Close
Produk >> All Products

Lensa FAQ: Apa Arti Nama Lensa dan Mengapa Sebagian Lensa Berwarna Putih?

Apalah arti sebuah nama lensa? Mengapa sebagian lensa berwarna putih dan sebagian “didekorasi” dengan cincin merah? Ungkap “kode rahasia” pada lensa Anda dalam artikel ini.

- Mengungkap nama lensa
- Cincin merah dan cincin hijau
- Lensa putih
- Lebih lanjut tentang berbagai komponen dari nama lensa

 

Apalah arti sebuah nama lensa?

Hal pertama yang membantu kita membedakan satu lensa dari lensa lainnya adalah namanya.

Sebagian besar lensa memiliki nama lensa yang tertera pada bagian depan lensa, meskipun pada sebagian lensa, namanya mungkin tertera di tempat lainnya, seperti pada bagian atas laras lensa atau dekat dudukannya.

Rangkaian angka dan simbol pada lensa mungkin terlihat membingungkan, tetapi angka dan simbol ini mengikuti format yang sama:

A) Seri Mount (Dudukan)/Lensa
1: Seri Lensa (Bisa EF, EF-S, EF-M, TS-E, MP-E)

B) Panjang fokus 
2: Kisaran panjang fokus (setara full-frame)

C) Kisaran aperture maksimum
3: Nilai aperture maksimum/kisaran aperture

D) Jenis lensa
4: Mengindikasikan lensa (seri-L) kelas profesional
5: Mengindikasikan stabilisasi gambar built-in
6: Nomor generasi lensa (Mengindikasikan versi baru dari lensa yang ada saat ini)
7: Jenis motor AF (Juga bisa ‘STM’)

Informasi lain yang mungkin Anda lihat di D):
- “Macro” (misalnya, RF35mm f/1.8 Macro IS STM): Mengindikasikan, lensa memiliki kemampuan pembesaran setidaknya 0,5x
- “Fisheye” (misalnya, EF8-15mm f/4L Fisheye USM): Mengindikasikan jenis khusus lensa sudut ultra lebar. Informasi selengkapnya di sini.

Klik tautan di atas untuk membaca selengkapnya mengenai tiap detail.

 

Cincin merah, cincin hijau: Bukan sekadar dekorasi

Lensa juga memiliki simbol status! Cincin merah di sekeliling laras lensa mengindikasikan bahwa lensa tersebut adalah lensa seri-L. ‘L’ singkatan untuk ‘Luxury’ (Mewah), tetapi lensa seri-L lebih dari sekadar itu, lensa ini dibuat untuk memberikan keandalan, ketahanan, dan kualitas gambar setinggi mungkin, memenuhi kebutuhan pengguna profesional yang mencari nafkah dengan perlengkapan mereka.

Ini mencakup:
- Segel cuaca: Desain kedap debu dan tetesan air untuk ketahanan yang lebih baik dalam kondisi cuaca yang tidak bersahabat.
- Optik berkualitas lebih tinggi: Kaca dan coating khusus mengoreksi aberasi lensa, ghosting, dan flaring serta memastikan performa optik terbaik.


Cincin hijau sekeliling laras lensa mengindikasikan bahwa lensa tersebut dilengkapi dengan Diffractive Optics, atau elemen lensa DO. Elemen lensa DO adalah jenis kaca khusus yang memanfaatkan difraksi cahaya untuk mengurangi aberasi kromatik, dan menggunakannya membantu membuat lensa telephoto lebih ringan.

Dua contoh lensa yang paling disukai yaitu:
- EF70-300mm f/4.5-5.6 DO IS USM
- EF400mm f/4 DO IS II USM

Pahami hal ini: Sebagian lensa menggunakan elemen lensa DO, tetapi tidak memiliki cincin hijau, seperti lensa RF600mm f/11 IS STM dan RF800mm f/11 IS STM.

 

Apa yang begitu spesial mengenai lensa putih?

Jika Anda melihat lensa putih, ini mungkin lensa zoom telephoto atau lensa super telephoto seri-L. Semua lensa ini, terutama digunakan dalam fotografi olahraga, kehidupan alam liar, dan lanskap, yang kerap melibatkan pemotretan selama berjam-jam di bawah terik matahari. Coating perisai panas warna putih yang sangat reflektif, melindungi terhadap sinar inframerah dalam cahaya matahari, dan membantu mencegah panas menumpuk di dalam lensa, memastikan kualitas gambar yang stabil.

Pelajari lebih lanjut mengenai kisah di balik lensa putih Canon dalam artikel ini (Versi Inggris)

 

Lebih lanjut mengenai detail dalam nama lensa.


1. Seri lensa

Pada saat ini, terdapat enam seri lensa. Empat di antaranya merupakan seri lensa autofocus (fokus otomatis):
i) RF: RF mount (dudukan RF), didesain untuk sistem kamera mirrorless EOS R.
ii) EF: EF mount, didesain untuk kamera DSLR full-frame.
iii) EF-S: Berasal dari mount EF; tetapi didesain untuk kamera DSLR dengan sensor gambar format APS-C yang lebih kecil.
iv) EF-M:  EF mount derivatif lainnya, didesain untuk digunakan dengan kamera kecil dan ringan, yaitu seri kamera mirrorless EOS M.

Dua seri lensa sisanya merupakan lensa fokus manual khusus yang menggunakan EF mount:
v) TS-E: Lensa Tilt-shift (geser-miring)
vi) MP-E: MP singkatan untuk “Macro Photo” (Foto Makro). Ini mengacu ke MP-E65mm f/2.8 1-5x Macro Photo, lensa makro khusus yang mendukung pembesaran hingga 5x.


2. Kisaran panjang fokus (setara full-frame)

Ini mengindikasikan sudut pandang yang dihadirkan oleh lensa. Apabila lensa didudukkan pada kamera yang dilengkapi sensor gambar APS-C, panjang fokus efektifnya adalah 1,6x jumlah yang tertera. Contohnya, sudut pandang yang tersedia pada EF-M15-45mm setara dengan 24-72mm pada kamera full-frame.

Pada sebagian lensa, panjang fokus juga tertera secara jelas pada bagian atas laras lensa untuk identifikasi yang lebih mudah.

Baca juga:
Teknik Komposisi Profesional (3): Memanfaatkan Lensa Dengan Sebaiknya.


3. Nilai aperture maksimum
Ini mengindikasikan lubang terlebar pada lensa Anda yang dapat dibuka (= diameter aperture). Biasanya ini diekspresikan sebagai f-number (juga dikenal sebagai ‘focal ratio’). 

Pada lensa zoom aperture variabel, ini ditampilkan sebagai serangkaian f-number. f-number yang lebih kecil adalah aperture maksimum pada ujung sudut lebar, sedangkan f-number yang lebih besar adalah aperture maksimum pada ujung telephoto.


Ini memberi tahu kita, bahwa pada lensa RF24-105mm f/4-7.1 IS STM, aperture maksimumnya adalah f/4 pada ujung sudut lebar 24mm, dan f/7.1 pada ujung telephoto 105mm.

Bagaimana aperture maksimum memengaruhi bidikan Anda 

Apabila memotret dalam kondisi cahaya redup atau gelap, lensa (“fast”) aperture besar dapat menampung lebih banyak cahaya, sehingga Anda dapat membidik dengan kecepatan rana lebih cepat dan kecepatan ISO yang lebih lambat. Pada kamera mirrorless dan selama pemotretan Live View pada kamera DSLR, lebih banyak cahaya menjangkau sensor gambar, yang juga membantu performa AF dalam kondisi rendah cahaya. 

Karena aperture terkait dengan depth of field, maka, aperture maksimum yang lebih besar, juga berarti bokeh yang lebih intens, dan karena itulah lensa cepat kerap merupakan favorit untuk fotografi potret wajah.

Baca jugaBenarkah Lensa Cepat Mampu Memperjelas Bidikan Lewat Viewfinder?


Pahami hal ini: Aperture maksimum kadang ditulis sebagai rasio, misalnya “1:4”

Dengan kata lain, ini adalah kebalikan dari f-number. Ini hanyalah cara lain untuk mengindikasikan aperture maksimum.

Cari tahu selengkapnya mengenai aperture dalam:
[Pelajaran 3] Belajar mengenai Aperture (Bukaan Diafragma)


4. Lensa seri-L
Lihat Red rings (cincin merah), green rings (cincin hijau): Bukan sekadar dekorasi


5. IS: Stabilisasi gambar built-in

“IS” singkatan untuk “Image Stabilizer (Penstabil Gambar). In-lens IS juga dikenal sebagai Optical IS, dan mendeteksi goyangan kamera serta menggerakkan optik korektif untuk mengompensasi, menghasilkan gambar yang lebih tajam, bahkan ketika Anda membidik sambil menggenggam kamera.

Sementara efek stabilisasi gambar bergantung pada pemandangan dan lensa, lensa terbaru dapat mencapai hingga sebanyak stabilisasi gambar setara kecepatan rana 5 stop atau lebih. Sebagian lensa RF juga mendukung Coordinated Control IS, yang bekerja dengan In-Body IS pada kamera yang kompatibel untuk menghasilkan efek stabilisasi gambar yang bahkan lebih kuat lagi.


6. Angka generasi lensa

Apabila lensa baru memiliki mount (dudukan), panjang fokus, aperture, IS atau status non-IS, status Lensa-L, dan motor sebagai model yang sekarang, ini dianggap sebagai generasi baru lensa dan akan menyandang angka generasi dalam aksara Romawi, misalnya , EF400mm f/2.8L IS III USM.

Lensa generasi pertama tidak akan menerakan angka generasi.


7. AF drive motor

Terdapat dua jenis motor yang digunakan untuk menggerakkan sistem AF lensa.


USM

Canon merupakan produsen kamera pertama yang berhasil mengkomersialisasikan USM (Ultrasonic Motors), yang mengonversi getaran ultrasonik untuk menggerakkan kelompok pemfokusan dalam lensa. Semua ini dikenal karena AF drive yang cepat.

Terdapat sejumlah jenis USM yang berbeda-beda, yang bisa Anda baca tentang hal itu di sini. Jenis terbaru adalah Nano USM, yang memadukan cikal-bakal USM tradisional dengan kemulusan, kesenyapan, dan presisi STM.


STM

Stepping motor (STM), tampil perdana pada tahun 2012. Perangkat ini dikenal memiliki AF drive yang lebih mulus dan senyap daripada jenis USM yang lebih lawas, sehingga membuatnya ideal untuk video. 

Baca selengkapnya mengenai teknologi USM dan STM di sini (Versi Inggris)

 

---

Dalam artikel berikut dari seri ini, kita akan menelusuri sejumlah saklar dan kontrol yang berbeda-beda, yang dapat Anda temukan pada laras lensa Anda.

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang lensa dan cara menggunakannya, baca:
Dalam Fokus: Dasar-Dasar Lensa

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi.

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!