Waktu membidik - 30 menit sebelum matahari terbit
Derajat warna pekat pada waktu sebelum matahari terbit, memungkinkan Anda menangkap pemandangan dunia yang diliputi warna biru. Bidikan ini diambil pada pertengahan bulan Mei di Danau Toya, Hokkaido, tempat matahari terbit sekitar pukul 04:10 subuh karena posisinya yang tinggi pada garis lintang bumi. Pada pukul 03:40 subuh, saya berhasil menangkap dunia biru yang berubah setiap saat berlalu.
Contoh buruk
Warna biru menjadi lebih lemah jika bidikan diambil saat matahari sudah terbit.
Kunci 2: Pencahayaan - Tetapkan white balance ke 'Daylight' untuk warna asli yang dilihat dengan mata
Periode menjelang fajar, tepat sebelum matahari terbit setiap pagi, juga ketika langit diterangi cahaya kebiruan. Itulah penyebabnya yang dikenal secara umum sebagai "waktu biru". Jika Anda menetapkan white balance ke Daylight, cahaya biru akan ditampilkan seperti yang dilihat secara kasat mata, mereproduksi suasana menyejukkan pagi hari. Namun, dengan Auto White Balance, nada warna akan terkoreksi. (Baca lebih lanjut mengenai perbedaan antara AWB dengan Daylight)
Kunci 3: Fungsi bidikan - Kecepatan rana lambat, untuk memperoleh permukaan air yang mulus
Permukaan danau sedang tenang ketika saya mengamatinya. Jika Anda menggunakan kecepatan rana lambat, misalnya 25 detik, permukaan danau akan ditampilkan mulus seperti cermin, dan warna langit pun akan terpantul pada permukaannya. Ini membuat lanskap tidak hanya kelihatan luas, namun juga biru menyejukkan dan tembus cahaya.
Contoh buruk
Tekstur ombak dapat dilihat apabila dibidik pada 1/30 detik.
Kunci 4: Pemrosesan - Gunakan Picture Style untuk polesan akhir warna biru yang jelas
Saya menetapkan Picture Style ke Landscape agar menyoroti warna biru karena mode ini meningkatkan saturasi warna. Dibandingkan mode Standard, kebiruan langit tampak lebih jelas dan juga ditampilkan lebih pekat dan jernih ketika dipantulkan pada permukaan air.
Contoh buruk
Jika foto diambil dengan Picture Style yang ditetapkan ke Standard, maka akan terjadi kekurangan saturasi warna.
Mengenai Penulis
Lahir pada tahun 1972 di Prefektur Kanagawa dan lulus dari Sophia University serta Tokyo College of Photography. Goto menerbitkan koleksi karya foto yang berjudul "LAND ESCAPES" dan juga terlibat secara aktif dalam pembuatan karya seperti “water silence” suatu instalasi yang menggabungkan foto dengan video.
Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation