Scheduled Maintenance: Some services on SNAPSHOT may not be available on 28 July 2019 from 1am to 4am. We apologise for any inconvenience caused.
Close
Produk >> All Products

Kesan Lensa: RF24-240mm f/4-6.3 IS USM dalam Fotografi Jalanan

Pembesaran hingga 10x zoom yang layak dibanggakan, RF24-240mm f/4-6.3 IS USM memiliki kisaran panjang fokus yang dahsyat, didukung hingga 5 stop stabilisasi gambar sehingga membuatnya sebagai lensa yang amat sangat serbaguna. Tidak diragukan lagi, lensa ini praktis untuk fotografi saat bepergian dan fotografi jalanan. Lensa ini pun mengejutkan fotografer kami dengan kualitas serta kecepatan optiknya yang tidak disangka-sangka. Dia berbagi hal lainnya di bawah ini. (Dilaporkan oleh: Kazuo Nakahara, Digital Camera Magazine)

Gambar sudut rendah dengan RF24-240mm f/4-6.3 IS USM

 

Kualitas gambar dan bokeh begitu bagus, sehingga sulit dipercaya bahwa ini adalah lensa superzoom

Lensa RF24-240mm f/4-6.3 IS USM menangkap gambar yang begitu berbeda dari yang dihasilkan lensa superzoom pada umumnya.

Pada lensa superzoom, kisaran panjang fokus yang lebih lebar sering kali harus dibarengi oleh tiga hal berikut: Kualitas, ketajaman bokeh dan kecepatan AF. Namun demikian, lensa RF superzoom pertama Canon tampaknya telah mencapai keseimbangan di antara semua kualitas, dan juga pada tingkat performa yang tinggi.

Hasilnya: Lensa yang tidak hanya memberikan kenyamanan dari segi kisaran zoom yang sangat besar 10x, selain kualitas dan kegunaan gambar, tanpa mengorbankan apa pun. Tidak diragukan lagi, hal ini dimungkinkan berkat dudukan RF yang menawarkan fleksibilitas yang lebih banyak daripada dudukan EF.

Cari tahu selengkapnya mengenai lensa RF dalam artikel:
6 Fitur Signifikan Lensa RF

 

Spesifikasi di atas kertas

Ukuran bodi

Lensa ini ringkas untuk lensa superzoom yang dibuat untuk kamera full-frame. Apabila dipasangkan ke EOS RP, total panjang perlengkapan sama seperti format APS-C, EOS 800D yang dipasangkan ke EF-S18-200mm f/3.5-5.6 IS STM.

Konstruksi lensa

Lensa ini terdiri atas 21 elemen dalam 15 kelompok. Ini mencakup 1 elemen lensa asferis (Versi Inggris) dan 2 elemen lensa UD (Versi Inggris), yang berfungsi memperbaiki kualitas gambar secara menyeluruh, dan mencegah aberasi kromatis.

Konstruksi lensa ini sungguh kuat, dan menerapkan perpanjangan laras dua tahap apabila men-zoom ke arah panjang fokus maksimum. Zoom yang mulus tanpa berderik.


AF

Lensa superzoom biasanya lebih bermasalah dengan AF dibandingkan dengan jenis lensa lainnya. Tetapi, dengan penggunaan Nano USM, motor yang relatif baru, hanya seukuran ujung jari, AF pada RF24-240mm f/4-6.3 IS USM ternyata cepat dan mulus.


Pengalaman saya mengenai pemotretan

Memegang dan kesan operasional lensa

Bagian depan lensa terasa agak berat apabila didudukkan pada EOS RP (Versi Inggris), yang ringan, tetapi saya mampu mencengkeramnya dan terpasang erat pada kamera, sehingga saya tidak mengalami rasa lelah memegangnya.

Zooming dan AF mulus dan mudah.

Kualitas gambar

Gambar terselesaikan dengan baik pada ujung sudut lebar dan ujung telephoto, bahkan bidikan tersebut pada aperture maksimum, tetap masih bagus untuk digunakan.

Saya khususnya kagum mengenai kualitas bokeh. Banyak lensa superzoom menghasilkan bokeh yang agak “berantakan” sehingga cukup merusak pemandangan, tetapi pada lensa ini, bokeh di latar depan dan latar belakang amat sangat indah dan halus.

Tampilan samping, dua pria sedang duduk di bangku taman.

EOS RP/ RF24-240mm f/4-6.3 IS USM/ FL: 240mm/ Aperture-priority AE (f/6.3, 1/640 det., EV+0,3)/ ISO 1250/ WB: Auto

Di sini, saya menggunakan panjang fokus maksimum pada lensa untuk menciptakan bokeh latar depan yang menonjolkan bidikan. Walaupun aperture yang terlebar pada panjang fokus ini adalah f/6.3, namun Anda masih bisa menciptakan bokeh latar depan yang besar jika Anda bergerak mendekati objek yang ingin Anda buramkan. Perhatikan, bagaimana panjang fokus dapat juga membuat orang yang duduk di belakang, tampak lebih dekat—contoh efek kompresi perspektif telephoto. (Contoh gambar lainnya, di bawah.)

 

Kesimpulan

Banyak pengguna yang mungkin bingung untuk menentukan, antara RF24-240mm f/4-6.3 IS USM, yang memiliki aperture minimum sangat sempit, f/36 sehingga memudahkan pengambilan bidikan rana lambat, dan RF24-105mm f/4L IS USM yang memiliki aperture konstan. Kedua lensa ini juga mampu melakukan hingga 5 stop stabilisasi gambar yang layak dibanggakan. Namun demikian, jika Anda sering membidik subjek, seperti pesawat terbang, kereta api, atau bahkan anak-anak, kisaran zoom yang lebih besar dari RF24-240mm f/4-6.3 IS USM memungkinkan Anda menyesuaikan secara cepat komposisi Anda pada jarak lebih jauh, dan ini merupakan keuntungan yang sangat memikat.

 

3 fitur RF24-240mm f/4-6.3 IS USM yang patut diperhatikan


1. Kisaran zoom 10x yang dimilikinya, adalah yang terbesar dalam jajaran lensa RF

Dengan ini, Anda dapat membidik lanskap panorama yang megah atau yang berlebihan, perspektif sudut ultra lebar pada ujung 24mm, dan close-up dengan perspektif telephoto yang dikompresi pada 240mm tanpa harus menukar lensa.

24 mm

Bidikan bangunan pada 24mm

240mm

Bidikan bangunan pada 240mm

 

2. Cincin fokus/kontrol hibrida mencerminkan segala upaya yang dicurahkan Canon untuk membuat lensa yang lebih ringkas

Cincin kontrol dan cincin fokus telah digabungkan ke dalam satu cincin hibrida, dan pengguna hanya perlu menjentikkan sakelar untuk beralih di antara dua fungsi. Desain ini membuat lensa lebih ringkas: Sedikit lebih panjang dari RF24-105mm f/4L IS USM.

24-240mm panjangnya 122.5mm dan beratnya 750g; 24-105mm panjangnya 107,3mm dan beratnya 700g

 

3. Ini bisa mencapai hingga stabilisasi gambar 5 stop

Lensa ini tidak hanya menyatukan algoritme stabilisasi gambar optik yang diubah, tetapi juga mendukung Dual Sensing IS, di mana sensor gyro dalam lensa bekerja secara tandem dengan sensor gambar dalam bodi kamera. Hal ini membantu menstabilkan goyangan kamera hingga setara dengan 5 stop kecepatan rana.

Klik di sini untuk mengetahui: Bagaimana Stop Image Stabilization Ditentukan?


Bidik pada 240mm,1/8 det.

Mobil dengan buram gerakan di depan tanda jalan

 

Gambar contoh


Pantulan dalam genangan air di jalan

EOS RP/ RF24-240mm f/4-6.3 IS USM/ FL: 24mm/ Aperture-priority AE (f/6.3, 1/125 det., EV+0,7)/ ISO 800/ WB: Auto

Genangan air yang terjadi akibat hujan deras yang mendadak. Ujung sudut lebar 24mm lensa, bersama dengan monitor LCD vari-angle pada EOS RP, membuatnya mudah untuk memotret dari sudut rendah yang menyerempet tanah dan menangkap pantulan di dalamnya.

Banyak lagi saran lainnya mengenai cara menangkap pantulan air di sini:
Saran untuk Fotografi Pantulan Air: Asyiknya Bermain di Genangan Air!

 

Close-up tanda jalan berlatarkan langit

EOS RP/ RF24-240mm f/4-6.3 IS USM/ FL: 24mm/ Aperture-priority AE(f/5.6, 1/640 det., EV+0,3)/ ISO 100/ WB: Auto

Untuk mengambil bidikan ini, saya merentangkan tangan saya, menggunakan monitor Vari-angle, dan bergerak sedekat mungkin ke tanda jalan. Sudut pandang 24mm tidak hanya menangkap bagian besar langit biru di atasnya, tetapi juga membantu menciptakan efek perspektif dinamis dari tanda jalan dan bangunan.

 

Pagar dan lampu gas

EOS RP/ RF24-240mm f/4-6.3 IS USM/ FL: 52mm/ Aperture-priority AE (f/6.3, 1/320 det, EV±0)/ ISO 3200/ WB: Auto

Gambar yang Anda peroleh pada sekitar 50mm—salah satu dari panjang fokus yang pada umumnya paling sering digunakan dalam fotografi jalanan—juga memiliki kualitas gambar yang istimewa. Walaupun efek bokeh tidak sekuat seperti yang Anda dapatkan pada lensa prima, namun masih cukup bagus untuk menarik perhatian ke sejumlah detail dalam pemandangan yang menceritakan sebuah kisah. Pasangan EOS RP + RF24-240mm f/4-6.3 IS USM memberikan mobilitas yang sangat tinggi.

 

Seorang wanita berjalan melewati deretan toko di seberang jalan

EOS RP/ RF24-240mm f/4-6.3 IS USM/ FL: 109mm/ Aperture Priority AE (f/5.6, 1/160 det., EV+0,3)/ ISO 100 

Gambar orang yang lalu-lalang, dibidik dari tepi jalan di seberang jalan. Untuk pemandangan seperti ini, ujung 70mm lensa zoom standar biasanya tidak cukup panjang. Pada 109mm, saya dapat “mengurangi” elemen yang tidak diperlukan, sehingga menghasilkan pembingkaian yang sederhana dan ringkas, yang menjadi ciri khas sudut pandang telephoto sedang.

 

EOS RP dengan RF24-240mm f/4-6.3 IS USM terpasang

EOS RP dengan RF24-240mm f/4-6.3 IS USM

 

Lens Hood EV-78F

Lens Hood EV-78F

 

Konstruksi lensa

Konstruksi lensa RF24-240mm f/4-6.3 IS USM

A: Elemen lensa asferis
B: Elemen lensa UD

 

Spesifikasi

Konstruksi lensa: 21 elemen dalam kelompok 15
Aperture minimum: f/36
Jarak fokus terdekat: 0,5m (pada 24mm)
Pembesaran maks.: 0,26(pada 240mm)
Jumlah bilah aperture: 7 (circular blades)
Diameter filter: 72mm
Ukuran (kira-kira): φ80,4 x 122,5mm
Berat (kira-kira): 750g

 

Dengan menggunakan lensa superzoom, berarti memiliki sudut lebar, standar dan sudut pandang telephoto yang dapat Anda gunakan. Cari tahu cara memanfaatkan semuanya secara maksimal.
Teknik Komposisi Profesional (3): Memanfaatkan Lensa Dengan Sebaiknya

Baca mengenai lensa RF lainnya dalam artikel:
Canon Meluncurkan Dua Lensa Pertama dalam rangkaian RF Mount “Zoom Trinity” 
Kesan Lensa: RF24-105mm f/4L IS USM dalam Fotografi Jalanan
Kesan Lensa: RF50mm f/1.2L USM dalam Fotografi Potret Wajah & Jalanan
Kesan Lensa: RF28-70mm f/2L USM mengabadikan Lanskap Alam
Kesan Lensa: RF35mm f/1.8 Macro IS STM dalam Fotografi Jalanan
RF85mm f/1.2L USM: Terciptanya Lensa Ideal Berkat Dukungan Dudukan RF

 


Menerima pembaruan termutakhir tentang berita, saran dan kiat fotografi dengan mendaftar pada kami!

Jadilah bagian dari Komunitas SNAPSHOT.

Daftar Sekarang!

Digital Camera Magazine

Digital Camera Magazine

Majalah bulanan yang berpendapat bahwa kegembiraan fotografi akan meningkat dengan semakin banyaknya seseorang belajar tentang berbagai fungsi kamera. Majalah ini menyampaikan berita mengenai kamera dan fitur terbaru serta secara teratur memperkenalkan berbagai teknik fotografi.
Diterbitkan oleh Impress Corporation

Kazuo Nakahara

Kazuo Nakahara

Lahir di Hokkaido pada tahun 1982, Nakahara berpaling ke fotografi setelah bekerja di perusahaan manufaktur bahan kimia. Ia mengambil jurusan fotografi di Vantan Design Institute dan ia juga berprofesi sebagai penceramah untuk lokakarya serta seminar fotografi, selain bekerja dalam bidang fotografi komersial. Ia juga merupakan perwakilan dari situs web informasi fotografi, studio9.

http://photo-studio9.com/