Produk >> All Products

Ulasan Lensa: RF70-200mm f/2.8L IS USM dalam Fotografi Lanskap

Lensa zoom telephoto pertama yang didesain untuk dudukan RF, RF70-200mm f/2.8L IS USM juga merupakan salah satu dari RF lens f/2.8 fixed aperture zoom trinity (tiga serangkai lensa zoom aperture tetap f/2.8 RF). Fotografer lanskap, Takashi Karaki membawanya untuk mengabadikan suasana puncak musim daun berguguran di wilayah San’in di bagian Barat Honshu, Jepang. Berikut ini ulasannya. (Dilaporkan oleh: Takashi Karaki, Digital Camera Magazine)

 

Lensa zoom telephoto ukuran kecil dan ringan dengan desain yang luar biasa

Sewaktu memegang RF70-200mm f/2.8L IS USM di tangan saya, salah satu hal pertama yang mengejutkan saya yaitu, betapa ringkas dan ringan lensa ini. Lensa zoom tiga serangkai ini biasanya membuat saya membayangkan lensa yang besar dan berat. Tetapi lensa yang satu ini, sangat berbeda. Lensa yang mungil dan ringan ini merupakan keuntungan besar bagi saya, karena saya sering memotret di pegunungan serta hutan belantara, sehingga perlu perlengkapan yang ringkas dan ringan agar saya dapat bergerak lebih bebas.


Kisaran panjang fokus dan aperture konstan

Kisaran panjang fokus 70-200mm sempurna untuk gambar lanskap yang secara pasti menangkap berbagai elemen di sekitar hingga di tempat jauh. Ketersediaan bokeh aperture maksimum f/2.8 di seluruh kisaran panjang fokus membuat lensa ini amat sangat berguna. Tidak mengherankan bahwa lensa 70-200mm pada jajaran dudukan EF laris terjual selama ini, dan menjalani pembaruan beberapa kali. Versi dudukan RF ini menjanjikan fungsi yang sama, atau lebih.

Ketahui cara menggunakan lensa telephoto untuk fotografi lanskap dalam artikel:
Teknik Komposisi Profesional (3): Memanfaatkan Lensa Dengan Sebaiknya
Saran Komposisi untuk Memunculkan Kabut


Kereta api di hutan dengan hamparan daun musim gugur

EOS R/ RF70-200mm f/2.8L IS USM/ FL: 200mm/ Manual exposure (f/2.8, 1/600 det.)/ ISO 200/ WB: Cloudy

Kereta api pesiar JR Kisuki Line, dibingkai oleh dedaunan musim gugur warna keemasan dan berkilauan diterpa sinar surya saat melaju antara Prefektur Shimane dan Hiroshima. Bokeh halus pada dedaunan musim gugur di bagian depan, membantu membuat kereta api berada di tengah bingkai dan ditonjolkan dengan lebih baik.

Pelajari cara memanfaatkan EOS R untuk fotografi lanskap kereta api dalam artikel:
Bidikan Jitu: Kereta Api Melaju di Antara Lanskap Musim Gugur nan Megah


Jarak fokus terdekat 70cm

Sistem kontrol fokus apung elektronik pada RF70-200mm f/2.8L IS USM sudah memfungsikan sistem fokus terdekat untuk dikurangi menjadi 70cm dari 120cm pada EF70- 200mm f/2.8L IS III USM. Ini, dipadukan dengan perbesaran maksimum 0,23x memungkinkan untuk mengambil gambar mirip makro, seperti pada bidikan berikut, di mana tiap tetes embun pagi digambarkan secara detail.

Embun pada jaring laba-laba dengan warna pelangi

EOS R/ RF70-200mm f/2.8L IS USM/ FL: 200mm/ Manual exposure (f/2.8, 1/1,000 det.)/ ISO 200/ WB: Auto

Bidikan makro telephoto pada 200mm dari jarak fokus terdekat 70cm, yang menghasilkan perbesaran maksimum 0,23x. Jaring laba-laba yang rumit dan setiap tetesan embun padanya telah disampaikan dalam detail yang jelas. Warna pelangi pada jaring laba-laba merupakan suatu fenomena yang disebabkan oleh cahaya matahari yang terpantul dari tetesan embun.


Stabilisasi dan performa gambar dalam pemandangan cahaya latar

Saya mengambil beberapa bidikan genggam dalam kondisi rendah cahaya, seperti di dataran tinggi saat dini hari, di padang rumput susuki Jepang, dan kereta api yang melaju melintasi hutan dedaunan musim gugur. Pada foto ini, sulit menemukan tanda goyangan kamera. Pada bidikan cahaya latar, Subwavelength Structure Coating (SWC) (Versi Inggris) memastikan bahwa terdapat pengurangan yang signifikan dalam ghosting dan flaring.

Rumput ilalang tinggi dengan latar matahari senja

EOS R/ RF70-200mm f/2.8L IS USM/ FL: 200mm/ Manual exposure (f/6.3, 1/800 det.)/ ISO 400/ WB: Daylight

Rerumputan susuki Jepang tembus pandang dengan warna keemasan matahari senja. Meskipun ada cahaya yang menyengat dari matahari larut senja, tetapi tidak ada ghosting atau flaring yang terlihat. Ini sangat berarti untuk dapat menangkap setiap momen matahari terbenam tanpa harus khawatir tentang ghosting atau flaring.


Kontrol yang didesain secara matang

Saya juga sungguh gembira bahwa perancang lensa mempertimbangkan cara lensa zoom telephoto yang biasa digunakan ketika mereka mendesain kontrol atau kendalinya. Satu contoh terdapat pada lokasi control ring tersesuai, suatu fitur unggulan pada lensa RF yang memungkinkan Anda mengubah pengaturan pencahayaan tanpa mengalihkan mata Anda dari jendela bidik. Pada lensa RF lainnya, ini terletak di bagian depan lensa. Namun demikian, pada RF70-200mm f/2.8L IS USM, dengan mempertimbangkan bahwa pengguna akan sering melakukan zoom in dan zoom out, control ring ditempatkan lebih dekat ke dudukan, mengurangi kemungkinan salah putar pada ring.


Kualitas gambar

Gambar yang dihasilkan sungguh tajam. Pada gambar di bawah, Anda bisa melihat bahwa sketsa pepohonan, dedaunan dan burung yang beterbangan di langit pada dini hari, tergambarkan secara jelas dengan garis-garis yang bening, hingga detail yang paling halus. Kualitas yang begitu mengesankan ini membuatnya semakin asyik menciptakan berbagai gambar dengan depth-of-field yang terlihat unik, yang bisa Anda dapatkan dari lensa zoom telephoto cepat. Seakan-akan foto saya secara mendadak terlihat jauh lebih bagus dan memukau, hanya dengan menggunakan lensa ini.

 

Pepohonan dan burung beterbangan berlatarkan matahari terbenam

EOS R/ RF70-200mm f/2.8L IS USM/ FL: 200mm/ Manual exposure (f/3.5, 1/1,250 det.)/ ISO 1600/ WB: Daylight

Pepohonan di bawah langit dini hari yang disinari cahaya jingga cerah di dataran tinggi. Walaupun ini dibidik tanpa tripod, detail rumit dari burung yang beterbangan di sekitar masih tertangkap dengan tajam.

 

3 fitur RF70-200mm f/2.8L IS USM yang patut diperhatikan

#1: Desain ringkas dan ringan

Lensa ini sungguh kecil dan ringan untuk lensa zoom aperture besar. Ilustrasi di bawah menunjukkan total panjang apabila lensa dikeluarkan dan dipanjangkan sepenuhnya.


Total panjang pada 70mm, 200mm

Panjang RF70-200mm f/2.8L IS USM pada 70mm, 200mm

Apabila dikeluarkan sepenuhnya pada 70mm, panjang totalnya adalah 145mm.
Pada 200mm, lensa ini mencapai panjang maksimum 204.5mm, yang perbedaannya tidak besar dari lensa EF70-200mm f/2.8L IS Ⅲ USM (199mm).

Untuk catatan,  RF70-200mm f/2.8L IS USM juga lebih ringan sekitar 400g daripada EF70-200mm f/2.8L IS Ⅲ USM.

 

#2: Tata letak ring yang mudah digunakan

Control ring RF70-200mm f/2.8L IS USM, focusing ring (ring fokus) dan ring zoom (zoom ring)

Pada lensa ini, ring fokus, kontrol dan zoom, semuanya independen, dengan ring kontrol ditempatkan dekat dudukan, agar mudah dioperasikan.

 

#3: Tiga mode stabilisasi gambar, termasuk satu untuk olahraga

Lensa ini mendukung sistem Dual Sensing IS (image stabilisation), yang menggunakan informasi dari sensor gyro pada lensa dan sensor gambar di bodi kamera untuk mencapai stabilisasi gambar hingga lima stop. Peningkatan yang dihasilkan dari segi keandalan untuk pemotretan genggam, sungguh disambut dengan hangat. Selain itu, juga ada tiga mode IS, naik dari dua mode pada dudukan EF tandingannya.

Sakelar mode IS

 

EOS R dengan RF70-200mm f/2.8L IS USM terpasang

EOS R dengan RF70-200mm f/2.8L IS USM terpasang

 

Lens hood (Tudung lensa): ET-83F (W III)

Lens hood ET-83F (W III)

 

Konstruksi lensa

Diagram konstruksi lensa RF70-200mm f/2.8L IS USM

A: Elemen lensa asferis (Versi Inggris)
B: Elemen lensa UD (Versi Inggris)
C: Elemen lensa asferis UD
D: SWC (Versi Inggris)
lapisan fluorine (Versi Inggris) tahan noda pada permukaan lensa depan dan belakang

 

Spesifikasi utama:

Konstruksi lensa: 17 elemen dalam 13 kelompok
Jarak pemfokusan terdekat: 0,7m
Perbesaran maksimum: 0,23x
Jumlah bilah aperture: 9 (bilah lingkaran)
Diameter filter: 77mm
Ukuran: φ89,9×146,0mm
Berat: kira-kira 1.070g (tanpa memasang tripod)

 

Gambar contoh

Pantulan pepohonan musim gugur

EOS R/ RF70-200mm f/2.8L IS USM/ FL: 70mm/ Manual exposure (f/7.1, 1/40 det.)/ ISO 400/ WB: Daylight

Pepohonan dengan rona warna musim gugur, terpantul pada kolam yang dalam di hutan pegunungan. Memotret cabang pohon dengan dedaunan dan dahan pohon yang berwarna dalam bingkai, berarti bahwa saya harus membidik pada posisi tubuh yang tidak stabil. Saya masih bisa menghasilkan gambar yang tajam tanpa terlihat goyangan kamera, berkat sistem IS.

 

Gubuk kecil dengan atap jerami di padang rumput

EOS R/ RF70-200mm f/2.8L IS USM/ FL: 70mm/ Manual exposure (f/2.8, 1/1,600 det.)/ ISO 200/ WB: Auto

Gubuk kecil dengan atap jerami di tengah padang rumput yang senyap. Bunga kosmos di depan gubuk menciptakan suasana cantik nan abadi. Bokeh latar depan yang indah pada aperture maksimum f/2.8 membuat seluruh bidikan terasa lembut.

*Karena ulasan ini dilakukan pada model lensa pra produksi, kemungkinan ada sejumlah perbedaan pada penampilan luar produk dan kualitas gambarnya.

~~~

Ketahui mengenai sejarah lensa zoom f/2.8L EF dari Canon dalam artikel:
Sejarah Lensa Zoom F/2.8L dan f/4L Canon yang Tidak Banyak Diketahui

Cari tahu lebih lanjut mengenai teknologi lensa RF dan lensa RF lainnya di:
Dalam Fokus: Lensa EF

Sedang memutuskan, apakah membeli EOS R atau EOS RP? Bacalah:
EOS R vs EOS RP: Manakah yang Dipilih?

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi.

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

Digital Camera Magazine

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

Takashi Karaki

Takashi Karaki

Setelah mengantongi sejumlah pengalaman sebagai instruktur olahraga yang kemudian diikuti 10 tahun pengalaman dalam bidang produksi serta penyuntingan majalah, Karaki pindah ke Yonago City di Prefektur Tottori, dan di sana dia menjadi terkenal karena karya pemotretan lanskap wilayah San' di Jepang. Hasil karyanya telah dipublikasikan di Amazing Village, suatu buklet tentang desa yang serba-indah di Jepang. Hasil karyanya diproduksi melalui CANON x — kolaborasi Discover Japan pada tahun 2017, dan karya bidikannya mengenai awan berarak di Akechi Pass di Prefektur Tottori merupakan salah satu di antara 12 foto yang dipilih oleh Japan National Tourism Organization (JNTO) untuk mewakili Jepang.

Instagram: @karakky0918